Yogyakarta, 12 Januari 2026. Sebuah studi terbaru berjudul “Unveiling the characteristics of depression symptoms in Indonesia population: Lessons learned from the 5th wave of the Indonesian Family Life Survey (IFLS-5)” ditulis oleh Ramadhan D. Marvianto dkk. terbit di jurnal Acta Psychologica (262) memberikan gambaran komprehensif mengenai keragaman gejala depresi pada populasi Indonesia. Penelitian ini merespons tingginya beban depresi di Indonesia yang selama ini belum diimbangi oleh bukti empiris tingkat populasi terkait heterogenitas gejala.
Penelitian ini memanfaatkan data Indonesian Family Life Survey gelombang ke-5 (IFLS-5) dan menerapkan pendekatan latent class analysis untuk mengidentifikasi pola laten gejala depresi. Hasil analisis mengungkap tiga kelompok risiko, yaitu risiko berat (16,8%), risiko sedang (36,9%), dan risiko rendah (46,3%). Faktor demografis seperti usia, jenis kelamin, dan status perkawinan berperan sebagai prediktor penting, di mana individu yang lebih tua, telah menikah, serta perempuan cenderung berada pada kelompok risiko yang lebih tinggi.
Menariknya, meskipun terdapat perbedaan tingkat keparahan gejala, seluruh kelompok melaporkan tingkat harapan dan kebahagiaan yang relatif tinggi. Temuan ini menunjukkan adanya pengaruh nilai budaya, khususnya kolektivisme dan religiositas, dalam ekspresi emosi pada masyarakat Indonesia. Selain itu, gejala kognitif seperti perasaan kewalahan dan kesulitan konsentrasi teridentifikasi sebagai indikator awal depresi. Studi ini menegaskan pentingnya skrining depresi yang sensitif budaya serta pengembangan intervensi yang lebih terarah di Indonesia.
Selamat untuk Marvianto dan tim penulis.
Penata : Fauzi
Editor : Zufar
Link artikel: https://www.sciencedirect.com