Kemahasiswaan

Mahasiswa sebagai unsur civitas akademika dalam perguruan tinggi perlu didorong untuk mengembangkan dan mendewasakan dirinya agar menjadi manusia yang dapat mewujudkan masa depan bangsa dan negara lebih baik.

Mahasiswa diharapkan tidak hanya menekuni ilmu dalam bidangnya saja, tetapi juga beraktivitas dalam mengembangkan kepribadiannya agar menjadi pemimpin yang berkualitas di masa yang akan datang. Mahasiswa telah diberikan kesempatan untuk mengikuti kegiatan, baik di dalam kampus maupun di lingkungan masyarakat luar kampus. Pembinaan kemahasiswan telah dijalankan sehingga mahasiswa memiliki media untuk mengembangkan bakat dan minat serta berprestasi dalam berbagai hal.

Pembinaan organisasi kemahasiswaan didasarkan atas prinsip, organisasi dari, oleh, dan untuk mahasiswa; sehingga strategi dalam membina lebih banyak ulur tangan daripada campur tangan.

Pembinaan kegiatan kemahasiswaan mendorong mahasiswa untuk lebih menekankan kegiatan sebagai sarana academic excercises sehingga selain ketrampilan didalam memimpin dan berorganisasi juga diharapkan tercipta suasana iklim akademik dalam kegiatan kemahasiswaan. Secara operasional, organisasi kemahasiswaan sejauh mungkin sebagai pusat-pusat kajian dan pengembangan karya-karya ilmiah. Karya ilmiah berbasis penelitian yang selama ini memenangkan lomba karya ilmiah di tingkat nasional, sebagian besar berasal dari badan kegiatan kemahasiswaan.

Kegiatan kemahasiswaan juga didorong untuk melakukan kegiatan dengan fokus mencari dana. Hal ini merupakan suatu upaya dalam menanamkan nilai-nilai kewirausahaan pada mahasiswa.

Ada 8 organisasi kemahasiswaan di Fakultas Psikologi UGM
1. Psikomedia
2. Rapat sebuah Teater
3. Keluarga Muslim Psikologi (KMP)
4. Pencinta Alam Psikologi (Palapsi)
5. Keluarga Mahasiswa Katholik (KMK)
6. Lembaga Mahasiswa Psikologi (LMPsi)
7. Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMKI)
8. Relawan Psikologi Gadjah Mada (Repsigama)