Fakultas Psikologi UGM melalui Center for Life-Span Development (CLSD) bersama RSUP Dr. Sardjito menginisiasi program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada penguatan kapasitas orang tua dalam mendampingi anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD). Program ini mengembangkan perangkat edukasi “Perangkat Pendampingan Orang Tua: Mengenal Autism Spectrum Disorder (Autism) pada Anak dan Remaja” yang dirancang agar mudah diakses, aplikatif, dan berbasis bukti. Melalui pendekatan yang menekankan pada kemampuan orang tua untuk memahami dan merespons sinyal anak secara selaras, atau yang disebut dengan parental attunement, program bertujuan untuk membantu keluarga menstimulasi keterampilan sosial anak dalam konteks keseharian.
SDGs
Center of Life-Span Development (CLSD) Fakultas Psikologi UGM mengembangkan buku cerita anak usia dini bertema kesadaran lingkungan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat melalui penguatan literasi dan pembiasaan perilaku ramah lingkungan sejak dini. Program ini menindaklanjuti temuan lapangan dari inisiatif The Reading Buddies (TRB) bahwa anak usia 4–6 tahun sangat responsif terhadap cerita interaktif, namun akses pada bahan bacaan yang khusus membahas pengelolaan sampah dan tema lingkungan masih terbatas.
Lentera Senja atau Lansia Energik Sejahtera Sehat Sentosa Jiwa dan Raga adalah inisiatif Center for Life-Span Development (CLSD) Fakultas Psikologi UGM yang mengembangkan perangkat pendampingan bagi lansia untuk meningkatkan pemahaman mengenai kesejahteraan psikologis. Program ini lahir dari realitas demografi berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (2023) menunjukkan proporsi lansia mencapai 11,56% dan diproyeksikan meningkat hingga 20% pada 2045. Di balik naiknya angka harapan hidup, lansia menghadapi tantangan kompleks seperti penurunan fungsi fisik dan kognitif, menyempitnya relasi sosial, serta meningkatnya risiko kesepian, depresi, dan kecemasan. Selama ini, layanan yang tersedia cenderung menitikberatkan aspek fisik. Sementara dimensi psikologis, sosial, dan edukatif belum terintegrasi secara utuh. Kesenjangan tersebut mendorong tim CLSD menyusun perangkat yang terstruktur, mudah digunakan, dan berbasis bukti, agar pendamping memiliki acuan jelas untuk menguatkan pemahaman lansia tentang kesejahteraan psikologis.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada melalui Kelompok Bidang Keahlian Mental, Neural, dan Perilaku menyelenggarakan program pemberdayaan berupa pelatihan analisis pencitraan otak Magnetic Resonance Imaging (MRI) bagi mahasiswa. Kegiatan ini dirancang untuk menjembatani kebutuhan kompetensi neuroimaging yang kian relevan dalam riset psikologi modern sekaligus memperluas jejaring keilmuan lintas disiplin, khususnya dengan bidang kedokteran dan radiologi.
Lonjakan praktik judi online di Indonesia, dengan estimasi 1 persen populasi terlibat dan mayoritas berusia produktif, mendorong kebutuhan alat skrining yang akurat untuk mendeteksi gangguan judi serta dampaknya terhadap kesehatan mental, hubungan sosial, dan kinerja kerja. Menjawab kebutuhan itu, tim peneliti lintas disiplin dari Fakultas Psikologi UGM berkolaborasi dengan Karolinska Institute, Swedia, memulai adaptasi dan validasi alat ukur Gambling Disorder Identification Test (GDIT) ke dalam bahasa Indonesia. Inisiatif ini diharapkan dapat menghadirkan instrumen skrining yang sahih dan andal bagi peneliti maupun praktisi di Indonesia.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) tengah mengembangkan modul edukasi untuk membantu penyandang diabetes tipe 2 mengelola kesehatannya secara mandiri, bernama EduDiaCare. Penelitian ini diketuai oleh Dr. Nida Ul Hasanat, M.Si., Psikolog, bersama tim ahli dari berbagai bidang. Tujuannya adalah menyusun panduan praktis berbasis penelitian ilmiah yang dapat membantu pasien lebih paham dan mampu merawat diri dalam kehidupan sehari-hari.
