Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Center for Life-Span Development (CLSD) memperkuat kerja sama dalam pengembangan dan pemanfaatan Fairy Tale Test (FTT) melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) dengan Projective Fairy Tale Test Society dari Yunani. Kerja sama ini mendukung pengembangan asesmen psikologis, penelitian, pendidikan, serta pemanfaatan Fairy Tale Test secara lebih luas dan bertanggung jawab di Indonesia.
Fairy Tale Test merupakan salah satu alat asesmen psikologis proyektif yang digunakan untuk memahami dinamika kepribadian individu, khususnya anak, melalui respons terhadap cerita dan tokoh-tokoh dalam dongeng. Instrumen ini telah diterjemahkan dan distandardisasi di berbagai negara, antara lain Prancis, Italia, Spanyol, Hungaria, Slovenia, Polandia, dan Rusia. Namun, hingga saat ini Fairy Tale Test belum diadaptasi dan distandardisasi dalam konteks Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan proses adaptasi agar instrumen ini dapat digunakan secara tepat, relevan, dan sesuai dengan konteks budaya masyarakat Indonesia. Melalui kerja sama ini, FTT akan diadaptasi secara resmi ke dalam Bahasa Indonesia sehingga dapat digunakan secara valid sesuai konteks budaya Indonesia.
Fairy Tale Test dirancang untuk anak usia 6-12 tahun dan dikembangkan oleh Carina Coulacoglou sebagai bagian dari disertasi doktoralnya di University of Exeter, Inggris. Instrumen ini terdiri atas 21 kartu yang terbagi dalam tujuh set (karya seniman dan desainer grafis Anthony Glykos), sebuah manual, serta protokol yang memuat rangkaian pertanyaan baku beserta respons anak. Tokoh-tokoh yang ditampilkan pada kartu diambil dari sejumlah dongeng populer, seperti Little Red Riding Hood, Snow White and the Seven Dwarfs, dan Jack and the Beanstalk. Dalam cerita-cerita tersebut, pikiran dan emosi tokoh tidak digambarkan secara eksplisit. Melalui proses identifikasi inilah anak memproyeksikan pikiran, emosi, maupun konfliknya sendiri.
Kerja sama tersebut melibatkan Fakultas Psikologi UGM yang diwakili oleh Dekan periode 2021-2026, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., bersama Aikaterini (Carina) Coulacoglou selaku pengelola sekaligus penulis (author) instrumen Fairy Tale Test. Pelaksanaan kerja sama ini dikoordinasikan oleh tim CLSD yang terdiri atas Wahyu Widhiarso, S.Psi., M.A., sebagai Project Manager; Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog, selaku Kepala CLSD; beserta para peneliti dari CLSD.
Melalui kerja sama ini, para pihak sepakat membangun kolaborasi penelitian berbasis luaran. Ruang lingkup kerja sama mencakup penerjemahan Manual FTT ke dalam Bahasa Indonesia, pengumpulan 1.200 protokol data valid dari populasi anak usia 6-12 tahun di lima wilayah (Yogyakarta, Jakarta, Kupang, Riau, dan Kalimantan Timur), serta proses validasi, penormaan (norming), publikasi, dan distribusi karya tersebut di Indonesia. Proses penerjemahan manual dan pengumpulan data dijadwalkan berlangsung mulai 1 September 2026 hingga 29 Februari 2028.
Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara akademisi, peneliti, serta praktisi. Selain mendukung pengembangan kompetensi, kerja sama ini juga membuka peluang bagi pelaksanaan kegiatan ilmiah yang dapat memperkaya kajian mengenai asesmen psikologis, terutama asesmen yang digunakan untuk memahami pengalaman dan dinamika psikologis anak.

“Ini menjadi ruang bagi CLSD untuk terus belajar, berbagi, dan lebih banyak berkontribusi bagi negeri ini,” ujar Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog, Kepala CLSD.
Dalam pelaksanaannya, Fakultas Psikologi UGM berkomitmen memastikan seluruh proses penelitian mematuhi kode etik penelitian, termasuk memperoleh persetujuan dari orang tua dan pihak sekolah sebelum pengambilan data pada anak. Pemanfaatan alat asesmen tetap perlu dilakukan oleh tenaga yang memiliki kompetensi serta memperhatikan prosedur, etika, dan konteks pemeriksaan, sehingga penguatan kapasitas pengguna menjadi salah satu aspek penting dalam kerja sama ini.
Selain mendukung kegiatan akademik, kolaborasi ini juga diharapkan mendorong pengembangan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian dan kajian lebih lanjut diharapkan memberikan kontribusi terhadap pemahaman mengenai penggunaan Fairy Tale Test pada berbagai konteks, baik pendidikan, klinis, maupun perkembangan anak.
Kerja sama ini mencerminkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan mitra profesional dalam mengembangkan pengetahuan serta praktik psikologi. Penandatanganan MoA antara Fakultas Psikologi UGM dan Projective Fairy Tale Test Society ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan, sekaligus memperkuat komitmen Fakultas Psikologi UGM untuk berkontribusi dalam pengembangan asesmen psikologis yang ilmiah, etis, dan relevan bagi kebutuhan masyarakat.
Penulis: Raden Roro Anisa Anggi Dinda
Foto: Lina Kivaka – Pexels