Arsip:

SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Fakultas Psikologi UGM Bekali Mahasiswa Baru Profesi Bangun Identitas Profesional Sejak Awal Studi

Membangun kompetensi psikolog tidak dimulai saat mahasiswa menjalani praktik profesional, melainkan sejak hari pertama memasuki pendidikan profesi. Atas dasar itu, Program Studi Pendidikan Profesi Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Orientasi Akademik Mahasiswa Baru (OAMABA) Angkatan V sebagai pembekalan awal bagi 40 mahasiswa baru Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 sebelum memulai pendidikan profesi.

Fakultas Psikologi UGM Gelar Bridging Course Delapan Minggu bagi Calon Mahasiswa Profesi Angkatan VI

Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Bridging Course bagi 49 calon mahasiswa baru Program Studi Pendidikan Profesi Psikologi Angkatan VI sebagai bekal sebelum memasuki perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Program yang berlangsung selama delapan minggu, mulai 15 Juni hingga 6 Agustus 2026, ini dirancang untuk menyamakan kompetensi dasar peserta sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi proses pendidikan profesi. 

OPSI UGM Bahas Sinergi Kearifan Lokal dan Teknologi dalam Mitigasi Bencana

Gempa bumi, tanah longsor, banjir, hingga erupsi gunung api adalah kenyataan yang harus dihadapi masyarakat di berbagai daerah Indonesia, termasuk Yogyakarta.

Topik ini diangkat dalam episode terbaru Obrolan Psikologi (OPSI), program talkshow psikologi hasil kerja sama Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama TVRI Yogyakarta, pada Selasa (7/7). Dipandu oleh Hendry Saputra, episode kesembilan ini menghadirkan seorang alumnus Program Doktor Psikologi UGM, Dr. Nevi Kurnia Arianti, S.Psi., M.Si., yang membahas pentingnya menggabungkan kearifan lokal dengan teknologi modern dalam mitigasi bencana.

Fakultas Psikologi UGM Buka Pendaftaran Program Profesi Psikologi Angkatan VI

Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) membuka pendaftaran Program Studi Pendidikan Profesi Psikologi Angkatan VI Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027. Informasi tersebut disampaikan dalam Sosialisasi dan Tanya Jawab (Q&A) yang diselenggarakan secara daring melalui siaran langsung Instagram pada Jumat (27/3). Kegiatan ini diikuti lebih dari 200 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Temu Mitra Kerja Sama 2026, Fakultas Psikologi UGM Susun Arah Pengembangan Berbasis Kebutuhan Masyarakat

Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Temu Mitra Kerja Sama 2026 pada Jumat (10/7) di Ruang A-203 Fakultas Psikologi UGM. Forum yang dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) ini dihadiri 35 perwakilan mitra, terdiri atas 18 peserta luring dan 17 peserta daring, dari kementerian dan lembaga pemerintah, TNI, Polri, BUMN, dunia industri, media, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, hingga alumni.

Tidak Hanya Emosi, Karakteristik Visual Gambar Juga Menentukan Apa yang Kita Ingat

Yogyakarta, 7 Juli 2026 – Tim peneliti Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan dan memvalidasi sebuah paradigma baru untuk mengukur working memory control atau kontrol memori kerja. Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal internasional Cognitive Processing, yang memberikan pendekatan yang lebih komprehensif dalam memahami kemampuan kognitif manusia yang berperan penting dalam proses belajar, pengambilan keputusan, dan penyelesaian masalah.

Resiliensi Relawan Bencana Pesisir Dibentuk oleh Dukungan Sosial, Nilai Budaya, dan Spiritualitas, Temuan Peneliti UGM

Yogyakarta, 30 Juni 2026 – Resiliensi relawan kebencanaan tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga dipengaruhi oleh dukungan sosial, nilai budaya, dan spiritualitas yang berkembang di lingkungan relawan. Temuan tersebut disampaikan oleh tim peneliti Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui studi yang dipublikasikan dalam Jàmbá: Journal of Disaster Risk Studies.

Peneliti UGM Kembangkan MentalBERT yang Lebih Akurat dan Transparan untuk Deteksi Gangguan Mental melalui Media Sosial

Yogyakarta, 29 Juni 2026 – Media sosial semakin banyak dimanfaatkan sebagai sumber data untuk memahami kondisi kesehatan mental masyarakat. Namun, banyak model Kecerdasan Artifisial (KA) berbasis Natural Language Processing (NLP) masih menghadapi tantangan berupa ketidakseimbangan data (class imbalance), tumpang tindih makna bahasa (semantic overlap), gangguan label (noisy labels), serta sulit menjelaskan alasan di balik hasil prediksinya (black box). Menjawab tantangan tersebut, tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan pendekatan baru berbasis MentalBERT dengan contrastive learning yang mampu meningkatkan akurasi sekaligus transparansi dalam klasifikasi gangguan mental dari unggahan media sosial.