Jumat (20/8) Fakultas Psikologi UGM kembali mengadakan acaran Alumni Sharing Session dengan tema “Studi Lanjut Bagi Sarjana Psikologi: Sebuah Keharusan atau Kebutuhan?”. Acara ini merupakan sarana berbagi pengalaman dari alumni Fakultas Psikologi UGM kepada adik-adik tingkatnya.
Rilis
Sabtu (14/8) Fakultas Psikologi UGM bersama dengan Persatuan Orang Tua Mahasiswa Fakultas Psikologi (POTMAPSI) menyelenggarakan Pertemuan Orang Tua Mahasiswa Baru Angkatan 2021. Pertemuan ini adalah agenda rutin yang diselenggarakan untuk membekali orang tua mahasiswa baru dengan berbagai informasi terkait perkuliahan, kurikulum, fasilitas dan juga kegiatan-kegiatan kemahasiswaan.
Pada Jumat (13/8), Unit Konsultasi Psikologi (UKP) Fakultas Psikologi UGM menyelenggarakan UKP Bersinergi UKP Berbagi (UBUB) ke-10 yang membahas tentang “Jejak Cerita di Balik Ruang Konsultasi: Intake Interview”. Pembahasan tersebut disampaikan oleh Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si dan Dr. Maria Goretti Adiyanti, M.S. Selain itu, pembahasan ini dimoderatori oleh Lucia Peppy Novianti, M.Psi., Psikolog dan diikuti oleh 92 peserta secara daring melalui Zoom.
Selasa (10/8), Orientasi Akademik Mahasiswa Baru Secara Daring Program Pascasarjana tahun akademik 2021/2022 resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Psikolgi UGM, Prof. Dr. Faturochman, M.A. Kegiatan ini merupakan kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa baru program pascasarjana dari Program Studi Magister Psikologi, Magister Psikologi Profesi dan Program Doktor Ilmu Psikologi.
Rabu (4/8) hingga Jumat (6/8) Program Studi Doktor Ilmu Psikologi dan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) Relasi Sosial Fakultas Psikologi UGM menyelenggarakan acara webinar dengan tajuk “Relasi Sosial dalam Perspektif Psikologi. Acara yang berlangsung selama tiga hari ini merupakan bagian dari pembelajaran di Program Doktor Fakultas Ilmu Psikologi UGM yang membahas tentang perkembangan termutakhir tentang riset-riset di bidang relasi sosial.
Prodi Sarjana Fakultas Psikologi UGM pada hari Jumat (6/8) mengadakan acara “Research Knowledge Sharing: Pola Perkembangan Perilaku Prososial dan Motif Moral pada Anak dan Remaja”. Pada kesempatan kali ini, tema tersebut disampaikan oleh Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Psi. Tidak hanya sendiri, Sutarimah juga melakukan penelitian ini bersama dengan Sukmo Bayu Suryo R., Gesta Aulia Nisa, dan Firyal Nur Karimah. “Agak sedikit berbeda judul yang ditampilkan pada poster dengan yang saya tampilkan, namun pada intinya yang saya jelaskan pada intinya sama, yaitu pola perkembangan prososial”, jelas Sutarimah.
Kamis (5/8) Fakultas psikologi UGM menyelenggarakan upacara penutupan Pelatihan Pembelajar Sukses bagi Mahasiswa Baru Psikologi Rumah Kita (PPSMB-PRK) 2021. Acara ini merupakan puncak dari acara PPSMB-PRK UGM yang berlangsung selama dua hari, sejak hari Rabu (4/8). Acara ini merupakan kelanjutan dari rangkaian acara PPSMB UGM yang dimulai pada hari Senin (2/8).
Acara dilaksanakan dari pukul 16.30 WIB hingga 19.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh 147 peserta dari berbagai negara.
Pada awal acara panitia menayangkan video profil tentang UKM Peduli Difabel UGM. Organisasi ini berfokus pada penyandang disabilitas dan berusaha membangun dan menciptakan lingkungan yang inklusif di kampus Universitas Gadjah Mada.
Acara dibuka oleh Prof. Dr. Faturochman, M.A. selaku Dekan Fakultas Psikologi UGM. Dalam kata sambutannya Fatur mengapresiasi acara ini karena memberikan dampak yang positif bagi kesadaran inklusif, kesetaraan, dan kebahagiaan bersama.
Acara ini diisi oleh pemateri profesor bidang studi disabilitas dan pendidikan School of Education, University of Sheffield, Prof. Dan Goodley, Ph.D. B.Sc (Hons), dan dimoderatori sekaligus dibuka oleh Kepala Unit CLSD, Elga Andriana S.Psi., M.Ed, Ph.D. Dalam pemaparannya presentasinya yang berjudul “Who’s allowed to be Human?” Dan Goodley mengajak peserta untuk merenungkan kembali hak asasi manusia pada penyandang disabilitas yang sering terabaikan.
Pada awal pemaparan materinya, Dan Goodley mengajak peserta acara memikirkan kondisi penyandang disabilitas dalam masa pandemi Covid-19. Di saat semua orang berjuang susah payah menyelamatkan hidupnya, penyandang disabilitas mengalami dampak yang signifikan.
