•  Tentang UGM
  •  Perpustakaan
  • Informasi Publik
  • Sistem Informasi Terintegrasi
  • Simaster
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada
  • TENTANG KAMI
    • Selayang Pandang
      • Sejarah
      • Perintis
    • Manajemen
    • Tenaga Pendidik
    • Tenaga Kependidikan
    • Jaminan Mutu
  • PENDIDIKAN
    • Sarjana Psikologi
    • International Undergraduate Program
    • Program Pendidikan Profesi Psikologi
    • Magister Psikologi
    • Doktor Ilmu Psikologi
  • PENELITIAN & PENGABDIAN
    • Roadmap Penelitian dan PkM
    • Penelitian
    • Publikasi
    • Pengabdian
    • Kerja Sama
  • MAHASISWA
    • Tata Perilaku Mahasiswa
    • Lowongan Magang PKS
    • Beasiswa
    • Badan Kegiatan Mahasiswa
    • Prestasi Mahasiswa
  • FASILITAS
    • Laboratorium
    • Kelompok Riset
    • Dukungan Non-akademik
  • Beranda
  • Rilis
  • Menjaga Kesehatan Mental Remaja Indonesia: Menggali Definisi, Tantangan, dan Faktor Pelindung dari Suara Remaja

Menjaga Kesehatan Mental Remaja Indonesia: Menggali Definisi, Tantangan, dan Faktor Pelindung dari Suara Remaja

  • Rilis
  • 31 Oktober 2025, 14.27
  • Oleh: Humas
  • 0

Tim peneliti dari Center for Life-Span Development (CLSD) Fakultas Psikologi UGM menginisiasi sebuah studi kualitatif untuk memahami bagaimana remaja Indonesia memaknai kesehatan mental, tantangan yang mereka hadapi, serta faktor protektif dan risiko yang mempengaruhi kesejahteraan psikologis mereka. Temuan nasional menunjukkan 34,9% remaja terindikasi mengalami masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir dan hanya 2,6% yang pernah mengakses layanan. Berdasarkan data tersebut, riset ini berupaya menangkap perspektif langsung dari remaja agar intervensi yang dirancang benar-benar selaras dengan pengalaman mereka. Penelitian ini didanai oleh Hibah Penelitian Fakultas Psikologi UGM 2025.

Riset ini berangkat dari keprihatinan atas dinamika “storm and stress” pada masa remaja yang diwarnai perubahan biologis, kognitif, dan sosial, seperti tekanan akademik, relasi dengan keluarga dan teman sebaya, hingga paparan media sosial, yang akhirnya dapat berdampak pada peningkatan risiko masalah emosional. Sejumlah studi global dan nasional menunjukkan bahwa setengah dari gangguan kesehatan mental bermula sebelum usia 14 tahun, namun sering kali tidak terdeteksi dan tidak tertangani secara memadai. Situasi ini bukan hanya berdampak pada fungsi psikologis saat ini, melainkan juga pada kualitas kesehatan dan produktivitas di masa dewasa. Di sisi lain, banyak remaja yang berhasil bertahan melewati dinamika ini berkat keberadaan faktor protektif seperti dukungan sosial yang berkualitas, resiliensi personal, keterampilan regulasi emosi, dan rasa memiliki di lingkungan sekolah. Memahami keseimbangan antara risiko dan pelindung dalam konteks Indonesia menjadi kunci bagi upaya pencegahan dan penanganan dini yang efektif.

Dengan pendekatan grounded theory, penelitian ini menempatkan suara remaja sebagai pusat pengembangan pemahaman. Tim peneliti akan merekrut sekitar 15–30 partisipan berusia 12–17 tahun yang berdomisili di Indonesia, dan melakukan wawancara mendalam semi-terstruktur secara daring. Proses pengumpulan data dan analisis berlangsung iteratif: dimulai dari open coding untuk mengidentifikasi konsep awal, dilanjutkan axial coding untuk merangkai keterkaitan kategori, dan selective coding guna merumuskan konsep inti yang merepresentasikan pengalaman kolektif remaja. Pengambilan sampel dilakukan secara purposif dan diarahkan oleh kebutuhan teori (theoretical sampling), hingga dicapai kejenuhan data. Validitas temuan diperkuat melalui member checking, memastikan interpretasi peneliti selaras dengan makna yang dimaksudkan partisipan.

