Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) berkomitmen kuat menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai penelitian dan pengabdian di tahun 2025. Para dosen akan meneliti isu-isu krusial yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, memastikan ilmu psikologi dapat dirasakan manfaatnya secara langsung. Tahun ini, Psikologi UGM mendukung 13 kegiatan penelitian dengan total dana sebesar Rp 466,35 juta serta 5 kegiatan pengabdian masyarakat dengan total dana Rp125 juta. Berbagai kegiatan ini dilakukan dengan tema beragam, tidak hanya penting secara akademik, tetapi juga nyata manfaatnya dalam keseharian masyarakat.
SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan
Career Center Fakultas Psikologi UGM menggelar webinar “Learning Effectively and Growing as a College Student” pada Jumat (3/10), secara bauran. Kegiatan yang diikuti mahasiswa S1 semester satu dan tiga ini menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni Nadia Puti Dianesti, S.Psi. (Alumni dan Mahasiswa Berprestasi Fakultas Psikologi dan Universitas UGM 2024) serta Alya Nur Faiza (Mahasiswa Berprestasi Fakultas Psikologi UGM 2025).
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) menyelenggarakan Sosialisasi Literasi Keuangan sebagai bagian dari upaya pengembangan kapasitas dan kesejahteraan pegawai. Kegiatan digelar secara bauran pada Jumat (3/10) di Selasar Gedung D Fakultas Psikologi UGM.
Perjalanan Reny Yuniasanti, M.Psi., Ph.D., Psikolog, dikenal sebagai sosok pendidik yang teguh berpegang pada integritas sekaligus aktif mengabdi melalui organisasi profesi. Perjalanan akademiknya dimulai ketika ia menjadi angkatan pertama Program Studi Magister Psikologi Profesi Universitas Gadjah Mada pada 2005. Ia berhasil lulus dan menuntaskan studi meski kala itu sistem perkuliahan masih dalam tahap uji coba.
Sebagai bagian dari rangkaian Pre-International Course Series of the International Course on Public Mental Health, Center for Public Mental Health (CPMH) Fakultas Psikologi UGM menghadirkan dua pakar untuk membahas pentingnya memahami bunuh diri bukan hanya sebagai persoalan individu, tetapi juga terkait erat dengan faktor budaya, sosial, dan sistemik. Acara ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai kalangan secara daring, pada Jumat (19/9).
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Wahana Keluarga Cerebral Palsy (WKCP) menjajaki peluang kerja sama melalui pertemuan yang digelar Rabu (17/9) di ruang D-506 Fakultas Psikologi UGM. Pertemuan ini membahas peluang kolaborasi terkait riset, kajian, dan model pendampingan berkelanjutan berbasis keluarga dan komunitas.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada melalui Center for Indigenous and Cultural Psychology (CICP) menyelenggarakan Internal Workshop: Youth Studies, Livelihood, Relational Wellbeing, and Scoping Review pada 10–12 September 2025 di ARTOTEL Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program U’Good Grant: Vulnerable Youth – Navigating Meaningful Livelihood in Indonesia, sebuah inisiatif riset internasional yang bertujuan menggali relasi sosial, dukungan komunitas, dan peran institusi dalam mendukung pemuda rentan mencapai penghidupan yang bermakna. Program UGood Grant didukung oleh National Research Foundation (Afrika Selatan), Fondation Botnar (Swiss), dan Human Sciences Research Council (Afrika Selatan).
Sheilla Varadhila Peristianto, M.Psi., Psikolog., sukses gelar doktor pada ujian terbuka Program Studi Doktor Ilmu Psikologi Universitas Gadjah Mada, Selasa (19/08). Penelitian yang berjudul “Konsep Rasa Rumangsa dan Kaitannya dengan Beban Subjektif Keluarga yang Merawat Individu dengan Skizofrenia” mengantarkan Sheila menjadi doktor ke-6672 yang lulus dari UGM.
Dr. Bagus Riyono, M.A., Psikolog, dosen Fakultas Psikologi UGM, kembali mendapat undangan mengisi kelas internasional. Setelah bukunya Tazkiya Therapy in Islamic Psychotherapy diterbitkan Routledge, karya tersebut menjadi materi diskusi di kelas Islamic Spirituality di Respect Graduate School, Pennsylvania, Amerika Serikat.
Undangan tersebut datang dari Prof. Suleyman Eris, akademisi keturunan Turki yang mengajar di sana. Mahasiswa magister di kelas Prof. Eris ditugaskan untuk membaca dan mendiskusikan buku Tazkiya Therapy. Karena terkesan dengan isi buku tersebut, Prof. Eris kemudian mengundang Dr. Bagus untuk hadir langsung sebagai dosen tamu pada 15 Agustus, Jumat, pukul 09.00–10.30 waktu setempat.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Cross-Cultural Understanding (CCU) pada 13-14 Agustus 2025 untuk menyambut 23 mahasiswa pertukaran dari sembilan negara. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program Student Mobility yang mendukung adaptasi akademik dan sosial mahasiswa asing selama satu semester di UGM.