Perundungan atau bullying tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis, tetapi juga dapat memengaruhi fungsi otak. Paparan tekanan sosial secara berulang dan berkepanjangan dapat memicu stres kronis yang berpotensi mengganggu hipokampus, bagian otak yang berperan dalam pembentukan dan penyimpanan memori.
SDGs
Yogyakarta, 8 September 2026 — Penelitian kolaborasi internasional yang melibatkan peneliti Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Riangga Novrianto, S.Psi., M.Psi., Psikolog mengungkap bahwa gejala post-traumatic spesifik, yaitu re-experiencing (mengalami kembali trauma), serta gejala disosiatif berupa depersonalization (depersonalisasi) secara signifikan memprediksi tingkat keparahan depresi pada enam bulan berikutnya.
“Coba lebih fokus.” “Jangan malas.” “Kamu cuma kurang disiplin.” Kalimat-kalimat tersebut mungkin terdengar sederhana, tetapi bagi individu dengan ADHD, komentar semacam ini dapat terasa melelahkan dan menyakitkan.
Topik ini diangkat dalam episode terbaru Obrolan Psikologi (OPSI), program talk show psikologi hasil kerja sama Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama TVRI Yogyakarta, pada Selasa (1/9). Dipandu oleh Hendry Saputra, episode ketiga belas tahun ini menghadirkan dosen Fakultas Psikologi UGM, Muhammad Nabhan Husein, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang membahas manifestasi ADHD pada orang dewasa.
Yogyakarta, 3 September 2026 — Penelitian Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkap bahwa keyakinan agama dan tujuan hidup menjadi aspek identitas personal yang paling menonjol di kalangan remaja Indonesia.
Temuan tersebut berasal dari penelitian “Personal Identity Domains among Adolescents in Indonesia: Salience of Religious Beliefs and Purpose in Life” yang dilakukan oleh Darmawan Muttaqin, S.Psi., M.A., Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog, dan Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., M.Psych., Ph.D., Psikolog. Penelitian tersebut menyoroti pentingnya peran konteks budaya spesifik dalam menentukan aspek kehidupan apa yang paling relevan bagi perkembangan identitas remaja. Secara historis, penelitian mengenai identitas remaja lebih banyak berfokus pada proses eksplorasi dan komitmen, sementara isi atau domain identitas yang paling menonjol pada budaya tertentu belum dipetakan secara sistematis.
Yogyakarta, 3 September 2026 — Bagaimana generasi yang tumbuh pada masa perubahan sosial dan politik di Indonesia memaknai kebanggaan terhadap bangsa? Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa Generasi X di Indonesia memandang kebanggaan nasional melalui pengalaman terhadap bangsa, negara, serta kekayaan alam dan keragaman budaya Indonesia.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Keluarga Alumni Psikologi Gadjah Mada (KAPSIGAMA) Angkatan 1968 berkolaborasi dengan Martha Tilaar Group menyelenggarakan Beautypreneurship with Martha Tilaar & Psychology ‘86 Discovery Fair pada Kamis (27/8). Kegiatan ini merupakan bagian dari roadshow Glow Economy: Beautypreneurs Take the Lead sekaligus menjadi momentum merayakan empat dekade kebersamaan alumni Psikologi UGM Angkatan 1986.
Center for Indigenous and Cultural Psychology (CICP) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan International Summer Course CICP 2026 pada 3-8 Agustus 2026. Mengusung tema “Understanding Solidarity in the Global South: Cultural and Psychological Perspectives”, program ini mengkaji pembentukan solidaritas dalam konteks masyarakat Global South melalui perspektif psikologi sosial dan budaya.
Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang sering menjadi tempat orang lain bercerita. Namun, tanpa disadari, terkadang ikut membawa beban yang sebenarnya milik orang lain. Rasa harus selalu memahami, membantu, atau menjadi tempat bergantung, sementara kebutuhan dan kondisi diri sendiri mulai terabaikan.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melepas mahasiswa Program Studi Profesi Psikologi Angkatan IV dan V untuk menjalani Layanan Psikologi Profesi Psikolog Umum (LPPPU) pada Kamis (20/8). Sebelum menjalankan layanan psikologi di masyarakat, mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai perlindungan anak serta alternatif intervensi psikologis.
Yogyakarta, 31 Agustus 2026 — Perkembangan media sosial telah mengubah cara masyarakat menyampaikan penilaian terhadap kinerja lembaga publik. Opini negatif yang berkembang di media sosial tidak hanya menjadi tantangan bagi reputasi organisasi, tetapi juga berpotensi memengaruhi sikap, motivasi dan perilaku aparatur dalam menjalankan tugas pelayanan publik.