•  Tentang UGM
  •  Perpustakaan
  • Informasi Publik
  • SDGs
  • SIT
  • Simaster
  • Bahasa Indonesia
    • Bahasa Indonesia
    • English
Universitas Gadjah Mada
  • TENTANG KAMI
    • Selayang Pandang
      • Sejarah
      • Perintis
    • Manajemen
    • Tenaga Pendidik
    • Tenaga Kependidikan
    • Jaminan Mutu
  • PENDIDIKAN
    • Sarjana Psikologi
    • International Undergraduate Program
    • Program Pendidikan Profesi Psikologi
    • Magister Psikologi
    • Doktor Ilmu Psikologi
  • PENELITIAN & PENGABDIAN
    • Roadmap Penelitian dan PkM
    • Penelitian
    • Publikasi
    • Pengabdian
    • Kerja Sama
  • MAHASISWA
    • Tata Perilaku Mahasiswa
    • Lowongan Magang Wajib
    • Beasiswa
    • Badan Kegiatan Mahasiswa
    • Prestasi Mahasiswa
  • FASILITAS
    • Laboratorium
    • Kelompok Riset
    • Dukungan Non-akademik
  • Beranda
  • Rilis
  • Psikologi UGM Gelar Workshop Pola Makan Sehat dan Sosialisasi Pap Smear untuk Pencegahan Kanker Serviks

Psikologi UGM Gelar Workshop Pola Makan Sehat dan Sosialisasi Pap Smear untuk Pencegahan Kanker Serviks

  • Rilis
  • 30 Oktober 2026, 17.11
  • Oleh: Humas
  • 0

Pola makan sehat mendukung daya tahan tubuh, tetapi pencegahan utama kanker serviks tetap melalui skrining dan vaksinasi. Hal itu disampaikan dokter spesialis gizi klinik RSA UGM, dr. Kezia Nugroho, Sp.G.K., dalam workshop dan sosialisasi yang diselenggarakan Fakultas Psikologi UGM di Ruang B-104, Jumat (18/9). 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Health Promoting University (HPU) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM). Peserta yang hadir terdiri atas dosen dan tenaga kependidikan perempuan serta perwakilan mahasiswa. Acara dipandu Pratiwi Muji Astuti, S.Psi., dan dibuka dengan sambutan Ketua Tim Kerja Bidang Akademik dan Kemahasiswaan sekaligus Wakil Ketua I HPU Fakultas Psikologi UGM, Rr. Zurida Ramawati, S.IP., M.Sc.

Menurut dr. Kezia, kanker serviks berkaitan dengan Infeksi human papillomavirus (HPV) yang menetap. Oleh karena itu, pencegahan kanker serviks terutama dilakukan melalui vaksinasi HPV dan skrining. Sementara itu, pemenuhan nutrisi berperan dalam mendukung fungsi sistem imun. Ia menegaskan tidak ada makanan tertentu yang dapat membuat infeksi HPV hilang.  

“Mungkin semacam tubuh itu seperti rumah, kemudian nutrisi itu seperti iklimnya,” terang dr. Kezia menggambarkan hubungan tubuh dan nutrisi dengan sebuah perumpamaan.

Untuk menjaga daya tahan tubuh, dr. Kezia menyarankan agar seseorang mempertahankan berat badan yang sehat. Menurutnya, kelebihan berat badan dan obesitas berkaitan dengan peningkatan risiko setidaknya 13 jenis kanker. Ia juga menganjurkan aktivitas fisik 150 hingga 300 menit per minggu, tergantung intensitasnya, serta pembatasan makanan ultra-proses dan alkohol. 

Soal asupan, dr. Kezia menyebut tidak ada satu jenis sayur atau buah yang paling baik karena tiap warna memiliki fungsi berbeda. Sayuran hijau mengandung lutein, sedangkan yang merah mengandung likopen. Zat gizi sebaiknya diperoleh dari bahan pangan alami. Suplemen antioksidan dosis tinggi tidak dianjurkan, dan suplemen dosis rendah hanya diberikan bila ada kekurangan. 

dr. Kezia menyebut pola makan Mediterania sebagai pola makan dengan bukti manfaat kesehatan yang kuat dan relatif mudah diterapkan. Diet ketogenik atau eliminasi karbohidrat boleh dilakukan, tetapi dengan pengawasan. Ia juga meluruskan anggapan bahwa berhenti makan gula sama sekali akan membuat sel kanker kelaparan. Sel kanker masih bisa memperoleh energi dari protein dan lemak, sedangkan sel normal justru ikut berdampak. Yang perlu dibatasi adalah gula tambahan. 

