Arsip:

Rilis

Theraupetic Through Art-Making and Gift-Giving

Jumat (3/12) dan sabtu (4/12) Fakultas Psikologi UGM mengadakan acara Theraupetic Art-Making and Gift-Giving. Therapeutic Art ini merupakan sebuah terapi psikologis atau self healing melalui media seni. Acara yang diadakan secara luring terbatas ini merupakan rangkaian acara Dies Natalis Fakultas Psikologi UGM ke-57. Lokasi perhelatan acara ini di kantin Fakultas Psikologi UGM. read more

Kuliah Online: “Pencegahan Bunuh Diri”

Senin (29/11) Center for Public Mental Health kembali mengadakan seri kuliah online terbuka untuk umum. Tema yang diangkat kali ini adalah “Pencegahan bunuh diri”, sebuah isu aktual yang sering mendapatkan perhatian public namun belum banyak pengetahuan bagaimana mencegah dan menanggulanginya. read more

Workshop Penulisan Publikasi: Kiat Menembus Publikasi Jurnal Internasional Bereputasi

Jumat (25/11) Center for Life Span Development atau biasa disebut dengan CLSD mengadakan “Workshop Penulisan Publikasi: Kiat Menembus Publikasi Jurnal Internasional Bereputasi”. Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari akhir rangkaian acara Workshop CLSD. “Rencananya akan ada dua bentuk publikasi yang akan dihasilkan, yaitu publikasi untuk masyarakat umum yang dapat dilihat pada akun Instagram CLSD dan publikasi untuk ranah internasional serta kalangan akademisi dalam bentuk publikasi jurnal internasional”, jelas Elga Andriana, M.Ed., Ph.D, selaku ketua CLSD dalam sambutannya. read more

Kuliah Online CPMH: Perundungan dan Kesehatan Mental

Rabu (24/11) Fakultas Psikologi UGM bekerjasama dengan Center for Public Mental Health (CPMH) menyelenggarakan Kuliah Online yang mengangkat topik “Perundungan dan Kesehatan Mental”. Topik tersebut disampaikan oleh dua pembicara, yaitu Nurul Kusuma Hidayati, M.Psi., Psikolog dan Wirdatul Anisa, M.Psi., Psikolog. “Kenapa kami memamaparkan tentang segala macam perundungan, ternyata di lapangan masih banyak temen-temen atau bahkan orang dewasa yang belum memahami bahwa hal itu adalah perundungan atau teman-teman remaja yang pada akhirnya menyadari bahwa ternyata selama ini telah melakukan perundungan”, jelas Nurul. read more

Fakultas Psikologi UGM Meluluskan 51 Sarjana Psikologi secara Bauran untuk Pertama Kalinya

Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Pelepasan Wisudawan/Wisudawati Periode I Tahun Akademik 2021/2022 Program Sarjana dan International Undergraduate Program (IUP) untuk pertama kalinya secara daring dan luring terbatas (24/11). Secara daring acara pelepasan disiarkan melalui YouTube Kanal Pengetahuan Psikologi UGM dan Zoom, sementara untuk pelaksanaan luring terbatas dilaksanakan di Ruang Auditorium G-100 Fakultas Psikologi UGM. Acara ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Hymne UGM. Kemudian acara berlanjut dengan pembukaan acara Pelepasan Wisudawan/Wisudawati Sarjana Psikologi Periode I T.A 2021/2020 oleh Dekan Fakultas Psikologi, Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D. read more

Kursus Intensif Metode Penelitian Naratif

Selasa (16/11) hingga Jumat(19/11) Center For Life-Span Development (CLSD) UGM bekerja sama dengan Prodi Doktor Ilmu Psikologi UGM menyelenggarakan Kursus Intensif Metode Penelitian Naratif. Acara ini merupakan gelaran pelatihan naratif daring yang kedua dari CLSD setelah tahun lalu juga menyelenggarakan dengan tema yang sama. read more

Temu Kenal Akrab 2021: Meraki

Sabtu (13/11), Fakultas Psikologi UGM mengadakan penyambutan kepada mahasiswa baru angkatan 2021 melalui acara “Temu Kenal Akrab 2021”. Acara ini diselenggarakan selama dua hari, yaitu dari tanggal 13 November sampai 14 November 2021. Temu Kenal Akrab adalah kegiatan tahunan untuk menyambut mahasiswa baru Fakultas Psikologi. Diikuti oleh 300 partisipan, acara penyambutan kali ini menjadi wadah untuk mahasiswa mengetahui struktur sosial dan menginisiasi hubungan baik antar angkatan meskipun dalam kondisi pandemi. read more

Menyiapkan Masa Transisi Pembelajaran pada Anak

Jumat (12/11) Center for Life-Span Development (CLSD) UGM mengadakan Webinar dengan tema “School transitions experiences: Supporting children moving from online to offline learning”. Acara ini membahas tentang masa transisi yang dialami anak sekolah dari daring menuju luring seiring menurunnya jumlah kasus Covid-19. Acara berlangsung mulai pukul 15.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Acara ini diikuti oleh 60 orang peserta. read more

