Memperingati Dies Natalis ke-61 pada 8 Januari 2026, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada mengusung tema “Psikologi Bersinergi Menuju Bangsa yang Tangguh dan Sejahtera”. Semangat ini bukan sekadar semboyan, melainkan refleksi nyata dalam rangkaian publikasi ilmiah internasional bereputasi yang dihasilkan oleh sivitas akademika Fakultas Psikologi UGM sepanjang satu tahun terakhir. Kami merangkum publikasi-publikasi yang menjadi "kado istimewa" memotret kontribusi Fakultas Psikologi UGM dalam tiga pilar utama: kesehatan mental global, kearifan lokal Indonesia, dan ketangguhan bencana.
SDG 16: Perdamaian Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada melalui Center for Public Mental Health (CPMH) melaksanakan rangkaian program dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak banjir dan longsor di Aceh. Program yang didukung oleh Pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak pemulihan kesehatan mental penyintas sekaligus memperkuat sistem dukungan psikososial jangka panjang di tingkat komunitas dan pemerintah daerah.
Universitas Gadjah Mada kembali menganugerahkan Anugerah Insan Berprestasi kepada sivitas akademika dan alumni yang telah menunjukkan kontribusi dan kinerja terbaiknya bagi universitas dan masyarakat luas. Pada tahun ini, Fakultas Psikologi UGM bangga menerima penghargaan Dosen Inspiratif Bidang Sosial dan Humaniora, yang dianugerahkan kepada Ibu Indrayanti, S.Psi., M.Si., Ph.D., Psikolog. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan konsistensi Bu Indra – sapaan akrabnya – dalam mengembangkan ilmu psikologi yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memberi dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan manusia di dunia kerja dan organisasi.
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, Diana Setiyawati, S.Psi., MHSc., Ph.D., Psikolog, menjadi salah satu Penerima Pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana Wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Diana mendapatkan pendanaan untuk program berjudul “Program Pemulihan Psikososial Terintegrasi pada Komunitas Terdampak Banjir di Sumatera”.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Kesehatan Mental Tuli Indonesia (KMTI) menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Bridging Minds: Pelatihan Kesehatan Mental bagi Pemimpin Tuli dan Profesional Kesehatan Mental” pada 20–21 November 2025 di Fakultas Psikologi UGM. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian upaya memperkuat dukungan kesehatan mental yang inklusif bagi komunitas Tuli di Indonesia.
Bunyi pantulan bola tenis dari raket, dan decitan suara sepatu yang menggema di Lapangan Tenis, Lembah UGM, Minggu (16/11) meramaikan kemeriahan penyelenggaraan Pekan Olahraga dan Seni Universitas Gadjah Mada (Porsenigama) 2025. Sorak sorai penonton yang datang dari tribun membakar semangat para atlet tenis yang bertanding 4 set. Meski berlomba dibawah terik matahari menyengat, mereka tetap bersemangat bertanding hingga selesai, dan lomba pun pada akhirnya dimenangkan Fakultas Psikologi dengan berhasil membawa pulang 3 medali emas kategori Ganda Campuran, Tunggal Putri, dan Ganda Putra. Disusul Fakultas Teknik yang mendapatkan 1 medali emas dari kategori Ganda Putri, dan Fakultas Hukum berhasil menang pada kategori tunggal putra.
Pengembangan Modul Psikoedukasi NSSI untuk Dewasa: Upaya Memahami dan Mencegah Perilaku Melukai Diri
Perilaku melukai diri tanpa niat bunuh diri atau Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) semakin sering ditemukan, terutama pada remaja dan dewasa muda. Di Indonesia, beberapa studi menunjukkan fenomena ini hadir di ruang-ruang keseharian, dipengaruhi tekanan emosional, relasi sosial yang tidak mendukung, dan berbagai tantangan hidup yang kian kompleks. Tim peneliti dari Fakultas Psikologi UGM tengah mengembangkan modul psikoedukasi NSSI yang dirancang sebagai langkah awal memahami perilaku ini, mengurangi stigma, serta membantu individu dan lingkungan terdekat merespons dengan lebih tepat. Kegiatan ini didanai oleh Hibah Penelitian Fakultas Psikologi UGM 2025.
Perundungan masih menjadi persoalan serius di dunia pendidikan. Hal ini karena bullying berdampak langsung pada kesehatan mental siswa. Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA, 2022) mencatat bahwa satu dari empat remaja Indonesia pernah mengalami kekerasan fisik atau psikologis. Kondisi ini menunjukkan bahwa isu perundungan bukan hanya persoalan perilaku individu, tetapi juga cerminan ekosistem sekolah yang belum sepenuhnya aman dan suportif bagi perkembangan psikologis siswa.
Upaya memahami lanskap kesehatan mental di Indonesia membutuhkan pemetaan yang rapi tentang apa yang sudah diteliti, di mana, oleh siapa, dan dengan fokus apa. Tim peneliti yang dipimpin oleh Wulan Nur Jatmika, S.Psi., M.Sc., dosen sekaligus peneliti dari Center for Public Mental Health Fakultas Psikologi UGM, menginisiasi kajian “Pemetaan Riset Epidemiologi Gangguan Mental di Indonesia”. Melalui studi ini, peneliti akan merangkum temuan-temuan kunci tentang prevalensi, faktor risiko, serta pola gangguan mental di berbagai kelompok penduduk. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menghadirkan gambaran menyeluruh yang berguna bagi perumusan kebijakan, perencanaan layanan, dan arah penelitian ke depan. Riset ini didanai oleh Hibah Penelitian Fakultas Psikologi UGM 2025.
Kesehatan mental mahasiswa kini menjadi perhatian serius di banyak kampus, termasuk di Universitas Gadjah Mada. Data dan pengamatan menunjukkan meningkatnya masalah kesehatan mental di kalangan mahasiswa, terlebih pascapandemi COVID-19. Di tengah beragam tanggung jawab perkuliahan, dan kegiatan lain seperti organisasi, pekerjaan sambilan, dan dinamika pertemanan, berisiko memunculkan permasalahan seperti masalah kesehatan, hingga permasalahan psikologis. Namun demikian, kesediaan mahasiswa untuk mengakses layanan kesehatan mental masih mengalami banyak hambatan.