Yogyakarta, 3 Februari 2026 – Diabetes melitus tipe 2 masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Selain pengobatan medis, keberhasilan pengelolaan diabetes sangat ditentukan oleh kemampuan pasien dalam merawat diri sehari-hari. Menjawab kebutuhan tersebut, tim peneliti Fakultas PsikologiUniversitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan EduDiaCare, sebuah modul edukasi diabetes yang dirancang khusus agar sesuai dengan konteks budaya dan kondisi pasien di Indonesia.
Inovasi ini dipublikasikan dalam jurnal internasional American Journal of Health Education (2026) melalui artikel berjudul “EduDiaCare for Individuals with Type 2 Diabetes: Development, Content Validation, and Acceptability Testing.” Penelitian ini dilakukan oleh Nida Ul Hasanat, Martaria Rizky Rinaldi, Gilles van Luijtelaar, dan Kwartarini Wahyu Yuniarti.
Berangkat dari keterbatasan modul edukasi yang dapat diterapkan secara praktis di Indonesia, tim peneliti merancang EduDiaCare sebagai modul edukasi terstruktur untuk mendukung self-management pasien. Modul ini dikembangkan berdasarkan kerangka AADE7 Self-Care Behaviors, sebuah model konseptual yang sistematis untuk edukasi dan intervensi diabetes. Kerangka tersebut meliputi beberapa domain perilaku yang dapat dijadikan panduan praktis untuk melakukan self-management yang efektif. Perbedaan EduDiaCare dari modul lain adalah proses pengembangannya yang mempertimbangkan nilai budaya, kebiasaan, dan praktik kesehatan masyarakat Indonesia. Dengan demikian, materi yang disampaikan menjadi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari pasien.
Dalam pengembangannya, modul ini melalui tahap uji validitas konten yang melibatkan 10 pakar dari berbagai disiplin ilmu. Uji validitas ini mengevaluasi relevansi dan kegunaan praktis dari setiap kegiatan yang terdapat di modul menggunakan 2 alat ukur: Item-Level Content Validity Index dan Scale-Level Content Validity Index. Selain itu, modul ini juga diuji keberterimaannya (acceptability) melalui kuesioner terbuka yang diberikan pada lima partisipan setelah menyelesaikan rangkaian intervensi. Hasilnya menunjukkan tingkat validitas konten yang sangat tinggi. Hampir seluruh komponen modul dinilai relevan dan bermanfaat secara praktis. Selain itu, uji keberterimaan yang melibatkan partisipan menunjukkan bahwa modul ini mudah dipahami, nyaman digunakan, dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari.
Para peserta juga menilai bahwa penggunaan alur cerita, pendekatan komunikatif, serta materi visual dalam EduDiaCare membantu mereka lebih memahami cara pengelolaan diri yang efektif. Pendekatan ini dinilai mampu membangun kedekatan antara tenaga kesehatan dan pasien, sehingga proses edukasi menjadi lebih efektif.
Tim peneliti menilai bahwa EduDiaCare memiliki potensi besar untuk diterapkan secara lebih luas. Modul ini dapat dimanfaatkan oleh tenaga kesehatan, konselor, maupun pendidik kesehatan sebagai panduan edukasi diabetes yang terstruktur dan berpusat pada pasien. Ke depan, EduDiaCare diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan pengelolaan diri pasien diabetes tipe 2, sekaligus membantu meningkatkan kualitas hidup mereka secara berkelanjutan. Inovasi ini juga menunjukkan komitmen UGM dalam menghadirkan solusi kesehatan berbasis riset yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Melalui penelitian ini, Fakultas Psikologi UGM kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan dampak nyata bagi kesehatan masyarakat.
Publikasi ini dapat diakses pada link: https://doi.org/10.1080/19325037.2025.2609309
Selamat kepada Dr. Nida Ul Hasanat, Prof. Kwartarini, dan tim penulis.
Penata: Fauzi
Editor: Zufar