Yogyakarta, 26 Oktober 2026 — Pengalaman trauma kompleks pada masa kanak-kanak dapat menghadirkan tantangan berkepanjangan dalam kehidupan seseorang, termasuk saat menempuh pendidikan tinggi. Namun, pengalaman traumatis tidak selalu menghentikan perkembangan individu. Sebuah penelitian dari Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkap bagaimana seorang penyintas trauma kompleks tetap mampu menyelesaikan pendidikan pascasarjana di tengah berbagai tekanan hidup.
Arsip:
Psikologi Klinis
Informasi mengenai kesehatan mental kini semakin mudah diakses melalui media sosial, termasuk konten tentang depresi, kecemasan, ADHD, dan burnout. Namun, kemudahan ini juga berisiko menimbulkan kesalahpahaman karena banyak individu melakukan self-diagnosis tanpa asesmen psikologis yang memadai dan memberi label pada diri sendiri tanpa memahami konteks serta batasannya.