Kamis (25/8) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Pelepasan Wisudawan/Wisudawati Periode IV Tahun Akademik 2021/2022. Pelepasan kali ini merupakan pelepasan wisudawan/wisudawati pada program Sarjana dan International Undergraduate. Pelepasan periode ini diikuti 59 program Sarjana dan 8 mahasiswa dari International Undergraduate Program (IUP). Sehingga, terdapat 67 mahasiswa yang merupakan total peserta secara keseluruhan yang mengikuti pelepasan wisuda periode ini.
Rilis
Silih Agung Wasesa, S.Psi., M.Si atau yang akrab disapa Silih adalah lulusan Sarjana Psikologi Universitas Gadjah Mada. Saat ini Silih berkarier sebagai seorang penulis, youtuber, dan pemilik salah satu acara di SmartFM Jakarta. Silih juga dikenal sebagai ahli dalam mengembangkan merk, perilaku konsumen, strategi pemasaran, komunikasi, Pendidikan publik, dan modifikasi perilaku dengan berbagai pengalaman dalam masalah perusahaan. Semua itu sudah dan sedang dilakukan oleh Silih selama 28 tahun.
[sangar-slider id=15434]
Fakultas Psikologi UGM menyelenggarakan pembekalan Praktik Kerja Profesi Psikologi (PKPP) bagi mahasiswa Program Magister Psikologi Profesi (MAPRO) angkatan XVIII pada 8 hingga 11 Agustus 2022.
[sangar-slider id=15836]
Senin (1/8), Fakultas Psikologi UGM membuka rangkaian Orientasi Akademik Mahasiswa Baru (OA MABA) Program Pascasarjana Tahun Akademik 2022/2023. Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Galang Lufityanto, M.Psi., Ph.D., Psikolog., membuka kegiatan secara resmi.
Melanjutkan rangkaian Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru Psikologi Rumah Kita (PPSMB-PRK) Rabu (3/8), Fakultas Psikologi UGM laksanakan PPSMB-PRK hari kedua pada Kamis (4/8). Tidak kalah meriahnya, rangkaian PPSMB-PRK hari kedua dilaksanakan dengan berbagai rangkaian yang dapat menumbuhkan semangat Gadjah Mada Muda (GAMADA) Fakultas Psikologi UGM untuk menggali potensi diri.
Rabu (3/8), Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru Psikologi Rumah Kita (PPSMB-PRK) untuk pertama kalinya kembali diselenggarakan secara luring. PPSMB-PRK merupakan kegiatan orientasi dan pengenalan fakultas bagi mahasiswa baru Fakultas Psikologi UGM. Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Galang Lufityanto, M.Psi., Ph.D., Psikolog., membuka kegiatan secara resmi.
Pembicara pertama pada acara ini adalah Dr. Bagus Riyono, M.A., Psikolog yang menjelaskan grounded theory secara filosofis terlebih dahulu. “Sebelum kita bahas tentang grounded theory sebagai metode atau sebagai teknik, saya ingin menyampaikan dulu secara filosofis kerena ketika kita hanya menganggap grounded theory sebagai teknik dan tidak menghayati filosofinya. Saya takutnya nanti mekanistis ketika melakukan studi grounded theory”.
Selanjutnya, Bagus menjelaskan bahwa ilmu pengetahuan adalah usaha manusia untuk memahami apa yang terjadi dan realitas. “Realitas itu kenapa harus dipahami karena sebetulnya karena kita ingin tahu sebetulnya yang sebenarnya itu seperti apa atau lebih umumnya, sebetulnya ilmu pengetahuan, sains itu tujuannya untuk mengetahui kebenaran dalam berbagai levelnya dan level yang paling permukaan itu sering disebut realitas”. Akan tetapi, realitas terkadang terhalang oleh tabir-tabir, seperti persepsi, prejudice, dan sebagainya dan ilmu pengetahuan bertujuan untuk menguak tabir-tabir itu supaya kita mendapatkan realitas yang sesungguhnya.
Untuk bisa mengungkap realitas atau membuka tabir-tabir realitas itu, ada 3 sumber atau pendekatan. Pendekatan yang cukup populer selama ini adalah pendekatan kuantitatif. yang didukung oleh filsafat positivisme yang menganggap realitas itu adalah sesuatu yang bisa diukur. Pendekatan yang kedua, tidak melalui pengukuran, tetapi melalui penggalian atau secara umum disebut sebagai fenomenologi. Terakhir, pendekatan ketiga adalah wahyu sebagai petunjuk dari Tuhan yang disampaikan melalui kitab-kitab suci. “Itu menjadi sumber kebenaran karena sudah terbukti bahwa perjalanan hidup dan pengalaman manusia sudah tertulis di kitab suci sampai nanti kiamat dengan bahasa/istilahnya masing-masing”, jelas Bagus
Sesi kedua pada acara ini disampaikan oleh Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog. Sehingga berteori muncul sebagai proses alami untuk memahami dunia dan realitas di sekitar mereka. Jadi semua orang bisa membuat teori. Akhirnya teori bisa dibedakan menjadi teori awam (masyarakat umum), teori pseudo ilmiah dan teori ilmiah”, terang Subandi. Selain itu, Subandi juga menerangkan bahwa teori itu sifatnya tidak tetap, bisa berubah karena adanya kejadian atau fenomena baru”.
