Kamis (5/8) Fakultas psikologi UGM menyelenggarakan upacara penutupan Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru Psikologi Rumah Kita (PPSMB-PRK) 2021. Acara ini merupakan puncak dari acara PPSMB-PRK UGM yang berlangsung selama dua hari, sejak hari Rabu (4/8). Acara ini merupakan kelanjutan dari rangkaian acara PPSMB UGM yang dimulai pada hari Senin (2/8).
Rilis
Acara dilaksanakan dari pukul 16.30 WIB hingga 19.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh 147 peserta dari berbagai negara.
Pada awal acara panitia menayangkan video profil tentang UKM Peduli Difabel UGM. Organisasi ini berfokus pada penyandang disabilitas dan berusaha membangun dan menciptakan lingkungan yang inklusif di kampus Universitas Gadjah Mada.
Acara dibuka oleh Prof. Dr. Faturochman, M.A. selaku Dekan Fakultas Psikologi UGM. Dalam kata sambutannya Fatur mengapresiasi acara ini karena memberikan dampak yang positif bagi kesadaran inklusif, kesetaraan, dan kebahagiaan bersama.
Acara ini diisi oleh pemateri profesor bidang studi disabilitas dan pendidikan School of Education, University of Sheffield, Prof. Dan Goodley, Ph.D. B.Sc (Hons), dan dimoderatori sekaligus dibuka oleh Kepala Unit CLSD, Elga Andriana S.Psi., M.Ed, Ph.D. Dalam pemaparannya presentasinya yang berjudul “Who’s allowed to be Human?” Dan Goodley mengajak peserta untuk merenungkan kembali hak asasi manusia pada penyandang disabilitas yang sering terabaikan.
Pada awal pemaparan materinya, Dan Goodley mengajak peserta acara memikirkan kondisi penyandang disabilitas dalam masa pandemi Covid-19. Di saat semua orang berjuang susah payah menyelamatkan hidupnya, penyandang disabilitas mengalami dampak yang signifikan.
“Who’s allowed to be human?” merupakan pertanyaan satir yang terdapat dalam buku terbaru Dan Goodley yang berjudul Society Now: Disability and Human Questions. Dalam pemaparannya, Dan Goodley memang banyak menceritakan isi buku terbarunya ini yaitu tentang bagaimana manusia modern memposisikan penyandang disabilitas di zaman yang teknologi dan media informasinya sudah banyak berkembang. Dalam bukunya itu Dan Goodley mengungkapkan bahwa pekerjaan dan pendidikan seringkali dibangun dengan mengecualikan penyandang disabilitas.
Dan Goodley mengungkapkan bahwa di setiap era terjadi diskriminasi tidak hanya dialami oleh penyandang disabilitas saja. Perbedaan ras dan warna kulit seringkali juga menjadikan perlakuan dan anggapan yang tidak sama.
Seiring berjalannya waktu dan perubahan kondisi politik, ekonomi, dan sosial, diskriminasi semakin dikikis karena tidak sesuai dengan semangat humanisme. Hal itu juga menjadi angin segar bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan hak yang setara.
Acara pembukaan summer course ini berjalan sangat lancar. Pemateri dan peserta saling memberi tanggapan dan bertukar pikiran tentang dinamika penyandang disabilitas di masing-masing negara tempat mereka tinggal.
Fakultas Psikologi UGM pada Rabu (4/8) untuk kedua kalinya melaksanakan Pelatihan Pembelajaran Sukses Psikologi Rumah Kita (PPSMB-PRK) 2021 secara daring. Acara ini merupakan agenda yang ditujukan untuk mahasiswa baru tingkat fakultas yang dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Faturochman, M.A selaku Dekan Fakultas Psikologi UGM.
Acara dimulai pukul 08.00 WIB dan selesai pukul 09.30 WIB. Acara dihadiri oleh 40 mahasiswa Magister Psikologi UGM yang masih aktif kuliah hingga semester ini.
“Psikologi Menyapa” dibuka oleh Dr. Arum Febriani M.A., Ketua Program Studi Magister Psikologi UGM yang menjadi moderator dalam acara ini. Kemudian, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari staf dekanat Fakultas Psikologi UGM.
