Unit Konsultasi Psikologi (UKP) pada hari Jumat (18/11) mengadakan acara Webinar dengan judul “Dear Little Me, It’s not Your Fault”. Acara tersebut dilaksanakan secara daring dengan Amalia Nur Aisyah Tuasikal, Psikolog sebagai moderator. Sementara untuk narasumber dibersamai oleh Annisa Poedji Pratiwi, Psikolog dan Ernawati Widyaningsih, Psikolog. Harapannya, melalui acara ini peserta yang mengikuti mendapatkan kesempatan belajar bersama lebih dalam tentang hubungan antara innerchild dan juga kejadian trauma yang pernah dialami di masa lalu.
Rilis
Fakultas Psikologi UGM resmi membuka rangkaian acara Dies Natalis ke-58 di Selasar gedung D, Jumat (11/11). Pembukaan peringatan 58 tahun berdirinya Fakultas Psikologi UGM ini ditandai dengan pemasangan puzzle logo dies ke-58 oleh dekan, dosen, perwakilan mahasiswa, tenaga kependidikan, dan perwakilan Kapsigama. Pembukaan Dies dilaksanakan bertepatan dengan 58 hari menuju puncak acara Dies Natalis ke-58 Fakultas Psikologi UGM, awal Januari 2023 mendatang.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan SMP N 1 Yogyakarta jalin kerja sama terkait penyelenggaraan pelayanan & psikoedukasi tes kognitif AJT, Kamis (10/11). Bertempat di ruang C-101 Fakultas Psikologi UGM, kerja sama ditandai dengan perjanjian kerja sama oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Psikologi UGM, Dr. Wenty Marina Minza, S.Psi., M.A., dan Kepala Sekolah SMP N 1 Yogyakarta, Dra. Y. Niken Sasanti, M.Pd.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Kepolisian Daerah (Polda) DIY melaksanakan penandatanganan seremonial kerja sama penyelenggaraan magang Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), di Ruang A-203, Fakultas Psikologi UGM, Kamis (9/11). Kesepakatan kerja sama tersebut tertuang dalam perjanjian kerja sama yang ditandatangani oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D., dan Karo SDM Kombes Pol Nanang Djunaedi, S.I.K., M.M.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan 64 siswa-siswi kelas XI dan XII jurusan IPS SMA IT Raflesia Depok di Auditorium G-100 Fakultas Psikologi UGM, Kamis (3/11).
Mengawali kegiatan, peserta kunjungan menyaksikan pemutaran video mengenai Fakultas Psikologi UGM, dan Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru (PPSMB) 2022. Menyambut peserta dan membuka kegiatan, Iwan Suryanto selaku pembawa acara menyampaikan selamat datang bagi siswa-siswi dan guru pendamping.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY melakukan penandatanganan rencana kerja sama tentang Asesmen Bakat, Minat, Soft Skills, dan Kepribadian dalam Layanan Bimbingan Jabatan pada Disnakertrans DIY. Kesepakatan kerja sama tersebut tertuang dalam naskah rencana kerja yang ditandatangani oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Fakultas Psikologi UGM, Dr. Wenty Marina Minza, S.Psi., M.A., dan Kepala Disnakertrans DIY, Aria Nugrahadi, S.T., M.Eng., di Ruang Bagaskara, Disnakertrans DIY, Senin (31/10).
Rabu (26/10), Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan pelepasan wisudawan/wisudawati Program Pascasarjana dan pengambilan sumpah psikolog periode I tahun akademik 2022/2023 secara luring di Auditorium G-100. Kegiatan ini diikuti 42 wisudawan/wisudawati, 28 wisudawan/wisudawati Program Studi Magister Psikologi Profesi dan 14 wisudawan/wisudawati Prodi Magister Psikologi.
Namun, sebelum memulai menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah masuk, Nurul kembali mengingatkan para partisipan yang hadir dalam KulOn mengenai empat pilar penopang, “Jadi, ketika kita berbicara tentang kesehatan jiwa, maka kita berbicara empat pilar penopang dan empat pilar penopang tersebut bersifat aktif dan harus diupayakan agar tetap berdiri”.
Selain meningatkan tentang empat pilar penopang, Nurul juga mengingatkan tentang salah satu faktor protektif yang dapat dikembangkan dan diupayakan adalah literasi kesehatan mental. Semakin tinggi literasi kesehatan mental, maka semakin tinggi kemampuan memahami diri sehingga lebih peka dan dapat melakukan deteksi dini terkait gangguan kesehatan mental. “Literasi kesehatan mental yang minim sekali di masyarakat menyebakan kesenjangan penanganan yang begitu besar”, ungkap Nurul.
Setelah menjelaskan beberapa hal terkait gangguan mental dan perilaku bunuh diri, para narasumber mulai menjawab satu per satu pertanyaan yang masuk. Salah satunya mengenai kenapa individu bisa sampai memiliki keinginan untuk bunuh diri dan Wirdatul menjawab dengan menganalogikan sebuah tiang yang menopang suatu beban. “Individu yang memiliki keinginan atau pikiran bunuh diri ibaratnya sedang menghadapi beban yang besar, tetapi tiang yang menyokong beban itu sedang rapuh”, jelas Wirdatul.
Beberapa faktor yang membuat tiang itu rapuh disampaikan oleh Wirdatul seperti, faktor sosial, memiliki pengalaman yang traumatis, memiliki diagnosis gangguan mental tunggal maupun komorbid, penyalahgunaan zat-zat dan alcohol, ketidakmampuan dan keengganan dalam meminta bantuan, serta tingkat religiusitas seseorang.
Di akhir sesi, ditutup dengan pertanyaan tentang bagaimana kiat sederhana untuk memiliki mindfull agar tidak mudah terpecah pikirannya dan kembali teringat untuk melakukan bunuh diri. “Punya rutinitas dan catatan. Jadikan diri sendiri sebagai individu yang membutuhkan catatan supaya yang dilakukan tersistematis”, jawab Nurul.
“Pikiran itu liar dan seseorang bisa saja mengalami kemunculan pikiran negative yang tiba-tiba. Sekalinya satu pikiran negatif muncul, maka akan memancing pikiran negatif lainnya untuk muncul. Oleh karena itu, menulis dan memiliki catatan adalah salah satu cara untuk menata dan merapikan pikiran-pikiran (liar) itu serta meminimalkan melakukan aktivitas multitasking”, tambah Wirdatul.
Photo by National Cancer Institute on Unsplash
Selasa (4/10), Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Office of Cooperation, International Affairs, and Alumni (OCIA) menyelenggarakan temu alumni dan pengisian