Arsip:

sdgs

Penelitian Baru Ungkap Dimensi Multidimensional dalam Pengukuran Stres

Yogyakarta, 27 Maret 2025 – Artikel penelitian berjudul "Beyond a Unidimensional Measure: Unveiling the Multidimensional Structure of the Perceived Stress Scale" yang ditulis Zahra, N. S., Faturochman, Putra, M. D. K., & Wirawan, H., telah terbit pada Jurnal Measurement: Interdisciplinary Research and Perspectives secara online pada 14 Maret 2025, (Scopus Q3, SJR 2023: 0,327, dan IF 2023:  0,6).

Penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan multidimensional dalam mengukur tingkat stres. Penelitian ini mengkaji ulang Perceived Stress Scale (PSS) yang selama ini dianggap sebagai alat ukur unidimensional. Dengan metode analisis terbaru, para peneliti menemukan bahwa stres memiliki struktur yang lebih kompleks dari yang diperkirakan sebelumnya. Hasil penelitian ini dapat berimplikasi besar dalam bidang psikologi dan kesehatan mental, terutama dalam perancangan intervensi yang lebih tepat sasaran. Studi ini menekankan perlunya pengukuran yang lebih akurat untuk memahami pengalaman stres individu secara lebih mendalam.

Dinamika Kelompok dalam Tim Virtual Berorientasi Solusi di Startup Indonesia: Analisis Tematik

Yogyakarta, 27 Maret 2025 – Tri Astuti, alumni Program Doktor Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Gadjah Mada, bersama Avin Fadilla Helmi dan Bagus Riyono, telah menerbitkan artikel berjudul "Group Dynamics of Solution-Oriented Virtual Teams in Indonesian Startups: A Thematic Analysis" dalam jurnal The Qualitative Report, Vol. 30, No. 3 (2025). Jurnal ini terindeks Scopus (Q3) dengan SJR 2023 sebesar 0,495 dan Impact Factor (IF) 1,1.

Penelitian ini menganalisis dinamika kelompok dalam tim virtual yang berorientasi pada solusi di startup Indonesia. Menggunakan pendekatan analisis tematik, studi ini mengungkap faktor-faktor utama yang memengaruhi kolaborasi efektif dalam lingkungan kerja jarak jauh. Temuan utama menunjukkan bahwa komunikasi yang adaptif, kepemimpinan partisipatif, dan budaya kerja yang fleksibel memainkan peran krusial dalam meningkatkan sinergi tim dan produktivitas. Hasil penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi pemimpin startup dan praktisi manajemen dalam mengoptimalkan kerja tim virtual di era digital.

Dukungan Pemimpin Dapat Meredam Dampak Negatif Perilaku Kasar terhadap Bawahan

Yogyakarta, 26 Maret 2025 – Artikel penelitian berjudul "How come followers can thrive despite leader incivility? The buffering effect of leader support on follower positive affect" yang ditulis Ridwan Saptoto, Desirée H. van Dun & Celeste P. M. Wilderom, terbit pada jurnal Asian Business and Management secara online pada 06 March 2025, (Q2, SJR 2023: 0,794).

Menurut Ridwan Saptoto, penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan dari pemimpin dapat mengurangi dampak negatif dari perilaku tidak sopan seorang pemimpin terhadap bawahannya. Pemimpin dapat menunjukkan kedua perilaku yang tampak berlawanan karena meskipun ia berperilaku tidak sopan yang diakibatkan oleh tekanan pekerjaan, pemimpin tetap memiliki hubungan interdependensi dengan bawahannya; kinerja bawahan pada akhirnya juga menjadi bagian dari penilaian kerja seorang pemimpin, sehingga dukungan dari pemimpin tetap dibutuhkan untuk menjaga kinerja para bawahannya. Dukungan tersebut berfungsi sebagai penyeimbang yang membantu mempertahankan emosi positif bawahan, sehingga mereka tetap bersemangat dan terus mengembangkan diri dalam lingkungan kerja yang penuh tantangan.

Atribut Butir yang Tidak Relevan dengan Konstruk: Kerangka Kerja untuk Mengklasifikasikan Butir Berdasarkan Konteks dan Referen

Yogyakarta, 25 Maret 2025 – Wahyu Widhiarso peneliti dari Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, bersama Rolf Steyer dan Andrew Perossa, telah menerbitkan artikel berjudul "Construct-irrelevant item attributes: a framework to classifying items based on context and referent" di jurnal Frontiers in Psychology Vol. 16 secara online pada 12 Maret 2025, (Scopus Q1, SJR 2023: 0,800).

Artikel ini membahas atribut butir yang tidak relevan dengan konstruk (construct-irrelevant item attributes atau CIIA) dalam pengukuran psikologis. Para penulis mengembangkan kerangka kerja untuk mengklasifikasikan butir berdasarkan konteks dan referen, yang dapat mempengaruhi tingkat kesulitan dan diskriminasi butir. Temuan ini mendukung pengembangan pengukuran dalam Computer Adaptive Testing (CAT), di mana bank soal memerlukan butir dengan tingkat kesulitan yang bervariasi.