Diawali dengan sambutan dan sapaan dari dekan Fakultas Psikologi UGM, Prof. Dr. Faturochman, M.A kepada seluruh mahasiswa Magister Psikologi yang sudah beberapa bulan menjalani perkuliahan secara daring di masa pandemi Covid-19. Faturochman juga juga mengajak mahasiswa Magister Psikologi UGM untuk saling bertukar kabar dan bercerita pengalamannya selama menjalani proses belajar dari rumah.
“Ini sebetulnya acara yang sangat santai. Inisiatif dari kami, maksudnya sederhana, jadi ini kondisi tidak normal, kalau kita tidak saling kenal tidak pernah saling menyapa itu terlalu jauh dengan kondisi normal. Jadi kita ingin mendekatkan walau tidak bisa terlalu dekat,” tutur Faturochman.
Sesi cerita dilanjutkan oleh wakil dekan fakultas. Yang pertama, Wakil Dekan Bidang Akademik Bidang Kemahasiswaan, Dr. Nida Ul Hasanat, M.Si., yang menceritakan tentang seorang alumni mahasiswa Magister Psikologi UGM yang juga seorang musisi.
“Nah saya cuma memicu barangkali nanti ada yang menyanyi gitu lho,” ucap Nida sambil tertawa kecil.
Selanjutnya, Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia Dr. Yuli Fajar Susetya, M.Si. yang menceritakan tentang kenangannya perjalanan pulang kampung ke Kalimantan Selatan sebelum pandemi. Hal itu untuk mengobati rasa kangennya merasakan suasana perjalanan pulang ke rumah. Yuli juga berbagi cerita tentang meriahnya suasana belajar daring yang dialami bersama anak-anak di rumah.
“Biasanya sama anak-anak kalau sudah kuliah bareng rumah itu hiruk pikuk karena semuanya sedang belajar (daring), mungkin ada sekitar lima laptop ya aktif semua karena anak-anak saya masih kuliah dan masih SMP sama SMA,” cerita Fajar.
Tak ketinggalan juga Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerjasama, Prof. Kwartarini Wahyu Yuniarti, M.Med.Sc., Ph.D., yang juga berbagi cerita tentang kegiatannya mengikuti mata kuliah Experiential learning dari Covid-19. Kwartarini yang seringkali disapa dengan “Bu Bo” ini juga menceritakan tentang kegiatannya di rumah, seperti merawat ayam, marmut, dan ikan peliharaan, serta beberapa kegiatan menyenangkan lainnya.
“Saya punya waktu untuk melihat detail rumah saya dan punya waktu ngobrol untuk suami saya dan saya punya waktu untuk memahami diri di rumah,” cerita Kwartarini.
Pada sesi berikutnya, kesempatan berbagi cerita diberikan kepada mahasiswa. Ada tujuh mahasiswa yang menceritakan kegiatan mereka dalam mengisi waktu saat studying from home. Mereka bercerita tentang liku-liku penyesuaian diri belajar di rumah, membagi waktu dengan keluarga, serta bagaimana mengatasi stres dan rasa kesepian yang kadang melanda dengan beragam kegiatan, mulai jalan-jalan di sawah hingga melakukan kontemplasi diri.
Melalui acara “Psikologi Menyapa” ini diharapkan terjalin komunikasi aktif antara fakultas dan mahasiswa, sehingga berdampak positif bagi mahasiswa dalam melanjutkan masa studinya.
Seperti halnya menjaga kesehatan fisik, menjaga kesehatan mental baik diri sendiri maupun keluarga menjadi faktor penting yang harus dilakukan di masa pandemi. Dikarenakan hal tersebut, PFA memiliki peranan penting untuk memberikan dukungan psikologi di situasi kritis, khususnya di masa pandemi COVID-19. PFA diberikan tidak hanya untuk penyintas COVID-19 saja, namun juga dapat diberikan kepada mereka yang terkena dampak dari COVID-19 seperti mereka yang kehilangan keluarga, kehilangan pekerjaan, atau bagi mereka yang mengalami gangguan psikologis seperti merasa cemas atau depresi. PFA tidak harus dilakukan oleh profesional kesehatan mental. PFA dapat dilakukan oleh siapa saja yang telah dilatih sebelumnya untuk memberikan PFA.