Tujuan utama riset mencakup empat hal: memetakan definisi kesehatan mental dari sudut pandang remaja; mengidentifikasi tantangan utama dalam konteks sosial, akademik, dan keluarga; menggali strategi yang mereka gunakan untuk menjaga kesejahteraan psikologis sehari-hari; serta memetakan faktor protektif dan risiko yang mereka alami dalam keseharian. Kerangka ekologis digunakan untuk membaca temuan, menempatkan individu dalam jejaring pengaruh keluarga, sekolah, dan komunitas. Pada tingkat individu, resiliensi, harga diri, dan perilaku prososial kerap menjadi penyangga; sementara stres dan masalah emosional dapat memperlemah ketahanan. Dalam keluarga, kelekatan, pemantauan yang hangat, dan komunikasi yang sehat berasosiasi dengan gejala depresi yang lebih rendah, sedangkan konflik yang berlarut berisiko memicu kecemasan. Lingkungan sekolah yang inklusif, hubungan positif guru–siswa, serta rasa memiliki di sekolah dapat memperkuat kesejahteraan mental, sebaliknya perundungan dan persepsi lingkungan tidak aman menjadi pemicu masalah. Di ranah komunitas, jejaring sosial yang ramah dan toleran dapat melindungi, sementara konflik sosial, kekerasan, dan ketidakstabilan meningkatkan kerentanan.

Tim peneliti dipimpin oleh Aisha Sekar Lazuardini Rachmanie, S.Psi., M.Psi., Psikolog (CLSD), dengan anggota Aliyaturrahmah Supriyadi, S.Psi., MHS., Wulan Nur Jatmika, S.Psi., M.Sc., dan Pradytia Putri Pertiwi, S.Psi., Ph.D., serta didukung asisten peneliti dari mahasiswa S2 dan alumni Retni Retnasari, S.Psi ; Siti Afifa Choirunissah, S.Psi ; Zararah Yusri Nasution, S.Psi ; Debrinna Tryanan Asmaradhani, S.Psi., M.A; dan I Marannu Andi Khalsiha, S.Psi. Dengan latar keilmuan psikologi perkembangan dan klinis, tim menggabungkan kepekaan pada dinamika usia remaja dengan orientasi intervensi yang berbasis bukti. Penelitian direncanakan berlangsung selama sepuluh bulan di lingkungan Fakultas Psikologi UGM.

Luaran yang ditargetkan meliputi publikasi pada jurnal nasional terakreditasi serta diseminasi hasil dalam bentuk pemberitaan berbasis prinsip SDGs. Harapannya, riset ini menghasilkan konstruksi teoritis yang lahir dari pengalaman autentik remaja Indonesia, yang dapat menjadi pijakan penyusunan kebijakan dan program intervensi yang lebih relevan, terukur, dan peka konteks. Dalam jangka panjang, temuan ini diharapkan memperkaya ekosistem dukungan bagi remaja, dari keluarga hingga sekolah dan komunitas, untuk membangun ketahanan psikologis, mengurangi dampak faktor risiko, dan meningkatkan akses serta penerimaan terhadap layanan kesehatan mental yang dibutuhkan. Dengan memusatkan suara remaja, penelitian ini berupaya menghadirkan peta yang lebih jernih tentang apa yang dimaknai sebagai “sehat secara mental” dan bagaimana Indonesia dapat lebih tepat sasaran dalam merawatnya.

 

Penulis: Raden Roro Anisa Anggi Dinda

Tags: Kesehatan Mental Remaja SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas

Berita Terkini

  • Sinergi Tanpa Batas: CPMH UGM dan Mitra Lokal Salurkan Ratusan Bantuan Kemanusiaan bagi Penyintas Banjir AcehJanuari 9, 2026
  • Kado Istimewa Ulang Tahun ke-61 Fakultas Psikologi UGM: Kontribusi Ilmiah untuk Kesehatan Mental, Ketangguhan, dan Konteks IndonesiaJanuari 7, 2026
  • CPMH UGM Hadirkan Dukungan Psikososial Komprehensif bagi Penyintas Banjir di AcehDesember 23, 2025
  • Obrolan Psikologi Episode 18 Mindful Spending di Akhir Tahun: Ketika Emosi Mengatur DompetDesember 17, 2025
  • Dosen Fakultas Psikologi UGM Raih Anugerah Dosen Inspiratif Bidang Sosial dan HumanioraDesember 10, 2025
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Jalan Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
fpsi[at]ugm.ac.id
+62 (274) 550435 (hunting)
+62 (274) 550435 ext 158
psikologiugm
psikologiugm
psikologi_ugm
Kanal Psikologi UGM

TENTANG KAMI

  • Selayang Pandang
  • Sejarah
  • Manajemen
  • Tenaga Pendidik
  • Tenaga Kependidikan

INFORMASI PUBLIK

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

FASILITAS

  • Fasilitas Pendidikan
  • Laboratorium
  • Kelompok Riset
  • Publikasi & Jurnal
  • Dukungan Non-akademik

MAHASISWA

  • Tata Perilaku Mahasiswa
  • Mitra Magang MBKM
  • Beasiswa
  • Badan Kegiatan Mahasiswa

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju