Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengadakan acara bedah buku pada rentetan acara Dies Natalis Fakultas Psikologi UGM yang ke-59, Rabu (3/1) sampai Jumat (5/1). Tiga buku yang dibedah merupakan karya Guru Besar Fakultas Psikologi UGM, Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D., Psikolog. Acara yang dimoderatori oleh Nurdiyanto, S.Psi., M.A ini dapat disimak melalui situs youtube Kanal Pengetahuan Fakultas Psikologi UGM.
Rilis
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Tasyakuran Dies Natalis ke-59, Senin (8/1). Peringatan berdirinya Fakultas Psikologi UGM yang ke 59 tahun ini mengusung tema “Bestari dalam Adaptasi, Bersama Membangun Negeri”, dengan rangkaian acara yang telah berlangsung sejak 17 November 2023.
Menjelang puncak peringatan Dies Natalis ke-59, Fakultas Psikologi UGM bersama Keluarga Alumni Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (KAPSIGAMA) menggelar acara Alumni Day 2024 (7/1). Berbagai rangkaian acara telah dilaksanakan sejak bulan November 2023 dan akan berakhir pada Senin (8/1) sebagai puncak Dies Natalis ke-59 Fakultas Psikologi UGM.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada memberikan penghargaan kepada 60 mahasiswa yang telah meraih prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional, Jumat (8/12), di Auditorium G-100. Penghargaan ini diberikan pada Tasyakuran Prestasi Mahasiswa 2023, sebagai salah satu rangkaian peringatan Dies Natalis ke-59 Fakultas Psikologi UGM. Tercatat 66 prestasi berhasil diraih mahasiswa Fakultas Psikologi UGM baik sebagai individu maupun tim sepanjang 2023.
Mendampingi Anak di Era Digital, Jumat (24/11). Moderator acara, Muhammad Ikbal Wahyu Sukron, S.Psi., M.A., menyapa seluruh peserta yang mayoritas berasal dari mahasiswa, orang tua, dan pendidik. Sutarimah Ampuni, S.Psi., M.Si., MPsych., Psikolog memberikan sambutan di awal acara.
Sebanyak 58 wisudawan/wisudawati Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengikuti pelepasan Program Studi Sarjana Psikologi Periode I Tahun Akademik 2023/2024 di Auditorium G-100 Fakultas Psikologi UGM, Kamis (22/11).
Jumat (17/11), 40 mahasiswa Fakultas Psikologi UGM yang terbagi dalam delapan kelompok mempresentasikan hasil studi kasus marketing brand Ina Cookies. Kegiatan ini merupakan pertemuan terakhir pada Kelas Perilaku Konsumen yang diampu oleh Rahmat Hidayat, S.Psi., M.Sc., Ph.D. Melalui kolaborasi Program Praktisi Mengajar bersama praktisi ahli Joedi Wisoeda, President Director PT ReTa Consulting Indonesia, mahasiswa diajak untuk memperdalam pengetahuan melalui enam kali pertemuan terakhir pada kelas ini.
Rangkaian Dies Natalis ke-59 Fakultas Psikologi UGM resmi dibuka. Tahun ini dies natalis mengusung tema Bestari dalam Adaptasi, Bersama Membangun Negeri. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pembukaan seremoni pada Jumat (17/11) hingga puncak kegiatan pada 8 Januari 2024 mendatang.
Tiga penghargaan yang diraih yakni Penggerak MBKM Program Studi oleh tim Prodi Sarjana Psikologi; Terbaik 2 Tendik Inspiratif Bidang Perencanaan, Hukum, Sumber Daya Manusia, dan Keuangan oleh Ramadhania Wulandari, S.E.; dan Juara 3 Lomba Keprotokolan.
Menyadari potensi teknologi untuk membantu mengatasi masalah kesehatan mental, terutama pada kalangan remaja, sekelompok mahasiswa UGM melakukan penelitian yang inovatif dengan mencoba menggabungkan teknologi kecerdasan buatan dengan ilmu psikologi.
Mereka mengembangkan PsyBot, kecerdasan buatan berupa bot WhatsApp yang dikembangkan dengan menggunakan ChatGPT versi-3, yang dapat memberikan respons terhadap pesan penggunanya, dan menjadi pertolongan pertama psikologis untuk kondisi kesepian pada mahasiswa.
“Diiringi dengan tingginya prevalensi masalah kesehatan mental dan gangguan mental pada remaja, menjadi latar belakang penelitian yang dilakukan oleh tim ini. Penelitian ini merupakan sebuah kontribusi yang diberikan oleh para peneliti untuk mahasiswa sebagai tindakan preventif masalah kesehatan mental,” tutur Annisa Khomsah Salsabila, mahasiswa Fakultas Psikologi.
Annisa menerangkan, penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap. Mereka memulai dengan studi pendahuluan yang mencakup wawancara dengan lima psikolog dari Universitas Gadjah Mada serta tinjauan literatur yang komprehensif. Selanjutnya, sebelum melaksanakan eksperimen, mereka melakukan skrining terhadap tingkat kesepian mahasiswa dengan menggunakan alat ukur UCLA Loneliness Scale. Hasil skrining inilah yang kemudian menjadi dasar untuk melanjutkan eksperimen selanjutnya.
Eksperimen dilakukan pada kelompok partisipan dengan tingkat kesepian sedang, cukup tinggi, dan tinggi. Tempat pelaksanaan eksperimen adalah Laboratorium Psikodiagnostika Psikologi UGM. Menurut Annisa, hasil penelitian ini cukup menjanjikan.
“Riset ini menemukan bahwa PsyBot efektif menurunkan kerentanan kesepian pada mahasiswa. Pola interaksi yang terjalin mirip dengan interaksi manusia pada proses konseling. PsyBot mampu merespon pengguna dengan teknik keterampilan mikro dalam konseling, seperti validasi emosi,” terangnya.
Dengan kemampuan tersebut, PsyBot dapat memberikan rasa pengertian kepada pengguna yang mungkin sedang menghadapi masalah emosional yang kompleks. Selain memberikan pengertian, PsyBot juga mampu memberikan motivasi, memberikan tips, dan memastikan pengguna terhubung dengan lingkungan sekitarnya.
Sesuai dengan prinsip pertolongan pertama psikologis, PsyBot dapat memberikan saran kepada penggunanya untuk menghubungi layanan profesional jika gejala yang dialami semakin parah. Hal ini memastikan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya sebatas komunikasi virtual, melainkan juga mengarahkan pengguna untuk mencari bantuan yang lebih tepat jika dibutuhkan.
“Lebih lanjut, interaksi dengan PsyBot mampu meningkatkan kesejahteraan psikologis atau well-being. Tips dan saran yang diberikan juga terbukti mampu menghadirkan perasaan tenang pada penggunanya,” imbuh Annisa.
Pertolongan pertama psikologis adalah langkah awal yang sangat penting dalam mengatasi masalah kesehatan mental. Karena itu, penelitian ini menjadi sebuah kontribusi yang penting bagi mahasiswa sebagai upaya preventif masalah kesehatan mental, yang membantu mereka dalam menghadapi tekanan psikologis yang dialami. Selain itu, inovasi ini juga menjadi salah satu langkah penting dalam pemanfaatan teknologi untuk mengatasi masalah kesehatan mental.
Penulis: Tim PKM
Editor: Gloria
Sumber: https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-kecerdasan-buatan-untuk-pertolongan-pertama-psikologis-terhadap-masalah-kesepian/