•  Tentang UGM
  •  Perpustakaan
  • Informasi Publik
  • SDGs
  • SIT
  • Simaster
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada
  • TENTANG KAMI
    • Selayang Pandang
      • Sejarah
      • Perintis
    • Manajemen
    • Tenaga Pendidik
    • Tenaga Kependidikan
    • Jaminan Mutu
  • PENDIDIKAN
    • Sarjana Psikologi
    • International Undergraduate Program
    • Program Pendidikan Profesi Psikologi
    • Magister Psikologi
    • Doktor Ilmu Psikologi
  • PENELITIAN & PENGABDIAN
    • Roadmap Penelitian dan PkM
    • Penelitian
    • Publikasi
    • Pengabdian
    • Kerja Sama
  • MAHASISWA
    • Tata Perilaku Mahasiswa
    • Lowongan Magang Wajib
    • Beasiswa
    • Badan Kegiatan Mahasiswa
    • Prestasi Mahasiswa
  • FASILITAS
    • Laboratorium
    • Kelompok Riset
    • Dukungan Non-akademik
  • Beranda
  • Rilis
  • Dosen Psikologi UGM Kaji Pengaruh Pengalaman Masa Kecil terhadap Kontrol Inhibisi

Dosen Psikologi UGM Kaji Pengaruh Pengalaman Masa Kecil terhadap Kontrol Inhibisi

  • Rilis
  • 22 Oktober 2026, 13.47
  • Oleh: Humas
  • 0

Yogyakarta – Tim peneliti Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Neurosains Perilaku dan Laboratorium Proses Mental Perilaku Fakultas Psikologi UGM melakukan kajian literatur sistematis tentang dampak Adverse Childhood Experiences (ACEs) atau pengalaman buruk masa kanak-kanak terhadap kontrol inhibisi otak. Kajian ini menggunakan bukti dari paradigma elektroensefalografi (EEG) dan didanai oleh Hibah Penelitian Fakultas Psikologi UGM Tahun Anggaran 2026.

Penelitian berjudul Dampak Adverse Childhood Experiences terhadap Kontrol Inhibisi melalui Paradigma Elektroensefalografi (EEG): Kajian Literatur Sistematis ini diketuai oleh Satwika Rahapsari, S.Psi., M.A., Ph.D. Anggota tim antara lain Anjuni Khofifah Hanifi, S.Psi., M.Sc., dari KBK Neurosains Perilaku dan Maria Gracia Amara Pawitra, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dari KBK Klinis. Penelitian ini juga melibatkan mahasiswa S1, S2, dan S3.

Apa itu ACEs?

ACEs mencakup berbagai paparan peristiwa stres atau traumatis pada masa perkembangan awal, seperti kekerasan emosional, fisik, dan seksual, penelantaran, serta disfungsi rumah tangga. Berbagai penelitian mengaitkan ACEs dengan risiko gangguan psikologis, termasuk depresi, kecemasan, dan gangguan stres pascatrauma. Dalam beberapa tahun terakhir, perhatian ilmuwan juga tertuju pada dampaknya terhadap perkembangan otak dan fungsi kognitif.

Salah satu fungsi kognitif-psikologis yang terdampak adalah kontrol inhibisi, yaitu kemampuan menekan respons otomatis atau tidak relevan agar perilaku tetap terarah pada tujuan. Kemampuan ini mendasari regulasi diri, pengambilan keputusan, dan fungsi adaptif sehari-hari. “Meski ACEs dan kognisi telah banyak diteliti, kajian yang mengintegrasikan ACEs, kontrol inhibisi, dan indikator berbasis EEG masih terbatas,” demikian celah pengetahuan yang menjadi titik tolak penelitian ini.

Selama ini, sebagian besar penelitian tentang dampak ACEs terhadap fungsi kognitif bertumpu pada ukuran perilaku, seperti akurasi dan waktu reaksi pada tugas Go/No-Go atau Stroop, atau pada neuroimaging berresolusi temporal rendah seperti fMRI. Ukuran perilaku hanya menampilkan hasil akhir dari suatu proses, sehingga dua orang dengan performa yang sama dapat saja mengandalkan mekanisme saraf yang berbeda. Sementara itu, fMRI unggul dalam menentukan lokasi aktivitas otak, tetapi kurang peka terhadap dinamika saraf yang berlangsung sangat cepat saat seseorang mendeteksi konflik dan menahan responsnya. EEG mengisi kekosongan ini karena merekam aktivitas otak pada skala milidetik, sehingga komponen ERP seperti N2 dan P3 dapat menunjukkan pada tahap mana proses inhibisi mengalami perubahan pada individu dengan riwayat ACEs. Selain itu, EEG relatif terjangkau, non-invasif, dan portabel, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai penanda risiko (biomarker) yang dapat digunakan pada anak dan remaja, baik di klinik maupun di lingkungan pendidikan. Dengan mensintesis temuan EEG secara sistematis, kajian ini diharapkan dapat mengidentifikasi pola neural yang konsisten dan menjadi dasar bagi intervensi dini yang berbasis mekanisme.

