Era pascakebenaran (post-truth) menghadirkan tantangan baru bagi perguruan tinggi. Maraknya misinformasi, penyebaran informasi berbasis emosi, serta kemudahan akses terhadap kecerdasan artifisial membuat kemampuan berpikir kritis semakin penting bagi sivitas akademika.
SDGs
Fakultas Psikologi UGM menerima kunjungan Pusat Psikologi Tentara Nasional Indonesia (Puspsi TNI), Rabu (7/10). Pertemuan ini membahas sejumlah penguatan kerja sama, meliputi analisis eksploratif data Taruna Akademi TNI dan kepribadian peacekeeper, persiapan sosialisasi rekrutmen Pa PK TNI Gelombang II Tahun Anggaran 2026 sumber Psikologi, tindak lanjut kerja sama aplikasi CAT/CBT, dan diskusi potensi kerja sama sistem aplikasi teman hati.
Pengukuran konstruk psikologis yang memiliki dua arah hubungan dalam satu domain dapat menghadapi persoalan ketika dianalisis menggunakan confirmatory factor analysis (CFA). Penelitian terbaru menunjukkan bahwa exploratory structural equation modeling (ESEM) dapat memberikan informasi yang lebih rinci mengenai keterpisahan dimensi pada tingkat butir.
Pembentukan identitas merupakan salah satu topik penting dalam psikologi perkembangan. Namun, pemahaman mengenai bagaimana konsep ini dioperasionalisasikan dan diukur dalam perspektif Eriksonian dan neo-Eriksonian masih memiliki sejumlah keterbatasan.
Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dra. Kwartarini Wahyu Yuniarti, M.Med.Sc., M.B.A., Ph.D., Psikolog, bersama tim peneliti lintas disiplin resmi memperoleh hak paten atas invensi "Sistem Pengukuran Psikofisiologis Berdasarkan Konduktivitas Kulit dan Tanda Vital". Paten yang terdaftar per 23 Juni 2026 ini diserahkan secara simbolis dalam forum UGM IP Forum 2026: Bridging IP Protection to Market Integration di Gedung Pusat UGM, Kamis (1/10).
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) meresmikan pengoperasian MOSAIC, sistem informasi terintegrasi yang dirancang untuk mengelola berbagai proses bisnis internal fakultas. Sistem ini dikembangkan untuk menyederhanakan pengelolaan data, meningkatkan transparansi performa kelembagaan di lingkungan Fakultas Psikologi UGM.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Asosiasi Neuropsikologi Indonesia (ANI) menutup rangkaian Temu Ilmiah Nasional (TEMILNAS) I ANI 2026 melalui sesi paralel Call for Paper pada Minggu (27/9). Sebanyak 65 paper dipresentasikan oleh peneliti, akademisi, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai bidang yang berkaitan dengan neuropsikologi.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Asosiasi Neuropsikologi Indonesia (ANI) melanjutkan Temu Ilmiah Nasional (Temilnas) I ANI pada Sabtu (26/9) secara luring di UC Hotel Ballroom. Melanjutkan pembahasan mengenai penerapan neuropsikologi melalui workshop pada hari pertama, kegiatan pada hari kedua membahas tantangan yang lebih luas, seperti bagaimana menyiapkan tenaga profesional, mengembangkan alat asesmen, dan membangun ekosistem keilmuan yang sesuai kebutuhan masyarakat Indonesia.
Dr. Wenty Marina Minza, S.Psi., M.A., dilantik sebagai Dekan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 2026-2031. Wenty menggantikan Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., yang telah memimpin Fakultas Psikologi UGM selama periode 2021-2026.
Perkembangan ilmu neuropsikologi di Indonesia mendorong kebutuhan penguatan kapasitas akademisi dan praktisi, khususnya dalam penerapan ilmu otak dan kognisi pada pendidikan, asesmen, dan intervensi. Hal ini melatarbelakangi Asosiasi Neuropsikologi Indonesia (ANI) menyelenggarakan Temu Ilmiah Nasional (Temilnas) pertama bertema “Menjembatani Sains dan Menguatkan Ekosistem Neuropsikologi”. Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi tuan rumah kegiatan pada Jumat–Minggu (25–27/9).