
Halo, teman OPSI! 👋🏻
Pernah tidak melihat ada teman atau orang-orang sekitar yang melakukan “bercode” di bagian tubuh mereka? Entah itu di tangan, perut, dsb.
Sebenernya, apakah fenomena ini dinamakan bunuh diri? Atau mungkin NSSI?

Halo, teman OPSI! 👋🏻
Pernah tidak melihat ada teman atau orang-orang sekitar yang melakukan “bercode” di bagian tubuh mereka? Entah itu di tangan, perut, dsb.
Sebenernya, apakah fenomena ini dinamakan bunuh diri? Atau mungkin NSSI?

Bagaimana sekolah mampu mencetak generasi emas bagi bangsa Indonesia di masa mendatang?
Untuk mendorong siswa agar mampu mencapai potensi yang maksimal, sekolah perlu membangun lingkungan yang aman dan mendukung kesejahteraan terlebih dahulu. Guru, kurikulum, dan sistem belajar memainkan peran krusial dalam membangun karakter, menjaga kesehatan mental, serta mempersiapkan siswa untuk menghadapi masa depan.

Halo teman OPSI, pernahkah kalian merasa “cuma coba-coba”, tahu-tahu terjerat utang pinjol?
Ternyata, keputusan impulsif seperti ini bisa dijelaskan lewat cara otak kita bekerja.
Dalam acara ini, kita akan kupas tuntas fenomena pinjol dari sudut pandang neurosains. Bukan untuk menyalahkan alasan berbuat pinjol, tapi biar kamu bisa paham kenapa ini bisa terjadi dan bagaimana menghindarinya.
Fakultas Psikologi UGM dan Televisi Republik Indonesia (TVRI) bekerjasama untuk menghadirkan “OPSI: Obrolan Psikologi”, sebuah talk show interaktif dan mingguan yang membahas berbagai aspek kesehatan mental, hubungan sosial, dan kesejahteraan psikologis dalam konteks masyarakat digital. Dengan menghadirkan para pakar psikologi, akademisi, dan tokoh inspiratif, OPSI bertujuan memberikan wawasan yang aplikatif dan relevan bagi anak muda serta masyarakat umum.

Tes Kognitif AJT adalah alat tes yang disusun oleh Fakultas Psikologi UGM, bekerja sama dengan Yayasan Dharma Bermakna dan dibimbing langsung oleh Dr. Kevin S. McGrew, seorang ahli teori Cattell–Horn–Carroll (CHC) dan pengembang tes Woodcock-Johnson III & IV. Tes Kognitif AJT dikembangkan untuk mengukur inteligensi dan kemampuan kognitif yang dipergunakan di lingkungan pendidikan. Instrumen ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi secara kognitif untuk individu yang berusia 5-18 tahun.

Psikolog di Puskesmas merupakan garda depan dari sistem layanan kesehatan mental. Biaya layanan yang sangat terjangkau membuat layanan psikologi di Puskesmas dapat dengan mudah diakses oleh siapapun. Hal tersebut memunculkan tantangan tersendiri bagi psikolog. Psikolog di Puskesmas harus siap menghadapi berbagai macam kasus sehingga membutuhkan kompetensi yang komprehensif.

Hai calon wisudawan/wisudawati Magister Psikologi dan Magister Profesi Psikologi periode Januari 2025! 🧠💼
Jangan lewatkan acara spesial pembekalan ini, yang dirancang khusus untuk membekali Anda dengan wawasan dan inspirasi dalam memulai perjalanan menuju dunia profesional.

Tahun baru sering kali menjadi momen untuk memulai sesuatu yang baru, termasuk menjaga kesehatan jiwa kita. Resolusi tidak hanya soal fisik, tetapi juga bagaimana kita dapat mengelola emosi, memperkuat pikiran positif, dan membangun hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri maupun orang lain. Mari jadikan tahun ini sebagai kesempatan untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih sehat secara mental dan emosional.