Menurut dr. Kezia, kebutuhan diet berbeda pada setiap orang. 

“Jadi diperlukan benar-benar diet yang personal, sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing,” terangnya. 

Pada sesi kedua, dr. Arina Ismah Afiati bersama tim Klinik dan Laboratorium Parahita memaparkan pemeriksaan Pap smear. Ia menjelaskan bahwa infeksi HPV yang menetap dapat berkembang menjadi kanker dalam waktu bertahun-tahun, dan pada tahap awal kanker serviks sering tidak menimbulkan gejala. 

“Perkembangan ini biasanya berlangsung selama bertahun-tahun sehingga penting adanya deteksi dini dan vaksin,” katanya. 

Dalam pemeriksaan Pap smear, sel leher rahim diambil dengan spatula atau sikat kecil (cytobrush), lalu diperiksa di bawah mikroskop. Prosedur ini umumnya tidak menimbulkan nyeri, meskipun dapat menimbulkan rasa tidak nyaman. Terdapat dua metode, yaitu konvensional dan berbasis cairan. Metode berbasis cairan memisahkan lendir dan darah dari sel, tetapi biayanya lebih mahal. 

Peserta yang akan menjalani Pap smear diminta tidak sedang menstruasi, tidak berhubungan seksual selama 3×24 jam, dan tidak memasukkan obat, krim, gel, atau sabun ke dalam vagina selama 24 hingga 48 jam sebelumnya. 

Hasil pemeriksaan digolongkan dalam kelas 0 sampai 5. Kelas 1 berarti sel normal dan pemeriksaan diulang (1-2 atau 2-3 tahun, menunggu konfirmasi). Kelas 2 berarti ada sel abnormal dan pemeriksaan diulang dalam 6 hingga 12 bulan. Hasil kelas 4 dan 5 memerlukan tindak lanjut segera ke dokter kandungan. dr. Arina mengingatkan peserta agar tidak langsung cemas bila hasilnya menunjukkan peradangan. 

“Jadi jangan takut nanti kalau misal pada hasilnya ada peradangan, maka itu belum tentu mengarah ke kanker ganas, tapi kita harus sudah waspada,” tegasnya. 

Penulis & foto: Erna Tri Nofiyana

Tags: Fakultas Psikologi UGM gizi hpupsikologiugm Kanker Serviks kesehatan perempuan Pap smear SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 5: Kesetaraan Gender SDGs

Berita Terkini

  • Psikologi UGM Gelar Workshop Pola Makan Sehat dan Sosialisasi Pap Smear untuk Pencegahan Kanker ServiksOktober 30, 2026
  • Tim Peneliti Fakultas Psikologi UGM Kaji Penilaian Moral terhadap Modifikasi TubuhOktober 30, 2026
  • Riset Bibliometrik Ungkap Perkembangan Kajian Duka akibat Bunuh DiriOktober 27, 2026
  • Menembus Trauma Kompleks, Studi Kasus Penyintas yang Berhasil Menyelesaikan Pendidikan PascasarjanaOktober 26, 2026
  • Tim Hibah Penelitian Fakultas Psikologi UGM Kembangkan Modul Intervensi Digital Well-BeingOktober 23, 2026
Universitas Gadjah Mada

Fakultas Psikologi
Universitas Gadjah Mada

Jalan Sosio Humaniora Bulaksumur
Yogyakarta 55281 Indonesia
fpsi[at]ugm.ac.id
+62 (274) 550435 (hunting)
+62 (274) 550435 ext 158
psikologiugm
psikologiugm
psikologi_ugm
Kanal Psikologi UGM

TENTANG KAMI

  • Selayang Pandang
  • Sejarah
  • Manajemen
  • Tenaga Pendidik
  • Tenaga Kependidikan

INFORMASI PUBLIK

  • Daftar Informasi Publik
  • Permohonan Informasi Publik
  • Daftar Informasi Tersedia Secara Berkala
  • Daftar Informasi Tersedia Setiap Saat

FASILITAS

  • Fasilitas Pendidikan
  • Laboratorium
  • Kelompok Riset
  • Publikasi & Jurnal
  • Dukungan Non-akademik

MAHASISWA

  • Tata Perilaku Mahasiswa
  • Mitra Magang MBKM
  • Beasiswa
  • Badan Kegiatan Mahasiswa

© Universitas Gadjah Mada

KEBIJAKAN PRIVASI/PRIVACY POLICY

[EN] We use cookies to help our viewer get the best experience on our website. -- [ID] Kami menggunakan cookie untuk membantu pengunjung kami mendapatkan pengalaman terbaik di situs web kami.I Agree / Saya Setuju