Di balik angka 19.579, ada 19.579 cerita: seorang taruna yang terukur resiliensinya, komunitas yang didampingi dalam menjaga kesehatan mentalnya, hingga keluarga yang terbantu memahami tumbuh kembang anaknya. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, sebanyak itulah masyarakat yang tersentuh langsung oleh layanan dan kegiatan pengabdian Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Angka ini menegaskan bahwa ilmu psikologi di UGM tidak berhenti di ruang kuliah dan jurnal, ilmu itu turun ke tengah masyarakat dan menjawab persoalan yang nyata.
Fakultas Psikologi UGM
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar sosialisasi tata cara penggunaan timbangan sampah berbasis Internet of Things (IoT) pada Selasa (28/7) di Ruang B-112, Fakultas Psikologi UGM. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Sustainability Campus Action (SCA) sekaligus upaya Tim Satuan Tugas (Satgas) Pengelolaan Sampah UGM menyeragamkan pengukuran timbulan sampah di seluruh fakultas dan unit kerja di lingkungan universitas. Fakultas Psikologi sendiri telah menerapkan penggunaan timbangan sampah tersebut sejak 12 Mei 2026 sehingga sosialisasi ini menjadi bagian dari pendampingan lanjutan yang dilakukan Satgas.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat layanan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) melalui Pelatihan Kader Posbindu yang diikuti tenaga kependidikan (tendik) di Ruang D-402 Fakultas Psikologi UGM, Jumat (24/7). Pelatihan ini diselenggarakan untuk menambah jumlah kader Posbindu seiring meningkatnya kebutuhan layanan skrining kesehatan di lingkungan fakultas.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) membekali tenaga kependidikan (tendik) agar mampu menjadi Safe Adult dan First Aider bagi rekan kerja maupun mahasiswa yang membutuhkan dukungan psikologis awal. Pelatihan yang diselenggarakan atas kerja sama Health Promoting University (HPU) Fakultas Psikologi UGM dan Center for Public Mental Health (CPMH) ini digelar di Ruang D-402 Fakultas Psikologi UGM, Jumat (24/7).
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melepas 12 lulusan Program Pascasarjana pada Rabu (22/7) dalam acara Pelepasan Wisudawan/Wisudawati Periode IV Tahun Akademik 2025/2026 di Ruang A-203, Gedung A Fakultas Psikologi UGM. Para lulusan terdiri atas 10 lulusan Program Magister Psikologi dan dua lulusan Program Doktor Ilmu Psikologi.
Menjelang Wisuda Pascasarjana Periode IV Tahun Akademik 2025/2026, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Career Center membekali 10 calon wisudawan Program Magister Psikologi dengan strategi membngun karier yang bermakna dan berdampak melalui Pembekalan Wisuda, Senin (20/7). Mengusung tema Designing Your Next Chapter: Building a Career with Purpose and Impact, pembekalan menghadirkan Rahmayanti, S.Psi., M.A., Founder RIG Consulting sekaligus alumnus Magister Psikologi UGM. Para peserta akan mengikuti prosesi wisuda pada Rabu (22/7).
Fakultas Psikologi UGM Gelar Bridging Course Delapan Minggu bagi Calon Mahasiswa Profesi Angkatan VI
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Bridging Course bagi 49 calon mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Profesi Psikologi Angkatan VI sebagai bekal sebelum memasuki perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Program yang berlangsung selama delapan minggu, mulai 15 Juni hingga 6 Agustus 2026, ini dirancang untuk menyamakan kompetensi dasar peserta sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi proses pendidikan profesi.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi memulai pembangunan Gedung C melalui prosesi peletakan batu pertama yang diselenggarakan pada Selasa (14/7). Gedung tujuh lantai dengan satu semi-basement tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 12.335 meter persegi oleh PT Tigamas Mitra Selaras dan ditargetkan rampung pada 28 Juni 2027.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Temu Mitra Kerja Sama 2026 pada Jumat (10/7) di Ruang A-203 Fakultas Psikologi UGM. Forum yang dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) ini dihadiri 35 perwakilan mitra, terdiri atas 18 peserta luring dan 17 peserta daring, dari kementerian dan lembaga pemerintah, TNI, Polri, BUMN, dunia industri, media, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, hingga alumni.
Institusi pendidikan perlu mengubah pola pemberitaannya dari sekadar melaporkan pelaksanaan kegiatan menjadi pemberitaan yang mengangkat kepakaran, gagasan baru, dan persoalan yang relevan bagi masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai dapat membuat berita institusi lebih menarik sekaligus berpeluang menjadi rujukan media arus utama.