Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) mulai memperkuat kesiapsiagaan bencana melalui penataan jalur evakuasi dan penyusunan panduan kebencanaan di lingkungan fakultas. Langkah ini diambil sebagai respons atas kejadian gempa bumi pada 27 Januari 2026 yang sempat mengganggu kegiatan perkuliahan.
Kondisi tersebut mendorong munculnya berbagai usulan dari sivitas akademika untuk meningkatkan sistem mitigasi bencana, terutama terkait kejelasan jalur evakuasi dan prosedur keselamatan. Selain itu, muncul pula kebutuhan akan mekanisme pasca gempa, seperti kapan gedung dinyatakan aman untuk kembali digunakan.
Untuk menindaklanjuti hal tersebut, Fakultas Psikologi UGM berkoordinasi dengan Kantor Keamanan, Keselamatan Kerja, Kedaruratan, dan Lingkungan (K5L) UGM melalui survei area pada 3 Februari 2026. Dari hasil koordinasi ini, mulai dilakukan sejumlah penataan fisik, termasuk memastikan jalur evakuasi tetap aman dan tidak terhambat.
“Mulai disiapkan rambu-rambu jalur evakuasi dan penataan area tangga, termasuk tidak meletakkan pot di area tangga utama agar tidak mempersempit akses,” ungkap Annisa Rizki Rahardianti, Tim Inisiasi Penyusunan SOP Mitigasi & Evakuasi, Rabu (8/4).
Rekomendasi tersebut menekankan pentingnya jalur evakuasi yang aman dan mudah diakses oleh seluruh sivitas akademika, termasuk pemasangan rambu yang jelas serta penataan area pendukung.

Fakultas juga menggelar koordinasi penyusunan Buku Panduan Manual Kebencanaan pada 4 Maret 2026. Dalam pertemuan ini, dibahas perlunya kajian lebih lanjut terkait prosedur evakuasi gempa.
“Evakuasi gempa, termasuk waktu yang dibutuhkan hingga dinyatakan aman untuk kembali ke gedung, masih memerlukan koordinasi lanjutan,” jelas Annisa.
Untuk memperkaya penyusunan panduan, Fakultas turut melibatkan akademisi dari Fakultas Geografi UGM, Dr. Taufik Hery Purwanto, S.Si., M.Si. Dari diskusi tersebut, disampaikan pentingnya penguatan edukasi kebencanaan di lingkungan kampus.

Selain itu, K5L juga memberikan sejumlah rekomendasi teknis, seperti penambahan titik kumpul, pemasangan peta jalur evakuasi di setiap lantai, serta penyediaan lampu darurat di jalur evakuasi guna mendukung keselamatan saat kondisi darurat.
Upaya ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesiapsiagaan sivitas akademika dalam menghadapi kondisi darurat serta meminimalkan risiko apabila terjadi bencana di lingkungan kampus.
Penulis: Erna Tri Nofiyana