Sebanyak 35 mahasiswa Fakultas Psikologi UGM dilatih untuk dapat memberikan PFA melalui pelatihan yang diselenggarakan selama 3 hari pada tanggal 2 – 4 Agustus 2021 secara daring. Pelatihan ini bertujuan untuk membekali Tim Satgas Relawan Penyintas COVID-19 fakultas yang akan bergerak membantu memberikan pendampingan psikologis bagi dosen, mahasiswa maupun tenaga kependidikan Fakultas Psikologi UGM yang terkena dampak dari COVID-19. “Tim Relawan Penyintas COVID-19 fakultas kali ini berbeda dengan yang dulu. Sekarang kami memiliki tim rujukan”, ungkap Nurul, koordinator Tim Relawan Penyintas COVID-19.
Pada pelatihan ini Tim Relawan Penyintas COVID-19 dibekali dengan berbagai keterampilan PFA diantaranya pengetahuan mengenai hubungan antara kesehatan mental dan gangguan mental, stigma terkait kesehatan mental, definis dan framework PFA, PFA dengan komunikasi jarak jauh, PFA untuk situasi kehilangan dan berduka, komunikasi empatik, dsb. Materi-materi tersebut disampaikan oleh berbagai pakar di bidangnya diantaranya Diana Setiyawati, M.HSc.Psy., Ph.D., Tri Hayuning Tyas, S.Psi., M.A., Edilburga Wulan Saptandari, M.Psi., Ph.D., Psikolog, Idei Khurnia Swasti, S.Psi., M.Psi., Psikolog, dr. Riris Andono Ahmad, MD, MPH, Ph.D., dan Nurul Kusuma Hidayati, M.Psi, Psi.
Kemudian, acara dilanjutkan Laporan Penerimaan Mahasiswa Baru dan Mahasiswa Berprestasi yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Djagal Wiseso Marseno, M.Agr selaku Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan. Melalui laporan yang disampaikan, diketahui UGM tahun ini menerima mahasiswa baru sebanyak 9.120 orang, yang terdiri dari 7.798 mahasiswa baru Program Sarjana dan 1.412 mahasiswa baru Program Sarjana Terapan. Lebih rinci lagi, berdasarkan jenis kelaminnya terdapat 40,1% mahasiswa baru laki-laki dan 49,9% mahasiswa baru perempuan. Berdasarkan asal mahasiswa, UGM tahun ini juga menerima mahasiswa baru yang berasal dari luar negeri, seperti Iran, Qatar, Uni Emirat Arab, dan lain sebagainya. Sementara dari segi usia, mahasiswa baru termuda UGM tahun ini adalah Mutiara Anindiana Hapsari yang merupakan mahasiswa baru pada Program Studi Farmasi dengan usia 15 tahun 7 bulan 22 hari.
Pada acara ini juga disampaikan Amanat Upacara oleh Rektor. “Kepada seluruh mahasiswa baru, Gadjah Mada Muda, GAMADA, Kami ucapkan Selamat Datang di Kampus UGM. Dengan bangga kami menyambut kehadiran keluarga baru Universitas Gadjah Mada”, ucap Rektor. Selain itu, Rektor melalui Amanatnya berpesan agar GAMADA terus mencintai orangtua, para guru, dan dosen serta tanah air, Indonesia melalui kontribusi dan pengabdian dimanapun berada dengan mematri nilai-nilai serta jati diri Gadjah Mada.
Mengusung tema, “Ragam Kreasi UGM, Pancarkan Pesona Pertiwi” yang dilatarbelakangi oleh kondisi bangsa Indonesia saat ini yang memiliki indeks kreativitas rendah. Melalui tema tersebut, UGM berharap GAMADA sebagai generasi masa depan Indonesia dapat menghasilkan beragam kreasi dan inovasi cemerlang.
Hadir pula pada Upacara dan Pembukaan PPSMB tahun ini, Menteri Sekretaris Negara RI, Prof. Dr. Drs. Pratikno, M.Soc. Sc yang memberikan orasi sebagai bentuk kejutan untuk GAMADA. Melalui orasi yang disampaikan, Pratikno mengucapkan selamat karena berhasil terpilih sebagai mahasiswa baru UGM dari proses yang sangat ketat. Sementara itu, Orasi juga disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A yang mengingatkan bahwa menjadi mahasiswa tidak sama dengan kenaikan jenjang sekolah karena mahasiswa memiliki kebabasan lebih luas untuk menentukan masa depan.
