Martaria Rizky Rinaldi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, berhasil meraih gelar Doktor usai melaksanakan Ujian Terbuka Program Doktor Ilmu Psikologi pada Rabu (14/1), bertempat di ruang A203 Fakultas Psikologi UGM. Ia berhasil lulus menjadi Doktor ke-7093 UGM dengan disertasi berjudul “HypnoDiaCare untuk Individu dengan Diabetes Mellitus Tipe 2: dari Pemetaan Bukti dan Pengembangan Intervensi Hingga Uji Terkontrol Acak dan Evaluasi Psikofisiologis”.
Ujian terbuka disertasi ini dipimpin oleh Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog, selaku Ketua Sidang. Disertasi tersebut disusun di bawah bimbingan Prof. Kwartarini Wahyu Yuniarti, M.Med.Sc., Ph.D., Psikolog, sebagai Promotor, serta Prof. Em. Gilles Van Luijtelaar, Ph.D., dan Dr. Nida Ul Hasanat, M.Si., Psikolog, sebagai Ko-Promotor.
Dalam disertasinya, Staf pengajar di Universitas Mercu Buana ini menyoroti tantangan pengelolaan penyakit kronis yang tidak hanya bersifat medis, tetapi juga berkaitan dengan aspek psikologis dan perilaku kesehatan. Ia mengembangkan HypnoDiaCare sebagai intervensi integratif yang mengombinasikan edukasi manajemen diri diabetes dengan teknik hipnosis klinis. Pengembangan intervensi dilakukan melalui tahapan pemetaan bukti ilmiah, penyusunan modul, serta pengujian efektivitas menggunakan metode Randomized Controlled Trial (RCT) dan evaluasi psikofisiologis.

“Keterbatasan pendekatan edukasi berbasis kognitif serta kebutuhan akan intervensi psikologis yang integratif menjadi dasar pengembangan HypnoDiaCare bagi individu dengan Diabetes Melitus Tipe 2,” ujar Martaria dalam ujian terbuka disertasinya.
Lebih lanjut, intervensi ini dirancang dengan mengintegrasikan komponen edukasi manajemen diri dan hipnosis klinis secara terstruktur.
“HypnoDiaCare dikembangkan dengan mengintegrasikan edukasi manajemen diri diabetes dan teknik hipnosis klinis dalam satu kerangka intervensi psikologis yang terstruktur,” katanya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa HypnoDiaCare memiliki tingkat keberterimaan yang baik serta memberikan manfaat pada aspek psikologis dan perilaku perawatan diri individu dengan Diabetes Melitus Tipe 2.
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa HypnoDiaCare dapat diterima dengan baik dan memberikan perbaikan pada aspek psikologis serta perilaku perawatan diri penyandang Diabetes Melitus Tipe 2,” jelasnya.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan intervensi psikologis pada kondisi penyakit kronis lainnya dengan memanfaatkan pendekatan terintegrasi dan evaluasi psikofisiologis.
Penulis: Erna Tri Nofiyana