Center for Life-Span Development (CLSD) Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Perwakilan BKKBN DIY kembali mengadakan Pelatihan Stimulasi Sosioemosional pada Anak Usia Dini untuk Kader Bina Keluarga Balita (BKB), pada Senin (22/7). Kali ini pelatihan dilangsungkan di Balai Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman yang berlangsung pukul 8.30 hingga 13.00 WIB.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menambah fasilitas penyediaan air minum melalui pemasangan instalasi water fountain Toyagama di sejumlah titik strategis di lingkungan fakultas. Langkah ini merupakan upaya fakultas dalam mendukung kenyamanan dan kesehatan sivitas akademika, sekaligus menyediakan akses air minum gratis bagi mahasiswa di area perkuliahan.
Pada hari Kamis (21/2), dua mahasiswa Fakultas Psikologi UGM yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Relawan Psikologi Gadjah Mada (REPSIGAMA) turut serta dalam misi kemanusiaan sebagai relawan dalam penanganan bencana banjir di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Dua mahasiswa tersebut adalah Raisa Annisa Zahra (2022) dan Ararya Rayhan Maulana (2022).
Fakultas Psikologi UGM melalui Career Center menggelar Sosialisasi Program Hibah Kreativitas 2024 melalui platform daring, Zoom Meeting, pada Jumat (15/3). Acara ini bertujuan untuk mengenalkan dan membahas program hibah kreativitas tahun 2024 kepada mahasiswa aktif program Sarjana Psikologi UGM. Sosialisasi ini diharapkan mampu memberikan pemahaman mengenai penyusunan proposal hibah, serta dapat meningkatan motivasi mahasiswa untuk mengikuti program ini.
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar acara tasyakuran dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-59 pada Senin (8/1). Peringatan berdirinya Fakultas Psikologi UGM dengan tema “Bestari dalam Adaptasi, Bersama Membangun Negeri” ini menjadi momen kebersamaan sekaligus ungkapan syukur bagi seluruh sivitas akademika atas perjalanan panjang fakultas.
Menyadari potensi teknologi untuk membantu mengatasi masalah kesehatan mental, terutama pada kalangan remaja, sekelompok mahasiswa UGM melakukan penelitian yang inovatif dengan mencoba menggabungkan teknologi kecerdasan buatan dengan ilmu psikologi.
Mereka mengembangkan PsyBot, kecerdasan buatan berupa bot WhatsApp yang dikembangkan dengan menggunakan ChatGPT versi-3, yang dapat memberikan respons terhadap pesan penggunanya, dan menjadi pertolongan pertama psikologis untuk kondisi kesepian pada mahasiswa.
“Diiringi dengan tingginya prevalensi masalah kesehatan mental dan gangguan mental pada remaja, menjadi latar belakang penelitian yang dilakukan oleh tim ini. Penelitian ini merupakan sebuah kontribusi yang diberikan oleh para peneliti untuk mahasiswa sebagai tindakan preventif masalah kesehatan mental,” tutur Annisa Khomsah Salsabila, mahasiswa Fakultas Psikologi.
Annisa menerangkan, penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap. Mereka memulai dengan studi pendahuluan yang mencakup wawancara dengan lima psikolog dari Universitas Gadjah Mada serta tinjauan literatur yang komprehensif. Selanjutnya, sebelum melaksanakan eksperimen, mereka melakukan skrining terhadap tingkat kesepian mahasiswa dengan menggunakan alat ukur UCLA Loneliness Scale. Hasil skrining inilah yang kemudian menjadi dasar untuk melanjutkan eksperimen selanjutnya.
Eksperimen dilakukan pada kelompok partisipan dengan tingkat kesepian sedang, cukup tinggi, dan tinggi. Tempat pelaksanaan eksperimen adalah Laboratorium Psikodiagnostika Psikologi UGM. Menurut Annisa, hasil penelitian ini cukup menjanjikan.
“Riset ini menemukan bahwa PsyBot efektif menurunkan kerentanan kesepian pada mahasiswa. Pola interaksi yang terjalin mirip dengan interaksi manusia pada proses konseling. PsyBot mampu merespon pengguna dengan teknik keterampilan mikro dalam konseling, seperti validasi emosi,” terangnya.
Dengan kemampuan tersebut, PsyBot dapat memberikan rasa pengertian kepada pengguna yang mungkin sedang menghadapi masalah emosional yang kompleks. Selain memberikan pengertian, PsyBot juga mampu memberikan motivasi, memberikan tips, dan memastikan pengguna terhubung dengan lingkungan sekitarnya.
Sesuai dengan prinsip pertolongan pertama psikologis, PsyBot dapat memberikan saran kepada penggunanya untuk menghubungi layanan profesional jika gejala yang dialami semakin parah. Hal ini memastikan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya sebatas komunikasi virtual, melainkan juga mengarahkan pengguna untuk mencari bantuan yang lebih tepat jika dibutuhkan.
“Lebih lanjut, interaksi dengan PsyBot mampu meningkatkan kesejahteraan psikologis atau well-being. Tips dan saran yang diberikan juga terbukti mampu menghadirkan perasaan tenang pada penggunanya,” imbuh Annisa.