Melihat otak dalam hitungan milidetik

EEG merekam aktivitas listrik otak dengan resolusi waktu sangat tinggi pada skala milidetik. Melalui analisis event-related potentials (ERP), peneliti dapat menelaah komponen gelombang otak seperti N2 dan P3 yang berkaitan dengan deteksi konflik, pemantauan respons, dan penghambatan motorik. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti empiris hubungan antara ACEs dan kontrol inhibisi, mengidentifikasi penanda neurofisiologis berbasis EEG yang konsisten terkait paparan ACEs; dan menjelaskan mekanisme neurokognitif yang mendasari hubungan tersebut.

Tim menyusun protokol berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur mencakup Scopus, PsycINFO, MEDLINE, dan Web of Science. Jika memungkinkan, data akan dianalisis dengan meta-analisis three-level random-effects menggunakan perangkat lunak R.

Kontribusi pada SDGs

Penelitian ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Memahami jejak neurobiologis ACEs dapat membantu pengembangan intervensi dini berbasis mekanisme, strategi pencegahan, dan identifikasi penanda risiko yang berguna dalam konteks klinis, sehingga mendukung kesehatan mental sepanjang hayat. SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Kontrol inhibisi berperan penting dalam perhatian dan regulasi diri anak dan remaja di lingkungan belajar. Temuan penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada strategi pembelajaran berbasis neurosains yang lebih peka terhadap pengalaman adversitas peserta didik. SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh (khususnya target 16.2 tentang penghapusan kekerasan terhadap anak). Dengan menunjukkan dampak nyata kekerasan dan penelantaran pada fungsi otak, penelitian ini memperkuat dasar ilmiah bagi upaya perlindungan anak.

Luaran dan harapan

Penelitian ini menargetkan publikasi di jurnal internasional bereputasi minimal Q3, dengan rencana pengiriman artikel pada Januari 2027. Penelitian ini juga melanjutkan rangkaian kajian tim tentang dampak ACEs terhadap kontrol kognitif, termasuk kajian sistematis dan meta-analisis studi prospektif yang dipublikasikan di Trauma, Violence, & Abuse (2025) dalam artikel berikut: The Impact of Adverse Childhood Experiences on Cognitive Control Across the Lifespan: A Systematic Review and Meta-analysis of Prospective Studies.

Melalui kajian lanjutan ini, Fakultas Psikologi UGM berharap dapat memperkuat bukti ilmiah tentang bagaimana pengalaman buruk di masa kecil membentuk otak dan perilaku, serta menjadi landasan bagi upaya pencegahan dan intervensi yang lebih tepat sasaran bagi anak dan remaja Indonesia.

Penulis dan foto: Laboratorium Proses Mental Perilaku

Tags: Adverse Childhood Experiences Electroencephalography (EEG) Fakultas Psikologi UGM Kajian Literatur Sistematis Kesehatan Mental Anak Kontrol Inhibisi labpmp Neurosains Perilaku SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4: Pendidikan Berkualitas SDGs

Berita Terkini

  • UPAP Fakultas Psikologi UGM Dampingi Peserta PAPS Disabilitas DaksaOktober 22, 2026
  • Dosen Psikologi UGM Kaji Pengaruh Pengalaman Masa Kecil terhadap Kontrol InhibisiOktober 22, 2026
  • Fakultas Psikologi UGM dan FKIK Universitas Jambi Perpanjang Kerja Sama Tridharma Perguruan TinggiOktober 21, 2026
  • Fakultas Psikologi UGM Jalin Kerja Sama Internasional untuk Adaptasi Fairy Tale Test di IndonesiaOktober 20, 2026
  • UKP Psikologi UGM dan PLPBK UNJ Bahas Pengembangan dan Pengelolaan Layanan KonsultasiOktober 15, 2026
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Jalan Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
fpsi[at]ugm.ac.id
+62 (274) 550435 (hunting)
+62 (274) 550435 ext 158
psikologiugm
psikologiugm
psikologi_ugm
Kanal Psikologi UGM

TENTANG KAMI

  • Selayang Pandang
  • Sejarah
  • Manajemen
  • Tenaga Pendidik
  • Tenaga Kependidikan

INFORMASI PUBLIK

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

FASILITAS

  • Fasilitas Pendidikan
  • Laboratorium
  • Kelompok Riset
  • Publikasi & Jurnal
  • Dukungan Non-akademik

MAHASISWA

  • Tata Perilaku Mahasiswa
  • Mitra Magang MBKM
  • Beasiswa
  • Badan Kegiatan Mahasiswa

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju