
Yogyakarta, 26 Maret 2025 – Artikel penelitian berjudul “How come followers can thrive despite leader incivility? The buffering effect of leader support on follower positive affect” yang ditulis Ridwan Saptoto, Desirée H. van Dun & Celeste P. M. Wilderom, terbit pada jurnal Asian Business and Management secara online pada 06 March 2025, (Q2, SJR 2023: 0,794).
Menurut Ridwan Saptoto, penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan dari pemimpin dapat mengurangi dampak negatif dari perilaku tidak sopan seorang pemimpin terhadap bawahannya. Pemimpin dapat menunjukkan kedua perilaku yang tampak berlawanan karena meskipun ia berperilaku tidak sopan yang diakibatkan oleh tekanan pekerjaan, pemimpin tetap memiliki hubungan interdependensi dengan bawahannya; kinerja bawahan pada akhirnya juga menjadi bagian dari penilaian kerja seorang pemimpin, sehingga dukungan dari pemimpin tetap dibutuhkan untuk menjaga kinerja para bawahannya. Dukungan tersebut berfungsi sebagai penyeimbang yang membantu mempertahankan emosi positif bawahan, sehingga mereka tetap bersemangat dan terus mengembangkan diri dalam lingkungan kerja yang penuh tantangan.
“Temuan ini menekankan pentingnya peran pemimpin untuk terus memberikan dukungan kepada para bawahannya meskipun ia kadangkala menunjukkan perilaku tidak sopan yang dipicu oleh tekanan pekerjaan, sehingga emosi positif pegawai terjaga dan mereka mampu untuk tetap bersemangat dan mengembangkan diri dalam lingkungan kerjanya” ujar Ridwan.
Berikut abstrak, kata kunci, dan link artikel tersebut.
Abstract. Occasionally, leaders may express incivility towards their followers. Notwithstanding the leader’s incivility, support from the same leader may help their followers thrive. This study examined the affective mechanisms of followers thriving in the face of leader incivility. The hypotheses were built on the job demands-resources and the broaden-and-build theories, as well as the affective events theory; while leader incivility was expected to reduce followers’ positive affect and increase negative affect, thereby hindering follower thriving, leader support was expected to buffer the negative impact of leader incivility. The data was collected from Indonesian employees (N = 228) in three waves, where structural equation modeling was performed. The relationship between leader incivility and follower thriving was mediated by followers’ positive and negative affect, while leader support alleviated the negative impact of leader incivility on followers’ positive affect. This finding extends the affective events theory by linking it to the job demands-resources theory.
Keywords: Follower positive and negative affect; Follower thriving; Leader incivility; Leader support
Link: https://link.springer.com/article/10.1057/s41291-025-00295-8
Berdasarkan kata kuncinya, artikel ini adalah luaran penelitian yang fokus pada SDG: 3, 8, 16.
Selamat kepada pak Ridwan Saptoto dan kolega.
***
Penulis & Editor: Tim UP & Humas