Photo by Álvaro Serrano on Unsplash
Acara diawali dengan Diana yang mengajukan beberapa pertanyaan kepada partisipan. Salah satu pertanyaan yang diajukan adalah apa tujuan utama dari pengasuhan. Partisipan menjawab dengan beberapa jawaban seperti membentuk dan mewadahi anak agar berkembang optimal, memfasilitasi anak bertumbuh sesuai dengan potensinya, mendampingi dan mendidik serta mengasuh anak sesuai tahap perkembangannya. Pertanyaan lain yang juga diajukan di awal acara adalah apa sebenarnya elemen yang ada di dalam pengasuhan. Lalu partisipan menyebutkan beberapa jawaban seperti memberikan kasih sayang, mendidik dan memfasilitasi, memahami serta mendukung, membangun koneksi maupun bounding.
Melalui materi yang disampaikan bahwa elemen yang dari pengasuhan adalah memberi dukungan dan mengontrol yang menjadi kombinasi dalam gaya pengasuhan. “Memberikan dukunga dapat berupa stimulasi maupun edukasi, sementara kontrol itu supervisi”.
Pengasuhan konvensional adalah pengasuhan “seperti zaman dulu aku diasuh”. “Anak-anak hidup untuk masa depan, bukan masa kini, apalagi masa lalu”, ujar Diana. Terdapat empat macam gaya pengasuhan, yaitu authoritarian/gaya otoriter (rigid), permissive/gaya permisif, uninvolved/gaya tidak terlibat, rejecting/gaya penolakan, tidak terlibat
Diana pun menerangkan bahwa tujuan utama dari setiap pengasuhan adalah mendidik anak berkarakter. “Jadi klo kita bicara pola asuh, seharusnya bukan sejak usia dini, tetapi dimulai sejak dalam kandungan. Karena karakter anak ditentukan sekali sejak di dalam kandungan”. Jadi, bagaimana anak di dalam kandungan dipengaruhi oleh bagaimana karakter ibu dan hal itu sangat signifikan berkontribusi terhadap karakter anak di masa depan. Apakah Ibu menerima anak yang dikandungnya dalam kondisi senang atau apakah anak yang dikandung adalah anak yang diharapkan.
“Oleh karena itu, esensi dari keluarga berencana adalah merencanakan kehamilan agar orang tua itu mampu atau siap dengan kehamilan itu”. Hal itu dikarenakan kejadian kehamilan adalah kejadian yang luar biasa bagi anak.
Diana mengungkapkan bahwa saat ini di puskesmas Sleman & Bantul, Ibu hamil yang baru pertama kali datang harus bertemu dengan Psikolog untuk diasesmen. Berkaitan dengan apakah anak itu dicintai sepenuhnya, apakah kehamilan ini dikehendaki sepenuhnya atau tidak dan lain sebagainya. Kondisi ketika hamil sangat memengaruhi karakter anak. Ketika orang tua tidak bahagia disebabkan stres maupun tekanan akan berpengaruh pada plasenta yang tidak mampu menjalankan fungsinya untuk menyaring racun. Hal itu mengakibatkan anak di dalam kandungan rentan terkena zat-zat yang salah satunya adalah kortisol yang sangat korosif terhadap perkembangan otak.
Photo by Tanaphong Toochinda on Unsplash
Jumat (29/7), Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan Universitas Mandala Waluya (UMW), Kendari. Kunjungan diterima Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, Dr. Sumaryono, M.Si., Psikolog., di ruang A-203 Fakultas Psikologi UGM. Kegiatan berlangsung pukul 12.30 WIB hingga 15.00 WIB dan diikuti 5 orang peserta dari Fakultas Ilmu Sosial dan Bisnis, UMW.
Fakultas Psikologi UGM melalui Career Center Fakultas Psikologi UGM menggelar seminar Pembekalan Penerjunan Magang Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bagi Mahasiswa Prodi Sarjana Psikologi secara bauran, Selasa (26/7). Tujuan kegiatan ini untuk memberikan bekal pengetahuan dan kemampuan psikologi bagi mahasiswa yang dapat diterapkan selama program magang MBKM. Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., membuka kegiatan ini.