Yogyakarta, 26 Januari 2026 – Aktivitas belanja daring tidak hanya melibatkan keputusan ekonomi, tetapi juga proses kognitif yang kompleks. Namun identifikasi beban kognitif selama aktivitas belanja daring seringkali tidak konsisten. Maka dari itu, tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mengklasifikasikan tingkat beban kognitif pengguna selama berbelanja online.
Hasil penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Array, Vol. 29, 100669 melalui artikel berjudul “Cognitive load classification during online shopping using deep learning on time series eye movement indices”. Artikel tersebut ditulis oleh Sunu Wibiarna, Muhammad Ainul Fikri, Iman Kahfi Aliza, Kristian Adi Nugraha, Syukron Abu Ishaq Alfarizi, Noor Akhmad Setiawan, Ahmad Riznandi Suhari, dan Sri Kusrohmaniah.
Penelitian ini berfokus pada pengalaman pengguna (user experience) dalam e-commerce, dengan menganalisis pergerakan mata (eye movement) konsumen saat melakukan aktivitas belanja daring. Data pergerakan mata tersebut diolah sebagai deret waktu (time series) untuk membedakan kondisi beban kognitif rendah dan tinggi.
Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan model deep learning menggunakan Attention-based Long Short-Term Memory–Fully Convolutional Network (ALSTM-FCN). Pendekatan ini memungkinkan klasifikasi beban kognitif dilakukan secara akurat tanpa memerlukan perangkat lunak eksklusif atau pengukuran fisiologis yang mengganggu kenyamanan pengguna. Model ALSTM-FCN terbukti lebih unggul daripada model machine/deep learning lainnya dengan rata-rata akurasi mencapai 97.70%. Model tersebut juga menunjukkan kesesuaian yang kuat dengan hasil pengukuran subjektif beban kognitif yang diukur menggunakan instrumen NASA-TLX. Kesesuaian tersebut menekankan pentingnya mengintegrasikan pengukuran objektif dan subjektif dalam memahami beban kognitif selama aktivitas belanja daring.
Temuan ini berpotensi dimanfaatkan untuk merancang platform belanja daring yang lebih adaptif, efisien, dan ramah pengguna, sekaligus membantu pelaku industri memahami beban kognitif konsumen dalam mengambil keputusan. Publikasi ini menegaskan kontribusi UGM dalam pengembangan riset interdisipliner yang menghubungkan psikologi, teknologi AI, dan perilaku konsumen di tingkat internasional.
Link artikel: https://doi.org/10.1016/j.array.2025.100669
Selamat kepada Sri Kusrohmaniah dan kolega.
Penata : Fauzi
Editor : Zufar