Dyah Pitaloka Putri Sutanto, Alumni Psikologi UGM Inisiasi Creative Wellness dengan Sentuhan Budaya

Alumni Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) terus menunjukkan kiprah inspiratif, salah satunya adalah Dyah Pitaloka Putri Sutanto. Salah satu lulusan terbaik Sarjana Psikologi 2024 ini menggagas Dymeraki Creative Wellness, sebuah platform digital wellness yang mengintegrasikan kesehatan mental dengan perspektif budaya Indonesia.

Dymeraki lahir dari refleksi Dyah atas tantangan yang ia hadapi pasca lulus. Meski memiliki segudang prestasi akademik dan pengalaman organisasi yang kuat, ia menghadapi beberapa penolakan dalam dunia kerja yang sempat menggoyahkan kepercayaan dirinya. “Sebagai lulusan terbaik dengan segudang pengalaman, apa yang masih kurang?”, ujar Dyah.

Namun, dari pengalaman itu, Dyah menemukan jalan baru. Ia menciptakan platform yang tidak hanya mengintegrasikan kesehatan mental dengan kearifan budaya Indonesia, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat luas.

“Perjalanan ini mengajarkanku bahwa berhenti sejenak bukan tanda kegagalan, tetapi bagian penting dari proses menuju keberhasilan. Berani bangkit dan mencoba lagi meskipun rasa percaya diri goyah adalah langkah penting untuk meraih mimpi. Aku percaya bahwa keberhasilan sejati bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga bagaimana menciptakan sesuatu yang bernilai bagi orang lain,” ujarnya. 

Kiprah di Kampus 

Inovasi Dyah saat ini tentu tidak terlepas dari tabungan prestasi akademik dan non akademik sejak ia mengenyam pendidikan sarjana. Sejak masa kuliah Dyah aktif dalam advokasi kesehatan mental. Saat bergabung dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UGM, ia turut mendirikan hotline kesehatan mental bagi mahasiswa yang mengalami stres tinggi dan gangguan psikologis lainnya.

“Aku menemani banyak teman kita yang butuh bantuan klinis, seperti mahasiswa dengan stres tinggi hingga gangguan lainnya. Aku mewakili Kementerian Kesehatan Mental BEM-KM UGM dengan bantuan DITMAWA mengawal penanganan dengan membersamai proses  mereka mendapatkan pertolongan profesional dari GMC, hingga mendapat rujukan ke RSA dan Sardjito,” kenangnya. 

Tidak berhenti disitu, Dyah juga menginisiasi program Berbagi Rasa, yang menggabungkan psikologi positif dengan elemen budaya dan seni untuk merayakan Hari Kesehatan Mental Dunia. Ia juga dipercaya mewakili BEM dalam penandatanganan Kesepakatan Kampus Ramah Perempuan dan Anak, menegaskan komitmen UGM dalam menciptakan lingkungan kampus yang lebih inklusif.

Dymeraki 

Kini, Dyah fokus mengembangkan Dymeraki Creative Wellness, yang tidak hanya memberikan layanan kesehatan mental berbasis budaya namun juga inklusif dan mudah diakses. 

Ia berharap Dymeraki dapat berkembang menjadi platform unggulan yang dikenal secara nasional bahkan internasional. Dengan memadukan pendekatan psikologi positif dan kearifan lokal, ia berharap dapat menjangkau lebih banyak individu dari berbagai kalangan. Melalui inovasi yang berkelanjutan, Dymeraki akan menghadirkan program edukasi, konseling berbasis digital, serta kegiatan kreatif dan interaktif yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan mental. 

“Keberhasilan sejati bukan hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga bagaimana menciptakan sesuatu yang bernilai bagi orang lain,” pungkasnya. 

Penulis: Ghinaa Durratul Hikmah

Penyunting: Relung Fajar Sukmawati/ Erna Tri Nofiyana