Jumatan CICP Soroti Pentingnya Peran Wacana dalam Membentuk dan Memahami Realitas Sosial

Center for Indigenous and Cultural Psychology (CICP) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menggelar diskusi ilmiah Jumatan CICP pada Jumat (14/03). Kegiatan yang menjadi wadah kajian kritis anggota CICP ini mengangkat topik Critical Discourse Analysis (CDA) atau Analisis Wacana Kritis . Diskusi dipandu oleh Lusiana Yashinta Ellysa Putri, M.Sc., Research Associate CICP, yang menjelaskan bagaimana CDA membantu dalam memahami hubungan antara bahasa, kekuasaan, dan dinamika sosial.

Strategi dan Evaluasi dalam Implementasi Pelatihan Pencegahan Bunuh Diri: Tinjauan Sistematis

Yogyakarta, 24 Maret 2025 – Artikel Penelitian berjudul "Strategies and evaluation underpinning the implementation of suicide prevention training: a systematic review" yang ditulis Adelia Khrisna Putri, Martina McGrath, Rachel Batchelor, Victoria Ross, Karolina Krysinska, Jacinta Hawgood, Kairi Kõlves, Lennart Reifels, Jane Pirkis & Karl Andriessen, terbit pada jurnal BMC Public Health 25, Article number: 889, (Q1, SJR 2023: 1,253).

Sebuah tinjauan sistematis terbaru mengungkapkan berbagai strategi dan metode evaluasi yang digunakan dalam implementasi program pelatihan pencegahan bunuh diri. Studi ini menemukan bahwa strategi implementasi bervariasi tergantung pada kategori pelatihan.

Studi Jaringan Ungkap Hubungan Gejala Depresi dan Kecemasan pada Pasien OCD di Indonesia

Yogyakarta, 17 Maret 2025 – Artikel penelitian berjudul "Understanding depression and anxiety symptom interrelations in Indonesian OCD patients: A network approach” ditulis oleh Zakia Aura Fajriana, Riangga Novrianto, Nimaz Indryastuti Dewantary, Pelita DKL. Tobing, Eric A. Storch, Edo S. Jaya, terbit pada Journal of Psychiatric Research, Vol. 184, April 2025, 359-366, (Q1, SJR 2023: 1,553).

Riangga Novrianto, salah satu peneliti, menjelaskan keterkaitan antara gejala depresi dan kecemasan pada pasien gangguan obsesif-kompulsif (OCD) di Indonesia. Studi yang dilakukan di sebuah klinik psikologi di Jakarta ini menganalisis data dari 232 pasien OCD dengan metode analisis jaringan.

Inovasi Baru dalam Klasifikasi Gaming Disorder: Model AI yang Lebih Akurat dan Adaptif

Yogyakarta, 14 Maret 2025 – Artikel penelitian berjudul "Fine-Tuned Attribute Weighted Naïve Bayes with Modified Partial Instances Reduction for Gaming Disorder Classification” oleh Anastasya Latubessy, Retantyo Wardoyo, Aina Musdholifah, & Sri Kusrohmaniah, terbit pada jurnal HighTech and Innovation Journal Vol 6, No 1 (2025), (Q1, SJR 2023: 0,540).

Dra. Sri Kusrohamaniah, M.Si., Ph.D. Psikolog, sebagai salah satu Ko-Promotor/anggota peneliti dari Fakultas Psikologi berkolaborasi dengan peneliti dari Fakultas MIPA dalam mengembangkan model baru dalam klasifikasi Gaming Disorder menggunakan Fine-Tuned Attribute Weighted Naïve Bayes (FTAWNB) yang lebih tahan terhadap outlier. Model ini, yang awalnya sensitif terhadap data ekstrem, kini diperkuat dengan teknik Modified Partial Instances Reduction (PIR), yang menggantikan nilai data outlier dengan nilai probabilitas tertinggi pada kelas sebenarnya.

Faktor Penentu Ketahanan Remaja di Surabaya: Peran Kepuasan Hidup dan Dukungan Sosial

Yogyakarta, 12 Maret 2025 – Artikel penelitian berjudul "Determinants of Adolescent Resilience Levels in Surabaya City, East Java Province, Indonesia" yang ditulis oleh Rachmayanti R., Dewi F, Setiyawati D., dkk., terbit pada jurnal Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 20(1), 57-64, (Q3, SJR 2023: 0,205).

Diana Setiyawati, sebagai penulis anggota, menyampaikan bahwa penelitian ini menganalisis hubungan antara determinan psikososial dan ketahanan remaja dengan melibatkan 277 siswa berusia 12–19 tahun dalam desain penelitian cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat resiliensi remaja berkaitan erat dengan pengalaman stres, akses terhadap informasi kesehatan mental, kepuasan hidup, keharmonisan keluarga, keberadaan orang dewasa untuk berbagi, perasaan aman di lingkungan, persepsi terhadap citra tubuh, serta dorongan untuk bunuh diri. Analisis lebih lanjut mengungkap bahwa kepuasan hidup memiliki pengaruh paling signifikan terhadap ketahanan remaja, di mana mereka yang tidak puas dengan hidupnya memiliki risiko 5,09 kali lebih besar untuk berada dalam kategori resiliensi tertentu. Temuan ini menekankan pentingnya intervensi berbasis kesehatan mental dan sosial untuk meningkatkan ketahanan remaja. Upaya seperti peningkatan akses informasi kesehatan mental, penguatan dukungan keluarga, serta penciptaan lingkungan yang aman dan nyaman di rumah maupun sekolah dapat menjadi strategi efektif dalam meningkatkan kesejahteraan mental generasi muda.