Pada akhir acara, Rektor dan Wakil Rektor melakukan Pembukaan Simbolis PPSMB 2021 dengan membuka miniatur Buku Mekar Imaji yang bermakna bahwa GAMADA siap mengembangkan kreasi terbaiknya. Selain sebagai simbol pembukaan PPSMB 2021, pembukaan Buku Mekar Imaji menandakan bahwa jendela cakrawala baru dan petualangan GAMADA akan segera dimulai Selanjutnya, acara Upacara dan Pembukaan PPSMB UGM 2021 ditutup dengan menampilkan tayangan informatif terkait PPSMB dalam bentuk formasi block 3D serta video wawancara singkat berkaitan dengan sejarah pembuatan Anthem PPSMB UGM.
Hadir sebagai permbicara, Raras Pramudita, M.Psi., Psikolog merupakan psikolog rekanan di UKP UGM, sekaligus psikolog di Unit Disabilitas Dinas Pendidikan Yogyakarta. Raras membuka acara dengan terlebih dahulu menanyakan apa cita-cita yang dimiliki oleh para peserta yang hadir. Jawaban peserta beragam, ada yang menyebutkan bercita-cita ingin menjadi dokter, membuka café, bahkan menjadi seorang YouTuber. Menurut Raras, cita-cita perlu dimiliki oleh semua orang agar tetap memiliki tujuan meskipun sedang menghadapi kesulitan.
Salah satu kesulitan yang dihadapi dan cukup membuat galau adalah ketika seseorang dihadapkan oleh pemilihan jurusan kuliah. “Kuliah tidak hanya sekedar rutinitas, tetapi juga dapat menambah wawasan, keterampilan, melatih diri untuk menghadapi tekanan, bahkan menjadi pengalaman hidup bagi seseorang”, ungkap Raras. Ada beberapa hal yang perlu ditimbangkan ketika seseorang memilih jurusan kuliah, seperti karakteristik jurusan yang diminati, value, dan sudut pandang orang tua, mengenal serta mengetahui potensi diri.
Untuk mengenal serta mengetahui potensi diri, salah satu hal yang bisa dilakukan adalah teknik SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Melalui teknik SWOT, seseorang tidak hanya mengetahui kekuatan dan kelemahannya saja, tetapi juga dapat mengetahui kesempatan dan ancaman yang dapat menjadi penghambat dalam melakukan pengembangan diri.
Hal lain yang perlu diperhatikan menurut Raras, yaitu passion. “Passion tidak sekedar minat, tetapi minat yang kuat terhadap sesuatu yang kita suka”, jelas Raras. Lebih detailnya, passion adalah ketertarikan yang kuat terhadap suatu kegiatan yang disukai dan dianggap penting sehingga individu bersedia menginvestasikan waktu serta energi untuk mencapai tujuan.
Melalui acara ini, Raras juga menyampaikan tentang tips dan trik untuk memilih jurusan yang terdiri dari hentikan, lanjutkan, dan mulai. Pertama, hentikan kebiasaan yang dapat menghambat ketika memilih jurusan. Kemudian, lanjutkan hal-hal yang mendukung untuk memilih jurusan. Terakhir, mulai susun rencana untuk memilih jurusan.
Photo by Sincerely Media on Unsplash
Acara SGPC berlangsung dalam dua sesi dalam satu hari. Sesi pertama berlangsung pada pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB, sedangkan sesi kedua berlangsung pukul 13.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Khusus pada hari terakhir hanya ada satu sesi pagi saja.
Setiap sesi terbagi dalam tiga kelas paralel. Setiap kelas paralel diisi dua pemateri yang mempresentasikan proses penelitiannya secara bergantian. Setiap peserta acara bebas memilih kelas yang diminatinya untuk mengikuti presentasi dan sesi diskusi.
