Sebanyak 30 mahasiswa KKN-PPM UGM Unit Nirwana Nusa Penida 2026 berkolaborasi dengan SMPN 4 Nusa Penida mengembangkan modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertajuk “Bijak Kelola Sampah Bersama SMPN 4 Nusa Penida”. Modul yang berfokus pada pengelolaan sampah secara bertanggung jawab ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) ke-4 tentang pendidikan berkualitas.
Pengembangan modul tersebut merupakan bagian dari program pengabdian mahasiswa KKN-PPM UGM Unit Nirwana Nusa Penida 2026 yang bertugas di Nusa Lembongan. Unit ini menjadi satu-satunya unit KKN-PPM UGM di Provinsi Bali pada tahun 2026 yang melaksanakan pengabdian di luar Pulau Bali.
Berangkat dari urgensi permasalahan sampah di Provinsi Bali, Unit Nirwana Nusa Penida mengusung tema penguatan pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir berbasis ekonomi sirkular di Desa Jungutbatu dan Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Dalam mewujudkan program tersebut, mahasiswa berkolaborasi dengan berbagai stakeholder di Nusa Lembongan, termasuk instansi pendidikan melalui sekolah setempat.

Program ini diinisiasi oleh Jane Giselle Stephany Simanjuntak, mahasiswi Fakultas Psikologi UGM angkatan 2023, melalui kolaborasi dengan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 4 Nusa Penida, I Wayan Gede Abhyudaya. Bersama dengan pihak sekolah, Jane menyusun pembelajaran berbasis proyek yang kemudian dikonsultasikan dan dipresentasikan kepada kepala sekolah dan para guru untuk memperoleh masukan sebagai bahan penyempurnaan modul.
“Presentasi gambaran umum mengenai modul ini penting agar kami juga mendapatkan umpan balik dari pihak sekolah secara langsung sehingga relevan untuk diaplikasikan di sekolah,” ujarnya.
Implementasi modul dilaksanakan setiap Sabtu pagi selama tiga minggu berturut-turut mulai 18 Juli 2026. Dalam pelaksanaannya, empat pasang mahasiswa KKN mendampingi siswa kelas IX SMPN 4 Nusa Penida melalui pembelajaran berbasis proyek. Tiga pertemuan awal difokuskan pada asesmen awal mengenai pemahaman siswa tentang pengelolaan sampah, pengenalan konsep dasar sampah, dan praktik pengolahan sampah. Selain penyampaian materi, mahasiswa juga mengajak siswa mengikuti kegiatan ice breaking dan sesi refleksi untuk memperkuat pemahaman sekaligus mengevaluasi efektivitas proses pembelajaran.

“Jadi, kan, ada teori, ada praktik. Nah ini harus sinergi, kan. Dari praktik mereka belajar teori tentang itu. Nah, kadang-kadang juga bersamaan, saat praktik mereka langsung belajar tentang teori,” ucap I Wayan Gede Abhyudaya.
Adanya pendekatan pembelajaran berbasis proyek dalam mengintegrasikan pembelajaran pengelolaan sampah diharapkan dapat mendorong siswa-siswi untuk secara langsung mengumpulkan informasi dan merancang ide aksi nyata mereka dalam mengelola sampah di Nusa Lembongan.
Melalui program ini, mahasiswa berharap modul yang telah disusun tidak hanya dimanfaatkan selama pelaksanaan KKN, tetapi juga dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh SMPN 4 Nusa Penida sebagai media pembelajaran untuk menumbuhkan budaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab sejak usia remaja.
Penulis/Kontributor: Jane Giselle Stephany Simanjuntak/Kaffah Athena Magali/KKN-PPM UGM Unit Nirwana Nusa Penida 2026
Editor: Erna Tri Nofiyana