Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) mulai memperkuat kesiapsiagaan bencana melalui penataan jalur evakuasi dan penyusunan panduan kebencanaan di lingkungan fakultas. Langkah ini diambil sebagai respons atas kejadian gempa bumi pada 27 Januari 2026 yang sempat mengganggu kegiatan perkuliahan.
SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim
Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengimplementasikan sistem pengelolaan limbah baru sebagai bagian dari penguatan kebijakan pemilahan sampah di lingkungan UGM. Program ini telah disosialisasikan sejak 2024 dan dievaluasi kembali pada Oktober 2025. Implementasi dilakukan melalui penggantian tempat sampah, penyediaan tas tiga sekat, dan pemasangan stiker jenis sampah di berbagai titik fakultas.
Yogyakarta, 10 Februari 2026 – Bagaimana ingatan dan perhatian publik terhadap bencana berubah seiring waktu? Pertanyaan ini menjadi fokus kajian terbaru yang melibatkan peneliti Fakultas PsikologiUniversitas Gadjah Mada (UGM) dalam sebuah studi internasional tentang dinamika kognisi kolektif bencana di era digital.
Penelitian tersebut dipublikasikan dalam Journal of Disaster Research melalui artikel berjudul “Spatio-Temporal Dynamics of Collective Disaster Event Cognition in the Digital Sphere: A Long-Term Case Study of the Great East Japan Earthquake (2011–2025).” Studi ini merupakan kolaborasi peneliti dari Jepang dan Indonesia, dengan keterlibatan akademisi Fakultas PsikologiUGM dalam tim penulis.
CICP Fakultas Psikologi UGM berpartisipasi dalam u’GOOD Inaugural Conference bertajuk “Thriving Together: Youth, Relational Wellbeing and the Future of the Global South” yang diselenggarakan pada 7–9 Oktober 2025 di Dar es Salaam, Tanzania. Konferensi perdana ini menjadi ajang peluncuran resmi proyek-proyek riset u’GOOD di 9 negara Global South sekaligus pertemuan awal Community of Practice (CoP) yang akan memperkuat kolaborasi lintas negara dan disiplin.
Fakultas Psikologi UGM menggelar Pelatihan Pengelolaan Sampah pada Jumat (31/10) di Selasar Gedung D sebagai bagian dari program Sustainability Campus Action (SCA). Kegiatan ini menggandeng Dr. Dwi Umi Siswanti, S.Si., M.Sc., dan tim dari Fakultas Biologi UGM sebagai narasumber.
Pradytia Putri Pertiwi, S.Psi., Ph.D Dosen Fakultas Psikologi UGM, diundang oleh Global Disaster Preparedness Center (GDPC), American Red Cross untuk memaparkan hasil riset mengenai inklusivitas dan keterlaksanaan (actionability) Sistem Peringatan Dini (Early Warning System/EWS) Gunung Api bagi penyandang disabilitas di Indonesia. Riset ini telah dipublikasikan pada platform GDPC American Red Cross dengan judul “Inclusivity and actionability of volcanic hazard Early Warning System in Indonesia: Perspectives of persons with disabilities”.
Tiga peneliti dari Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada mengikuti The 23rd Congress on Disaster and Emergency Medicine, yang diselenggarakan pada 2–6 Mei 2025 di Keio Plaza Hotel, Shinjuku City, Tokyo, Jepang. Konferensi dua tahunan yang diadakan oleh World Association for Disaster and Emergency Medicine (WADEM) ini merupakan forum yang mempertemukan para pakar, peneliti, pembuat kebijakan, dan praktisi dari seluruh dunia untuk berbagi pengetahuan, hasil riset, serta pengalaman dalam bidang kedaruratan dan penanggulangan bencana.
Yogyakarta, 5 Mei 2025 — Sebuah studi terbaru berjudul “A bibliometric analysis on disaster volunteer resilience research: All time period” yang dipublikasikan dalam prosiding terindeks Scopus: IOP Conference Series: Earth and Environmental Science 1479 012036, mengungkap tren, kolaborasi, dan fokus utama riset global terkait ketangguhan relawan bencana.
Workshop ini menghadirkan tiga dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), yaitu Prof. Dr. Sofia Retnowati, M.S., Psikolog, Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D, Psikolog, dan Dr. Diana Setiyawati, M.HSc.Psy., Psikolog, sebagai narasumber. Ketiganya merupakan tokoh yang terlibat langsung dalam program pemulihan psikososial pascabencana tsunami. UGM menjadi bagian penting dalam proses pemulihan Aceh pascatsunami, dengan Fakultas Psikologi UGM berperan aktif mendampingi pemulihan psikososial masyarakat. Pendampingan tersebut mencakup penempatan psikolog di berbagai puskesmas, termasuk di daerah Meulaboh, serta inisiatif kerja sama dalam pendirian Program Studi Psikologi di Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, sebagai bagian dari upaya jangka panjang membangun kapasitas lokal di bidang kesehatan mental.
Diskusi mendalam dalam workshop ini bertujuan untuk mengevaluasi pencapaian program kesehatan mental selama dua dekade terakhir sekaligus menyusun rencana aksi lanjutan yang konkret. “Semua pihak sepakat bahwa kehadiran psikolog di puskesmas perlu dilanjutkan, sebagaimana yang telah dilakukan pada masa recovery tsunami dulu. Langkah ini sangat penting untuk memperkuat layanan kesehatan mental di tingkat komunitas.” jelas Diana.
Puncak peringatan akan diselenggarakan pada tanggal 26 Desember 2024 di Meulaboh, yang menjadi salah satu daerah terdampak terparah dalam bencana tersebut. Acara ini akan dihadiri oleh Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, M.Sc., Ph.D, dan Drs. Haryanto, M.Si., Psikolog sebagai perwakilan dari Fakultas Psikologi UGM beserta pejabat dan masyarakat setempat. Peringatan ini menjadi momen penting untuk mengenang para korban serta menguatkan semangat kebersamaan dalam membangun masa depan Aceh yang lebih tangguh.
Rangkaian peringatan ini bukan hanya menjadi ajang refleksi, tetapi juga pengingat akan pentingnya persiapan dan kolaborasi untuk menghadapi tantangan bencana di masa mendatang.
Penulis dan foto: Wulan Nur Jatmika, S.Psi., M.Sc.
Indonesia memiliki letak geografis yang meningkatkan kerentanan terhadap bencana alam, termasuk Kabupaten Mamuju di Sulawesi Barat yang juga masuk pada wilayah dengan resiko tinggi bencana (BNPB, 2O23). Serangkaian gempa yang diingat oleh masyarakat setempat terjadi pada tanggal 15 Januari 2021 dengan kekuatan 6,2 skala richter yang kemudian mengakibatkan kerusakan parah di Kabupaten Majene dan Mamuju.