Pembukaan Dies Natalis Fakultas Psikologi UGM: “Reconnection and Co-Creating”

Jumat (12/11) Fakultas Psikologui UGM mengadakan acara Pembukaan Dies Natalis Fakultas Psikologui UGM. Acara ini merupakan awal dari rangkaian kegiatan memperingati 57 tahun berdirinya Fakultas Psikologi UGM. Dengan mengusung tema “Reconnecting and Co-Creating” acara pembukaan ini dilangsungkan di Fakultas Psikologi UGM dengan format bauran; luring dan daring.

Acara dimulai pukul 07.30 WIB dan berakhir pukul 11.30 WIB. Acara dibuka dengan kata sambutan dari Dekan Fakultas Psikologi UGM Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Si., Ph.D. sekaligus pemukulan gong sebagai tanda rangkaian acara Dies Natalis Fakultas Psikologi UGM 2021 dimulai.

Webinar Internasional CICP: Challenges of Living in a Diverse Society

Jumat (12/11) Center for Indigenous and Cultural Psychology (CICP) Fakultas Psikologi UGM menyelenggarakan acara webinar internasional dengan topik “Challenges of Living in a Diverse Society”. Topik tersebut disampaikan oleh tiga pembicara, yaitu Prof. Dr. Faturochman, M.A., Dr. Muhammad Najib Azca, dan Rogelia Pe-Pua, Ph.D. Acara webinar kali ini dihadiri oleh lebih dari 200 partisipan secara daring dimulai pada pukul 13.00 WIB. Sebelum masuk pada materi, acara ini dibuka oleh Haidar Buldan Thantowi, S.Psi., M.A., Ph.D selaku Ketua dari CICP. “Saya dan teman-teman yang hadir saat ini sangat beruntung bisa mengikuti dan bertemu dengan para pembicara”, ujar Buldan.

Pembicara pertama pada acara ini adalah Prof. Faturochman, M.A yang menyampaikan tentang “Managing Diversity for Unity”. “Ragam yang dimiliki Indonesia adalah sebuah tantangan tersendiri”, ucap Fatur. Seperti sudah diketahui bersama bahwa Indonesia adalah negara besar yang memiliki banyak budaya, geografi, bahkan makanan. Oleh karena itu, menurut Fatur mengelola keragaman seperti mengaransemen dan memainkan musik. “Kearifan lokal dan berbagai pengalaman akan menjadi sumber daya yang dapat dipelajari untuk mengelola harmoni dan kesatuan psikologis sosial”, jelas Fatur.

Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Dr. Muhammad Najib Azca dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada. “Jadi, salah satu fokus keilmuan saya adalah tentang konflik, kekerasan, dan proses perdamaian. Oleh karena itu, kali ini saya akan berbicara tentang bagaimana kita dapat mengambil pelajaran dari pengalaman kita (Indonesia) dalam resolusi konflik”, ungkap Najib.

Salah satu pembahasan yang disampaikan oleh Najib adalah mengenai A Framework for Conflict Analysis yang terdiri dari profil, aktor, penyebab, dan dinamika yang terjadi pada suatu konflik. Analisis tersebut berguna untuk memahami keberhasilan penyelesaian konflik melalui pemahaman yang komprehensif. Selain itu, Najib juga menyampaikan bahwa proses penyelesaian konflik melibatkan dua mekanisme penting, yaitu mediasi dan negosiasi.

Sesi akhir pada acara ini ditutup materi yang disampaikan oleh Rogelia Pe-Pua., Ph.D dari School of Social Sciences University of New South Wales. Ada tiga hal yang Rogelia sampaikan, yaitu acculturation in Australia, acculturation from an indigenous Australian lens, dan social cohesion in a multicultural society. “Jadi, sebelum saya memulai materi, saya ingin mengajukan jajak pendapat melalui pertanyaan sederhana tentang apakah Australia adalah negara paling multikultural di dunia? Tanya Rogelia dan jawabannya memang Australia adalah masyarakat multikultural paling sukses di dunia.

Rogelia juga merekomendasikan beberapa hal untuk menjaga multikultural tetap berjalan dengan damai. Beberapa diantaranya, mempromosikan kesadaran pengetahuan, pengakuan budaya, perbedaan, serta keragaman. Kemudian menciptakan peluang untuk adanya kontak antar budaya positif yang sering, mengatasi rasisme dan diskriminasi, serta melibatkan media dalam meningkatkan kohesi sosial. Termasuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang hubungan timbal balik antar budaya, dan media sosial serta kohesi sosial adalah hal yang direkomendasikan Rogelia agar multikultural dalam suatu daerah terjaga.

 

Photo by Clay Banks on Unsplash