Yogyakarta, 30 Januari 2026. Penelitian terbaru berjudul “Is low self-compassion characteristic of ICD-11 complex PTSD? Further investigation using cross-cultural samples” ditulis oleh Hong Wang Fung, .., Riangga Novrianto dkk. yang terbit di Journal of Psychiatric Research (193), mengkaji Keterkaitan antara self-compassion dengan gejala complex posttraumatic stress disorder (complex PTSD) sebagaimana diklasifikasikan dalam ICD-11. Complex PTSD merupakan gangguan trauma yang relatif baru diakui oleh ICD-11 dan prevalensinya lebih tinggi daripada PTSD biasa.
Studi ini menggunakan pendekatan lintas budaya dengan melibatkan 995 perempuan pengguna layanan kesehatan mental dari berbagai negara. Sekitar 22,7% responden berasal dari negara Barat, sementara 77,3% berasal dari negara non-Barat, terutama kawasan Asia seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, India, dan Filipina. Partisipan mengisi instrumen tervalidasi untuk mengukur trauma masa kanak-kanak, gejala complex PTSD, dan tingkat self-compassion. Analisis dilakukan menggunakan one-way ANCOVA Untuk mencari perbedaan self-compassion antara partisipan dengan PTSD biasa, complex PTSD dan tanpa PTSD dengan mengendalikan usia dan trauma masa kanak-kanak.Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu dengan complex PTSD secara konsisten memiliki tingkat self-compassion paling rendah dibandingkan kelompok PTSD dan non-PTSD, baik pada sampel Barat maupun non-Barat. Temuan ini menegaskan bahwa rendahnya self-compassion merupakan karakteristik lintas budaya dari complex PTSD. Studi ini merekomendasikan agar intervensi berbasis self-compassion diintegrasikan dalam pencegahan dan penanganan complex PTSD.
Selamat untuk Riangga Novrianto dan tim penulis.
Penata : Fauzi
Editor : Zufar
Link artikel: https://doi.org/10.1016/j.jpsychires.2025.11.007