Yogyakarta, 10 Februari 2026 – Bagaimana ingatan dan perhatian publik terhadap bencana berubah seiring waktu? Pertanyaan ini menjadi fokus kajian terbaru yang melibatkan peneliti Fakultas PsikologiUniversitas Gadjah Mada (UGM) dalam sebuah studi internasional tentang dinamika kognisi kolektif bencana di era digital.
Penelitian tersebut dipublikasikan dalam Journal of Disaster Research melalui artikel berjudul “Spatio-Temporal Dynamics of Collective Disaster Event Cognition in the Digital Sphere: A Long-Term Case Study of the Great East Japan Earthquake (2011–2025).” Studi ini merupakan kolaborasi peneliti dari Jepang dan Indonesia, dengan keterlibatan akademisi Fakultas PsikologiUGM dalam tim penulis.
Kajian ini meneliti bagaimana kesadaran, perhatian, dan ingatan publik terhadap peristiwa bencana berkembang dari waktu ke waktu di ruang digital. Sebagai studi kasus, peneliti menganalisis respons publik terhadap Gempa di Tohoku, Jepang pada tahun 2011, salah satu bencana paling dahsyat dalam sejarah Jepang modern.
Menggunakan data jangka panjang dari Google Trends, peneliti melacak pola pencarian informasi terkait bencana selama lebih dari satu dekade. Pendekatan ini memungkinkan peneliti melihat bagaimana minat dan perhatian publik naik-turun, serta bagaimana peringatan tahunan dan peristiwa bencana lain memengaruhi memori kolektif masyarakat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhatian publik cenderung meningkat secara signifikan pada momen peringatan tahunan dan ketika terjadi bencana besar lainnya. Fenomena ini mengindikasikan adanya association effect, di mana satu peristiwa bencana dapat memicu kembali ingatan publik terhadap bencana sebelumnya.
Studi ini juga menemukan bahwa hubungan antara jarak geografis dan tingkat perhatian publik tidak selalu bersifat linear. Dengan kata lain, kedekatan lokasi dengan area terdampak tidak selalu menentukan tinggi-rendahnya perhatian publik. Pola ini justru lebih kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial serta informasi digital.
Temuan ini menegaskan bahwa ruang digital kini berperan penting dalam membentuk memori kolektif tentang bencana. Cara masyarakat mencari, mengakses, dan membagikan informasi secara daring ikut menentukan bagaimana suatu peristiwa diingat atau dilupakan.
Penelitian ini memiliki implikasi penting bagi strategi komunikasi risiko dan edukasi kebencanaan. Dengan memahami pola perhatian publik di ruang digital, pemangku kepentingan dapat merancang komunikasi yang lebih efektif untuk menjaga kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kognisi terhadap bencana bukan lagi persoalan yang terbatas pada daerah terdampak saja, melainkan tanggungjawab bersama sebagai konsekuensi dunia yang saling terhubung.
Keterlibatan peneliti UGM dalam studi ini menunjukkan kontribusi aktif UGM dalam riset kebencanaan global. Kajian semacam ini dinilai penting, terutama bagi negara rawan bencana seperti Indonesia, agar upaya mitigasi dan kesiapsiagaan dapat didukung oleh pemahaman yang lebih baik tentang perilaku informasi masyarakat.
Melalui riset ini, Fakultas PsikologiUGM kembali menegaskan komitmennya dalam pengembangan ilmu pengetahuan yang relevan dengan tantangan nyata masyarakat, termasuk dalam upaya pengurangan risiko bencana di era digital.
Selamat untuk tim peneliti.
Link artikel: https://www.fujipress.jp/jdr/dr/dsstr002100010181/
Penata: Fauzi
Editor: Zufar