Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dra. Kwartarini Wahyu Yuniarti, M.Med.Sc., M.B.A., Ph.D., Psikolog, bersama tim peneliti lintas disiplin resmi memperoleh hak paten atas invensi “Sistem Pengukuran Psikofisiologis Berdasarkan Konduktivitas Kulit dan Tanda Vital”. Paten yang terdaftar per 23 Juni 2026 ini diserahkan secara simbolis dalam forum UGM IP Forum 2026: Bridging IP Protection to Market Integration di Gedung Pusat UGM, Kamis (1/10).
Sertifikat paten diserahkan oleh Direktur Direktorat Paten, Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu dan Rahasia Dagang DJKI Kementerian Hukum RI, Dr. Andrieansjah, S.T., S.H., M.M., kepada Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Psikologi UGM, Pradytia Putri Pertiwi, S.Psi., Ph.D., yang hadir mewakili tim inventor.

Invensi ini menghadirkan terobosan dalam pemantauan kondisi psikologis dan fisiologis pasien secara terpadu. Sistem ini menggabungkan sensor Galvanic Skin Response (GSR) pada jari pasien untuk mengukur konduktivitas listrik kulit (dalam satuan mikro siemens/µS), serta sensor Photoplethysmograph (PPG) berbasis fototransistor untuk memantau tanda vital secara komprehensif, mulai dari detak jantung (heart rate), variabilitas detak jantung (HRV), saturasi oksigen (SpO2), hingga tekanan darah sistolik dan diastolik. Hasil algoritma kedua sensor tersebut memberikan gambaran kondisi psikologis yang sedang dialami oleh pengguna.
Keunggulan utama alat ini terletak pada kemampuan pemrosesan datanya yang mandiri. Menggunakan unit pengendali tertanam (embedded system) dengan algoritma GUI-biofeedback, seluruh data sinyal diproses secara lokal tanpa ketergantungan pada jaringan internet atau konektivitas eksternal. Hasil pengukuran disajikan secara seketika (real-time) melalui monitor stasioner sekaligus tersimpan secara aman, memungkinkan praktisi di bidang kesehatan mengambil keputusan dengan cepat dan presisi dalam proses konsultasi maupun psikoterapi. Selain itu, kehadiran alat ini juga mendorong kemajuan penelitian di bidang mind-body intervention di Indonesia.
Inovasi ini merupakan buah kolaborasi interdisipliner antara psikologi dan rekayasa teknologi, yang dikembangkan oleh tim beranggotakan Prof. Dra. Kwartarini Wahyu Yuniarti, M.Med.Sc., M.B.A., Ph.D., Psikolog (Fakultas Psikologi UGM); Prof. Ir. Sunarno, M.Eng., Ph.D., IPU. (Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika UGM); Ir. Rony Wijaya, S.T., M.Eng., IPM. (Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika UGM); Ir. Memory Motivanisman Waruwu, S.T., M.Eng., IPM. (Departemen Teknik Nuklir dan Teknik Fisika UGM); dan Hermin Kartika Sari, S.T., M.Eng. (Politeknik Negeri Bandung).

Pencapaian paten ini tidak hanya menegaskan kepeloporan sivitas akademika dalam inovasi teknologi kesehatan nasional, tetapi juga berkontribusi nyata terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin ke-3, yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-Being). Kehadiran perangkat ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian alat kesehatan medis di Indonesia serta menjembatani riset laboratorium ke tahap hilirisasi industri.
Penulis: Raden Roro Anisa Anggi Dinda