Yogyakarta, 30 April 2026 — Di tengah meningkatnya usia harapan hidup dan tantangan ekonomi global, kesiapan finansial saat pensiun menjadi isu krusial. Namun, sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa persoalan ini tidak semata soal angka, melainkan juga faktor psikologis.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Campbell Systematic Reviews ini mengkaji secara komprehensif berbagai faktor psikologis yang memengaruhi perilaku perencanaan keuangan untuk masa pensiun pada usia produktif.
Zafira Rahmania Nur Shabrina, S.Psi., M.Sc sebagai peneliti utama beserta tim peneliti internasional lainnya, menggunakan pendekatan scoping review untuk memetakan bagaimana individu mengambil keputusan finansial terkait masa depan mereka. Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan kognitif, dorongan dan niat yang mendasari serta dukungan struktural dari lingkungan memainkan peran penting dalam perencanaan pensiun seseorang.
Lebih jauh, penelitian ini menyoroti bahwa banyak individu gagal merencanakan keuangan jangka panjang bukan karena kurangnya informasi, tetapi karena hambatan psikologis, seperti kecenderungan menunda (procrastination), optimisme berlebihan, atau kesulitan membayangkan masa depan. Studi ini juga mengidentifikasi kesenjangan riset, terutama terkait konteks budaya dan kelompok pekerjaan tertentu, yang selama ini belum banyak dikaji secara mendalam.
Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pemerintah, lembaga keuangan, dan pembuat kebijakan untuk merancang strategi yang tidak hanya berbasis literasi finansial, tetapi juga mempertimbangkan aspek perilaku manusia. Dengan pendekatan yang lebih holistik, intervensi kebijakan diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih siap menghadapi masa pensiun, sekaligus mengurangi risiko kerentanan ekonomi di usia lanjut.
Penata: Fauzi
Editor: Zufar