“Who’s allowed to be human?” merupakan pertanyaan satir yang terdapat dalam buku terbaru Dan Goodley yang berjudul Society Now: Disability and Human Questions. Dalam pemaparannya, Dan Goodley memang banyak menceritakan isi buku terbarunya ini yaitu tentang bagaimana manusia modern memposisikan penyandang disabilitas di zaman yang teknologi dan media informasinya sudah banyak berkembang. Dalam bukunya itu Dan Goodley mengungkapkan bahwa pekerjaan dan pendidikan seringkali dibangun dengan mengecualikan penyandang disabilitas.
Dan Goodley mengungkapkan bahwa di setiap era terjadi diskriminasi tidak hanya dialami oleh penyandang disabilitas saja. Perbedaan ras dan warna kulit seringkali juga menjadikan perlakuan dan anggapan yang tidak sama.
Seiring berjalannya waktu dan perubahan kondisi politik, ekonomi, dan sosial, diskriminasi semakin dikikis karena tidak sesuai dengan semangat humanisme. Hal itu juga menjadi angin segar bagi penyandang disabilitas untuk mendapatkan hak yang setara.
Acara pembukaan summer course ini berjalan sangat lancar. Pemateri dan peserta saling memberi tanggapan dan bertukar pikiran tentang dinamika penyandang disabilitas di masing-masing negara tempat mereka tinggal.
Fakultas Psikologi UGM pada Rabu (4/8) untuk kedua kalinya melaksanakan Pelatihan Pembelajaran Sukses Psikologi Rumah Kita (PPSMB-PRK) 2021 secara daring. Acara ini merupakan agenda yang ditujukan untuk mahasiswa baru tingkat fakultas yang dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. Faturochman, M.A selaku Dekan Fakultas Psikologi UGM.
Acara dimulai pukul 08.00 WIB dan selesai pukul 09.30 WIB. Acara dihadiri oleh 40 mahasiswa Magister Psikologi UGM yang masih aktif kuliah hingga semester ini.
“Psikologi Menyapa” dibuka oleh Dr. Arum Febriani M.A., Ketua Program Studi Magister Psikologi UGM yang menjadi moderator dalam acara ini. Kemudian, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari staf dekanat Fakultas Psikologi UGM.
Diawali dengan sambutan dan sapaan dari dekan Fakultas Psikologi UGM, Prof. Dr. Faturochman, M.A kepada seluruh mahasiswa Magister Psikologi yang sudah beberapa bulan menjalani perkuliahan secara daring di masa pandemi Covid-19. Faturochman juga juga mengajak mahasiswa Magister Psikologi UGM untuk saling bertukar kabar dan bercerita pengalamannya selama menjalani proses belajar dari rumah.
“Ini sebetulnya acara yang sangat santai. Inisiatif dari kami, maksudnya sederhana, jadi ini kondisi tidak normal, kalau kita tidak saling kenal tidak pernah saling menyapa itu terlalu jauh dengan kondisi normal. Jadi kita ingin mendekatkan walau tidak bisa terlalu dekat,” tutur Faturochman.
Sesi cerita dilanjutkan oleh wakil dekan fakultas. Yang pertama, Wakil Dekan Bidang Akademik Bidang Kemahasiswaan, Dr. Nida Ul Hasanat, M.Si., yang menceritakan tentang seorang alumni mahasiswa Magister Psikologi UGM yang juga seorang musisi.
“Nah saya cuma memicu barangkali nanti ada yang menyanyi gitu lho,” ucap Nida sambil tertawa kecil.
Selanjutnya, Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia Dr. Yuli Fajar Susetya, M.Si. yang menceritakan tentang kenangannya perjalanan pulang kampung ke Kalimantan Selatan sebelum pandemi. Hal itu untuk mengobati rasa kangennya merasakan suasana perjalanan pulang ke rumah. Yuli juga berbagi cerita tentang meriahnya suasana belajar daring yang dialami bersama anak-anak di rumah.
“Biasanya sama anak-anak kalau sudah kuliah bareng rumah itu hiruk pikuk karena semuanya sedang belajar (daring), mungkin ada sekitar lima laptop ya aktif semua karena anak-anak saya masih kuliah dan masih SMP sama SMA,” cerita Fajar.
Tak ketinggalan juga Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerjasama, Prof. Kwartarini Wahyu Yuniarti, M.Med.Sc., Ph.D., yang juga berbagi cerita tentang kegiatannya mengikuti mata kuliah Experiential learning dari Covid-19. Kwartarini yang seringkali disapa dengan “Bu Bo” ini juga menceritakan tentang kegiatannya di rumah, seperti merawat ayam, marmut, dan ikan peliharaan, serta beberapa kegiatan menyenangkan lainnya.
“Saya punya waktu untuk melihat detail rumah saya dan punya waktu ngobrol untuk suami saya dan saya punya waktu untuk memahami diri di rumah,” cerita Kwartarini.
Pada sesi berikutnya, kesempatan berbagi cerita diberikan kepada mahasiswa. Ada tujuh mahasiswa yang menceritakan kegiatan mereka dalam mengisi waktu saat studying from home. Mereka bercerita tentang liku-liku penyesuaian diri belajar di rumah, membagi waktu dengan keluarga, serta bagaimana mengatasi stres dan rasa kesepian yang kadang melanda dengan beragam kegiatan, mulai jalan-jalan di sawah hingga melakukan kontemplasi diri.
Melalui acara “Psikologi Menyapa” ini diharapkan terjalin komunikasi aktif antara fakultas dan mahasiswa, sehingga berdampak positif bagi mahasiswa dalam melanjutkan masa studinya.