Arsip:

SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Psikologi UGM Siapkan Jalur Evakuasi dan Panduan Kebencanaan

Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) mulai memperkuat kesiapsiagaan bencana melalui penataan jalur evakuasi dan penyusunan panduan kebencanaan di lingkungan fakultas. Langkah ini diambil sebagai respons atas kejadian gempa bumi pada 27 Januari 2026 yang sempat mengganggu kegiatan perkuliahan. 

OPSI | Penyakit ‘Gak Enakan’: Berani Bilang TIDAK Tanpa Rasa Bersalah

Topik ini diangkat dalam episode terbaru OPSI: Obrolan Psikologi, yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi UGM bekerja sama dengan TVRI Yogyakarta. Pada episode pertama OPSI di tahun ini, Lusiana Yashinta Ellysa Putri, S.Psi., M.Sc., dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), membahas fenomena yang cukup umum terjadi di kalangan masyarakat Indonesia.

Studi Internasional Ungkap Hubungan PTSD Kompleks dan Disosiasi pada Perempuan Lintas Budaya

Yogyakarta, 26 Februari 2026 – Gangguan psikologis seperti post-traumatic stress disorder (PTSD) dan gejala disosiasi (merasa ‘terpisah’  dari diri sendiri) merupakan respon umum ketika seseorang mengalami trauma mendalam. Sebuah studi kolaborasi internasional terbaru mengungkap dinamika hubungan antara complex post-traumatic stress disorder (CPTSD) dan gejala disosiasi melalui pendekatan lintas budaya yang melibatkan partisipan dari negara Barat dan Asia Selatan.

Pembekalan Wisuda Sarjana Psikologi UGM Perkuat Kesiapan Profesional Lulusan

Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Career Center selenggarakan Pembekalan Wisuda bagi calon wisudawan dan wisudawati Program Sarjana Periode II Tahun 2025/2026, Senin (23/2) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini diikuti oleh 59 calon wisudawan S-1, terdiri dari 52 wisudawan program reguler dan tujuh wisudawan International Undergraduate Program (IUP). 

Kolaborasi Penelitian Ungkap Faktor Kesepian Generasi Z Indonesia di Era Digital

Yogyakarta, 24 Februari 2026 – Di tengah kemajuan pesat teknologi digital yang memudahkan masyarakat untuk saling terhubung, fenomena kesepian justru menjadi tantangan baru bagi generasi muda. Hal ini terungkap dalam penelitian terbaru berjudul “A Multidimensional Predictive Model of Loneliness in Indonesian Generation Z” yang dipublikasikan dalam Jurnal Ilmiah Peuradeun.

Skala PREPARED: Mengukur Kesiapsiagaan Psikologis Masyarakat Indonesia terhadap Bencana

Yogyakarta, 3 Februari 2026 - Sebuah penelitian berjudul “The psychological preparedness of at-risk Indonesian communities to disaster (PREPARED) scale: Validation and norm development” ditulis oleh Pradytia Putri Pertiwi dkk. yang terbit di jurnal Acta Psychologica (262),  menghadirkan kontribusi penting dalam pengukuran kesiapsiagaan psikologis masyarakat Indonesia terhadap bencana. Selama ini, inisiatif kesiapsiagaan bencana di Indonesia lebih menekankan aspek fisik dan material, sementara dimensi psikologis relatif kurang mendapat perhatian, padahal kesiapsiagaan psikologis terbukti berkaitan dengan kemampuan manajemen stres dan penurunan risiko gangguan mental pascabencana.

Peneliti Fakultas Psikologi UGM Kembangkan EduDiaCare, Modul Edukasi Diabetes Tipe 2 yang Adaptif terhadap Budaya Indonesia

Yogyakarta, 3 Februari 2026 – Diabetes melitus tipe 2 masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Selain pengobatan medis, keberhasilan pengelolaan diabetes sangat ditentukan oleh kemampuan pasien dalam merawat diri sehari-hari. Menjawab kebutuhan tersebut, tim peneliti Fakultas PsikologiUniversitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan EduDiaCare, sebuah modul edukasi diabetes yang dirancang khusus agar sesuai dengan konteks budaya dan kondisi pasien di Indonesia.

Peneliti Fakultas Psikologi UGM Petakan Konsep Kesejahteraan Digital di Era Teknologi

Yogyakarta, 3 Februari 2026 – Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara manusia bekerja, berinteraksi, dan menjalani kehidupan sehari-hari. Di balik berbagai kemudahan tersebut, muncul pertanyaan penting: bagaimana menjaga kesejahteraan di tengah dunia yang semakin digital? Pertanyaan inilah yang dikaji oleh peneliti Fakultas PsikologiUniversitas Gadjah Mada (UGM) melalui studi komprehensif tentang digital well-being. Hasil kajian tersebut dipublikasikan dalam jurnal internasional Wellbeing, Space and Society (Elsevier) melalui artikel berjudul “Navigating Well-being in the Digital Era: A Scoping Review of Digital Well-being.” Studi ini ditulis oleh Sovi Septania, Avin Fadilla Helmi, dan Haidar Buldan Thontowi.