Acara dibuka oleh Ketua Program Studi Doktor Psikologi UGM Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D. Dalam kata sambutannya Rahmat menceritakan awal mula tercetuskannya ide mebuat acara rutin anggota Promovendus Club sejak tahun 2015 yaitu SGPC.
“Sarasehan Guyub Promovendus Club ini adalah kesempatan atau forum bagi kita untuk bersarasehan, bertukar ide, bertukar pemikiran dengan nuansa yang guyub, nyantai dalam wadah bagi Promovendus Club yaitu klubnya mahasiswa dan kandidat doktor program kita,” terang Rahmat.
Melalui acara SGPC, mahasiswa S3 mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan proposal penelitiannya dan mendapatkan masukan dari reviewer, baik alumni, angkatan sebelumnya, dan dosen non-promotor.
Acara diselenggarakan secara paralel pada setiap sesi sehingga peserta dapat memilih kelas yang akan diikuti sesuai dengan minat mereka. Acara ini juga mengundang mahasiswa dari prodi S2 dan S1, dimaksudkan untuk berbagi, memperkaya ranah pengetahuan, dan mempertajam minat riset.
Panitia acara SGPC menyampaikan bahwa acara berjalan lancar. Panitia juga merencanakan untuk kembali menyelenggarakan SGPG pada bulan Agustus dengan presenter khusus mahasiswa baru Doktor Psikologi UGM angkatan 2021.
Indeks Prestasi Kumulatif tertinggi pada periode ini adalah 3.93 yang diraih oleh Syurawasti Muhiddin dari Program Studi Magister Psikologi. Selain itu, Syurawasti juga meraih predikat cumlaude bersama dengan Andrea Prita Purnama Ratri dari Program Studi Magister Psikologi. Sementara untuk naskah publikasi tesis terbaik dari Program Studi Magister Psikologi juga diraih oleh Syurawasti Muhiddin yang berjudul “Pengaruh Identitas Sosial dan Perbandingan Sosial terhadap Intensi Melakukan Perilaku Berkelanjutan dengan Mengontrol Sikap, Norma Subjektif, dan Persepsi Kendali Perilaku” bersama Yopina Galih Pertiwi, M.A., Ph.D selaku pembimbing.
Pada program Studi Magister Psikologi Profesi, Indeks Prestasi Kumulatif tertinggi adalah 3.83 oleh Rinekso Wismanto Laban. Sementara Annisa Karuniawati meraih naskah publikasi terbaik dengan judul “Peran Workforce Agility dan Perveiced Organization terhadap Performance” bersama Dr. Sumaryono, M.Si., Psikolog sebagai pembimbing.
Dalam acara ini, sambutan dari wisudawan/wisudawati diwakilkan oleh Syurawasti Muhiddin yang menyampaikan bahwa Pandemi COVID-19 merupakan salah satu ujian yang tidak mudah dalam perjalanan menyelesaikan pendidikan. “Namun, satu hal yang pasti, kita semua telah sampai pada momen dimana tidak semua orang yang menginginkannya bisa mencapainya”, ujar Syurawasti. Syurawasti juga mengucapkan selamat berkiprah untuk rekan-rekan sambil menjaga nama baik almamater.
Selanjutnya, untuk proses pengambilan Sumpah Profesi Psikolog pada periode ini dipimpin oleh Dr. Andik Matulessy, M.Si., Psikolog selaku Sekjen Pimpinan Pusat Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). Selain itu, Andik juga memberikan sambutan dengan menyampaikan tiga hal sebagai pesan untuk wisudawan/wisudawati. Ketiga pesan tersebut adalah tentang kode etik, pengembangan kompetensi, dan keharusan dalam memberikan manfaat seluas-luasnya pada masyarakat.
Kemudian, Prof. Dr. Faturochman, M.A selaku Dekan Fakultas Psikologi UGM juga menyampaikan pesan untuk seluruh wisudawan/wisudawati bahwa harus terus meningkatkan kompetensi, keterampilan, dan soft-skill. “Dengan ini, Anda kami lepaskan dengan doa sepenuh hati untuk kesuksesan, kesehatan, dan kemajuan kita bersama”, ucap Faturochman di akhir sambutannya.
Semoga Allah menerima amal ibadahnya, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkan di surga-Nya. Aamiin.