YOGYAKARTA – Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan puncak perayaan Dies Natalis ke-61 melalui acara tasyakuran pada Kamis (8/1) di Selasar Psikologi serta disiarkan langsung melalui YouTube. Kegiatan ini menjadi penutup dari rangkaian acara yang berlangsung sejak 7 November hingga 7 Januari.
Mengusung semangat “Psikologi Bersinergi Menuju Bangsa yang Tangguh dan Sejahtera,” acara ini menjadi momentum refleksi perjalanan panjang fakultas serta perayaan kebersamaan seluruh sivitas akademika. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen aktif, purna tugas, tenaga kependidikan, serta perwakilan alumni dan mahasiswa.
Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., dalam sambutannya menekankan kolaborasi lintas generasi dan sektor dalam menghadapi tantangan, sinergi antar elemen di fakultas, dan pentingnya acara ini sebagai wadah ‘reuni’ untuk mempererat silaturahmi antar generasi di lingkungan fakultas.
Rangkaian acara turut diisi dengan sesi refleksi dari perwakilan dosen, Indrayanti, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog, dan perwakilan tenaga kependidikan, Yuni Astuti. Acara ini juga dimeriahkan dengan penampilan seni budaya dari dosen Fakultas Psikologi UGM, Haidar Buldan Thontowi, S.Psi., M.A., Ph.D., penampilan gamelan dari grup karawitan Nglarasati, dan persembahan tari tradisional Beksan Golek Ayun-ayun dari Gusti Prabu Kusumo sebagai bentuk komitmen fakultas dalam melestarikan nilai budaya.
Sebagai wujud nyata semangat gotong royong, Dharma Wanita Persatuan Fakultas Psikologi UGM juga menyerahkan beasiswa bagi putra-putri tenaga kependidikan dan tenaga outsource. Inisiatif ini mencerminkan komitmen fakultas dalam mendukung kesejahteraan komunitas internal secara berkelanjutan.
Melalui perayaan Dies Natalis ke-61 ini, Fakultas Psikologi UGM menegaskan kembali komitmennya untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan, memperluas kolaborasi, serta mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan integritas dalam berkontribusi bagi masyarakat Indonesia.
Penulis: Arrasya Aninggadhira