Pertolongan pertama psikologis adalah langkah awal yang sangat penting dalam mengatasi masalah kesehatan mental. Karena itu, penelitian ini menjadi sebuah kontribusi yang penting bagi mahasiswa sebagai upaya preventif masalah kesehatan mental, yang membantu mereka dalam menghadapi tekanan psikologis yang dialami. Selain itu, inovasi ini juga menjadi salah satu langkah penting dalam pemanfaatan teknologi untuk mengatasi masalah kesehatan mental.
Penulis: Tim PKM
Editor: Gloria
Sumber: https://ugm.ac.id/id/berita/mahasiswa-ugm-kembangkan-kecerdasan-buatan-untuk-pertolongan-pertama-psikologis-terhadap-masalah-kesepian/
Pada kesempatan ini, Sita Alfiyah yang mana merupakan salah satu alumni dari program pendidikan Magister Psikologi Profesi bidang Pendidikan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2011 membagikan kisahnya selama berkuliah di Fakultas Psikologi UGM serta perjalanan kariernya di dunia pendidikan. Selama menjalankan pendidikan magister profesinya, alumnus yang lulus pada tahun 2013 ini tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan tetapi juga banyak pengalaman berharga yang mendukung kariernya saat ini. Misalnya saja melalui kegiatan perkuliahan ia terdorong untuk selalu disiplin, profesional, aktif dan kritis dalam berpikir, bereksplorasi dan beradaptasi yang sangat mendukung kariernya saat ini. Tidak hanya itu, program praktik kerja profesi yang ia lakukan juga mengajarkannya untuk mampu memahami masalah para siswa serta mengajarkannya untuk meningkatkan pengelolaan diri sehingga kini tidak terkejut ketika menghadapi kendala serupa di dunia kerja.
Memulai pendidikan sarjana Psikologi di Fakultas Psikologi Universitas Gajah Mada (UGM) pada tahun 1999 menjadi karunia dan kebahagiaan tersendiri bagi Laela Siddiqah. Meskipun sempat mengalami kendala pada tahun pertama perkuliahannya, alumnus yang kini menetap di Bontang, Kalimantan Timur ini tidak mudah menyerah dan terus berjuang. Melalui perjuangan tersebut ia tidak hanya mampu menyesuaikan dengan kehidupan perkuliahan tetapi juga mengukir beragam prestasi dan tetap aktif terlibat di kegiatan kemahasiswaan seperti Lembaga Mahasiswa Fakultas Psikologi. Salah satunya yaitu berkesempatan mendapatkan posisi tiga besar untuk skripsi yang ia tulis pada salah satu kompetisi penulisan ilmiah, yaitu Suwarsih Warnaen Award tahun 2004.
Nur Zidny Ilmanafia atau yang kerap disapa dengan nama Zidny merupakan salah satu alumni Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berkarier sebagai User Experience (UX) Researcher. Alumni angkatan 2014 ini mengisi masa perkuliahhannya dengan beragam kegiatan di dalam maupun di luar fakultas untuk mengembangkan minat dan bakat yang ia miliki. Beberapa aktivitas yang ia ikuti seperti bergabung dengan Center of Indigenous and Cultural Psychology (CICP) yang membawa Zidny masuk dan berkecimpung di dunia penelitian. Salah satu pengalaman yang paling berkesan selama menjadi bagian dari CICP yakni mengikuti konferensi dan melakukan presentasi hasil penelitian di Asian Association Indigenous Cultural Psychology (AAICP) yang dilaksanakan pada tahun 2015 lalu. Tidak hanya itu, ia yang juga aktif di Sanggar Kesenian Aceh UGM (SAKA UGM) mendapatkan kesempatan untuk mengikuti dan meraih juara dalam kompetisi folklore internasional di Italia. Keikutseraannya pada kegiatan tersebut memberikan wadah tersendiri bagi Zidny untuk mengasah keterampilan project management yang bermanfaat hingga kini.
Alumni yang kerap disapa Ariana ini merupakan alumni angkatan 1996 yang saat ini berkarier sebagai dosen di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM). Ketika masih menjadi mahasiswa, ia sudah tertarik dan aktif dengan beragam aktivitas di organisasi maupun pergerakan mahasiswa. Salah satu organisasi yang diikuti Ariana adalah Himpunan Mahasiswa Islam atau yang sering disingkat HMI. Luasnya jejaring yang ia miliki saat mahasiswa membuatnya semakin kritis serta menyadari pentingnya pendekatan lintas keilmuan untuk memahami dan menyelesaikan permasalahan sosial. Tidak hanya aktif di dunia organisasi kemahasiswaan serta sebagai aktivis, Ariana juga mengikuti berbagai kompetisi penelitian tingkat lokal dan nasional yang menjadi langkah awal untuk mencoba menggunakan berbagai pendekatan dalam ilmu psikologi untuk memahami permasalahan dan mencari upaya penyelesainnya. Kolaborasi dengan mahasiswa dari latar belakang keilmuan yang berbeda sudah di mulai sejak penelitian saat mahasiswa tersebut, seperti melakukan kajian psikologi arsitektur dengan mahasiswa arsitek untuk mendesain lingkungan industri kecil.