Ariana Marastuti, S.Psi., MSW, merupakan seorang akademisi dan profesional yang berdedikasi dalam bidang psikologi klinis dan relasi sosial. Sebagai dosen di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) sejak tahun 2010, Ariana tidak hanya mengajar, tetapi juga aktif dalam berbagai penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada kesehatan mental, mental health literacy, community health workers, gender and mental health.
2026
Ardian Praptomojati, S.Psi., M.Psi., Psikolog, adalah seorang ahli di bidang Psikologi Klinis dan Psikologi Perkembangan Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana dan Magister Psikologi Profesi di Fakultas Psikologi, Universitas Gadjah Mada. Saat ini, Ardian tengah melanjutkan studi S3 di University of Groningen, Belanda.
Idei Khurnia Swasti, S.Psi., M.Psi., Psikolog menempuh pendidikan S1 di Fakultas Psikologi UGM dari tahun 2002 hingga 2006. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjananya, ia melanjutkan studi Magister Psikologi Profesi di bidang Psikologi Klinis di universitas yang sama, dan meraih gelar M.Psi. pada tahun 2010.
Maria Gracia Amara Pawitra, S.Psi., M.Psi., Psikolog, adalah seorang profesional di bidang psikologi klinis dan forensik dengan latar belakang pendidikan dari Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Fokus keilmuannya mencakup psikologi forensik, keadilan restoratif, pidana mati, serta reintegrasi mantan warga binaan pemasyarakatan ke dalam masyarakat.
Di ranah profesional, Gracia terlibat aktif sebagai psikolog klinis-forensik di sejumlah lembaga, seperti Asosiasi Psikologi Forensik, Polda Metro Jaya, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, dan Lembaga Pemasyarakatan Kerobokan Denpasar. Ia juga mengabdikan diri di bidang pendidikan sebagai dosen tidak tetap dan dosen tamu, serta menggagas Forensic Psychology Educational Platform Indonesia (@forenpsy.id) sebagai media edukasi psikologi forensik untuk publik. Perpaduan antara praktik klinis, kegiatan akademik, dan peran sebagai komunikator sains membentuk komitmennya untuk mengembangkan psikologi forensik yang berlandaskan riset, menjunjung etika profesi, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Metta Rahmadiana, S.Psi., M.Psi., Psikolog adalah seorang pendidik dan psikolog klinis berbahasa Inggris dengan pengalaman lebih dari 24 tahun bekerja di Indonesia maupun di luar negeri. Berbekal fondasi yang kuat dalam psikologi dan praktik klinis, ia mengembangkan pendekatan layanan yang disesuaikan dengan kebutuhan multikultural serta berpegang pada standar etika profesional yang tinggi.
Ia memiliki keahlian luas dalam promosi kesehatan mental, menangani gangguan mental umum pada remaja dan dewasa, serta mendampingi individu dalam pengembangan diri, regulasi emosi, dan hubungan interpersonal. Fokus profesionalnya juga mencakup pengasuhan, dinamika keluarga, dan relasi pernikahan, menjadikannya sosok tepercaya dalam layanan kesehatan mental individual maupun komunitas.
Metta meraih Gelar Sarjana Psikologi dari Universitas Gadjah Mada (1995–1999), kemudian menyelesaikan Program Profesi Psikolog di universitas yang sama (2000–2001). Ia melanjutkan dengan menyelesaikan Magister Psikologi di Universitas Gadjah Mada (2001–2004). Saat ini, Metta tengah menempuh studi lanjutan di Department of Clinical Psychology, Faculty of Behavioral and Movement Sciences, Vrije Universiteit di Amsterdam, Belanda.
Riangga Novrianto, S.Psi., M.Psi., Psikolog menyelesaikan pendidikan Sarjana Psikologi di Fakultas Psikologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau (UIN Riau) pada tahun 2018. Selanjutnya, ia melanjutkan studi Magister Profesi Psikologi dengan peminatan Psikologi Klinis Dewasa di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) yang diselesaikan pada tahun 2022. Setelah lulus, Riangga aktif bekerja sebagai Psikolog Klinis sekaligus peneliti di Indonesian Psychological Healthcare Center (IndoPsyCare). Pada tahun 2024, Riangga bergabung sebagai staf akademik di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM). Saat ini, ia sedang menempuh studi doktoral di Department of Psychiatry and Psychotherapy, Universitätsklinikum Hamburg-Eppendorf, Jerman.
Selain menjalankan praktik profesional sebagai psikolog, Riangga juga aktif melakukan penelitian sebagai bagian dari komitmennya terhadap pendekatan clinician-scientist. Ia memandang bahwa psikolog klinis perlu terlibat secara aktif dalam penelitian agar praktik psikologis tetap berlandaskan bukti ilmiah serta terus meningkatkan kualitas intervensi bagi klien, sekaligus berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan melalui publikasi ilmiah. Minat penelitiannya berfokus pada bidang psikopatologi, khususnya gangguan obsesif-kompulsif dan gangguan terkait (obsessive-compulsive and related disorders), gangguan kecemasan, dan psikosis.
Muhammad Zaki Afif Zainurrahman, S.Psi., M.Psi., Psikolog, merupakan seorang psikolog profesional lulusan Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Psikologi pada tahun 2021 dan melanjutkan pendidikan Magister Psikologi Profesi dengan peminatan Klinis hingga lulus pada tahun 2025. Minat akademik dan profesionalnya berfokus pada psikologi klinis, psikologi kesehatan, serta konseling psikologi yang mengintegrasikan nilai spiritual.
Wulan Nur Jatmika, S.Psi., M.Sc., menyelesaikan studi S1 di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), kemudian melanjutkan pendidikan S2 di University College London, Inggris. Wulan juga pernah menjadi peserta pertukaran pelajar selama dua semester di Universidade do Minho, Portugal tahun 2012-2013.
Yogyakarta, 4 Maret 2026 — Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kesehatan mental, sebuah studi kolaboratif peneliti dari Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada dan The University of Melbourne menyoroti satu aspek yang selama ini kerap terabaikan, yaitu peran self-healing dalam pemulihan penyintas kehilangan akibat bunuh diri di Indonesia.
Topik ini diangkat dalam episode terbaru OPSI: Obrolan Psikologi, yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi UGM bekerja sama dengan TVRI Yogyakarta. Pada episode pertama OPSI di tahun ini, Lusiana Yashinta Ellysa Putri, S.Psi., M.Sc., dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), membahas fenomena yang cukup umum terjadi di kalangan masyarakat Indonesia.