Konversi: 14 SKS
2025
Konversi: 14 SKS
Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, diundang sebagai fasilitator sekaligus pembicara dalam Psychospirituality and Recovery of Substance Use Disorders Workshop yang diselenggarakan oleh Malaysian Association of Drug Addiction Counselors (MADAC) bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan ini dilaksanakan di Royal Park Hotel @UNITEN, Bangi, Malaysia.
Riangga Novrianto, S.Psi., M.Psi., Psikolog menyelesaikan studi S1 Psikologi di Fakultas Psikologi UIN Sultan Syarif Kasim Riau (UIN Riau) pada tahun 2018. Setelah itu, Riangga melanjutkan pendidikan S2 di Magister Profesi Psikologi Bidang Psikologi Klinis Dewasa di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) yang diselesaikan pada tahun 2022. Setelah lulus, Riangga aktif sebagai Psikolog Klinis dan Peneliti di Indonesian Psychological Healthcare Center (IndoPsyCare).
Upaya peningkatan kesehatan mental lintas generasi menjadi semakin penting di tengah dinamika kehidupan modern, terutama bagi remaja yang menghadapi tantangan kompleks dalam lingkup keluarga, pendidikan, dan dunia digital. Menjawab kebutuhan ini, Center for Public Mental Health (CPMH) yang dipimpin oleh Dr. Diana Setiyawati, M.HSc., Psikolog., bekerja sama dengan Center for Life-Span Development (CLSD), yang diketuai oleh Aisha Sekar Lazuardi Rachmanie, M.Psi., Psikolog., – keduanya di bawah Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), menyelenggarakan International Course on Public Mental Health (ICPMH) 2025 dengan tema “Bridging Generations: Thriving Youth, Supportive Families, Collaborative Schools.” Kegiatan ini bertujuan untuk menggali strategi efektif dalam memperkuat kesejahteraan psikologis remaja melalui dukungan keluarga yang hangat, kolaborasi sekolah yang aktif, serta keterlibatan komunitas yang berkelanjutan.
Wulan Nur Jatmika, S.Psi., M.Sc., menyelesaikan studi S1 di Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), kemudian melanjutkan pendidikan S2 di University College London, Inggris. Wulan juga pernah menjadi peserta pertukaran pelajar selama dua semester di Universidade do Minho, Portugal tahun 2012-2013.
Konversi: 14 SKS
Konversi: 14 SKS
Pengembangan Modul Psikoedukasi NSSI untuk Dewasa: Upaya Memahami dan Mencegah Perilaku Melukai Diri
Perilaku melukai diri tanpa niat bunuh diri atau Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) semakin sering ditemukan, terutama pada remaja dan dewasa muda. Di Indonesia, beberapa studi menunjukkan fenomena ini hadir di ruang-ruang keseharian, dipengaruhi tekanan emosional, relasi sosial yang tidak mendukung, dan berbagai tantangan hidup yang kian kompleks. Tim peneliti dari Fakultas Psikologi UGM tengah mengembangkan modul psikoedukasi NSSI yang dirancang sebagai langkah awal memahami perilaku ini, mengurangi stigma, serta membantu individu dan lingkungan terdekat merespons dengan lebih tepat. Kegiatan ini didanai oleh Hibah Penelitian Fakultas Psikologi UGM 2025.
Perundungan masih menjadi persoalan serius di dunia pendidikan. Hal ini karena bullying berdampak langsung pada kesehatan mental siswa. Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA, 2022) mencatat bahwa satu dari empat remaja Indonesia pernah mengalami kekerasan fisik atau psikologis. Kondisi ini menunjukkan bahwa isu perundungan bukan hanya persoalan perilaku individu, tetapi juga cerminan ekosistem sekolah yang belum sepenuhnya aman dan suportif bagi perkembangan psikologis siswa.