Di tengah menguatnya peran media sosial dalam isu lingkungan, riset terbaru dari Fakultas Psikologi UGM menyoroti bagaimana persepsi warganet atas perubahan lingkungan di ruang digital. Berangkat dari dinamika wacana kerusakan lingkungan di platform seperti TikTok—mulai dari dukungan simpatik hingga komentar bernada agresif—penelitian ini berusaha memahami pola-pola interaksi warganet terkait isu lingkungan. Riset ini didanai oleh Hibah Penelitian Fakultas Psikologi UGM 2025 dan berada dalam payung tema Cyberpsychology di Center for Indigenous and Cultural Psychology (CICP).
Tim peneliti Fakultas Psikologi UGM meninjau bagaimana Common Method Bias (CMB) mempengaruhi hasil riset survei. CMB adalah bias yang muncul karena cara mengukur yang sama dipakai untuk semua hal sekaligus, misalnya, banyak pertanyaan ke orang yang sama, di waktu dan tempat yang sama, dengan menggunakan model pengukuran yang sama. Akibatnya, angka hubungan antar konsep bisa terlihat tinggi, padahal sebagian nilai tinggi tersebut datang dari metode pengukurannya, dan bukan dari kenyataan di lapangan. Di dunia internasional, banyak jurnal sudah meminta peneliti menunjukkan upaya mengurangi CMB. Di Indonesia, pelaporan dan penanganan CMB masih belum umum, sehingga perlu panduan yang terpercaya.
Fakultas Psikologi UGM memulai penelitian yang menguji bagaimana nilai-nilai organisasi diterjemahkan menjadi strategi yang efektif untuk mendorong kinerja perusahaan. Studi ini berangkat dari temuan bahwa banyak organisasi gagal bukan hanya karena tekanan pasar, melainkan karena nilai bersama tidak dioperasionalkan secara konsisten dalam pengambilan keputusan. Nilai bersama” yang dimaksud adalah nilai-nilai inti yang disepakati dan dianut oleh seluruh organisasi, mulai dari pimpinan sampai karyawan, sebagai pedoman berpikir dan bertindak. Contohnya: integritas, profesionalisme, inovasi, pelayanan, atau kerja sama. Dipimpin oleh Dr. Bagus Riyono, M.A., Psikolog, tim peneliti akan mengkaji bukti empiris bahwa nilai harus hadir dalam strategi agar berdampak nyata pada kinerja.
Tim peneliti Fakultas Psikologi UGM akan menelaah bagaimana latihan menghafal Al-Qur’an yang intensif membentuk memori verbal dan meninggalkan jejak pada struktur serta konektivitas otak. Berangkat dari praktik pendidikan pesantren yang terstruktur (menggabungkan talaqqi, muraja’ah, dan pengulangan konsisten), studi ini memposisikan hafiz sebagai model belajar yang menuntut ketekunan tinggi dan pengolahan informasi berulang. Di ranah neurosains, pengalaman belajar intensif diketahui dapat memicu neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak beradaptasi secara fungsional dan struktural. Namun, bukti spesifik tentang bagaimana adaptasi ini tampak pada hafiz masih terbatas. Penelitian ini hadir untuk memetakan bagian-bagian otak yang terkait memori verbal, terutama hippocampus dan nucleus caudate, serta integritas jalur materi putih seperti inferior fronto-occipital fasciculus (IFOF) dan uncinate fasciculus (UF), sekaligus menguji performa memori verbal secara perilaku. Selain itu, penelitian ini merupakan riset psikologi pemetaan otak hafiz pertama di Indonesia yang menggunakan pencitraan otak struktural.