IPC: Menelisik Rahasia Ibadah melalui Perspektif Psikologi

Islamic Psychology Convention atau biasa disebut dengan IPC merupakan program pengabdian dari Islamic Psychology Learning Forum atau IPLF. Tahun ini menjadi tahun kedua diselenggarakannya IPC dengan tema Psikologi Ibadah: Menelisik Rahasia Ibadah melalui Perspektif Psikologi. Tema yang diangkat berdasarkan keseharian seorang muslim yang tidak lepas dari ibadah dan pentingnya untuk kehidupan di zaman ini. Tujuan dilaksanakan IPC 2 adalah untuk meningkatkan pemahaman mengenai dasar perintah ibadah menurut agama, penjelasan ilmiah dalam beribadah, ibadah dari sudut pandang ilmiah, perkembangan cara pandang masyarakat dan ilmuwan atas ibadah, pentingnya ibadah dari sudut pandang agama dan keilmuan sebagai suatu kesatuan.

Juwita Agustin, selaku Ketua Pelaksana IPC 2, juga menjelaskan bahwa IPC dilaksanakan dengan tujuan untuk mengenalkan Psikologi Islam kepada masyarakat umum, memfasilitasi mahasiswa untuk mengetahui Psikologi Islam lebih dalam, dan membangkitkan kesadaran kepada masyarakat bahwa orientasi beribadah tidak hanya mengejar pahala maupun kewajiban namun memenuhi sebuah kebutuhan yang akan memberikan dampak baik kepada dinamika psikologis. Acara dilaksanakan pada tanggal 24-25 November 2018 di Wisma MM UGM Hotel & Convention. IPC 2 terdiri dari rangkaian seminar dan presentasi poster. Selama dua hari, seminar dimoderatori oleh Rahma Ayuningtyas Fachrunisa.

Pada hari pertama pelaksanaan, seminar diisi oleh Dr. Adian Husaini yang memberikan materi mengenai ibadah dalam perspektif keilmuan yang tauhidik. Kemudian dilanjutkan dengan materi Psikologi Shalat oleh Drs. Haryanto, M.Si. dan materi Psikologi Dzikir dalam pengalaman beragama oleh Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D. Hari pertama pelaksanan IPC dimeriahkan dengan penampilan nasyid oleh UNASCO. Pada hari kedua pelaksanaan, seminar diisi oleh Prof. Dr. Djamaluddin Ancok yang memberikan materi mengenai dinamika sosial dari sedekah, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat dengan materi mengenai indahnya kematian dengan ibadah dan produktivitas hidup, serta Ustadz Fatan Fantastik yang berbagi ilmu tentang pentingnya ibadah. Pada hari kedua, IPC juga dimeriahkan oleh penampilan dari Hadroh Pondok Pesantren Innayatullah.

Presentasi poster dilaksanakan dalam dua hari yang sama setelah seminar dan penampilan hiburan. Peserta yang mengikuti presentasi poster berasal dari berbagai macam daerah, mulai dari Yogyakarta, Surakarta, Malang, hingga Makassar. Peserta yang mengikuti presentasi poster merupakan orang-orang yang telah melakukan penelitiannya sendiri di bidang Psikologi Islam dengan fokus Psikologi Ibadah. Presentasi poster yang dibawakan memiliki keberagaman topik, dimulai dari tentang senyum, dzikir, sedekah, shalat tahajjud, pendidikan keluarga islami, pengaruh puasa senin kamis terhadap kecerdasan emosional, dan implementasi ibadah dalam aktivitas mahasiswa.

“Respon peserta baik, karena temanya cukup mengena, cukup bermasyarakat, dan para pembicaranya insyaAllah dari IPLF mengundang para pembicara yang memang kami ketahui kompetensinya, jadi bukan pembicara yang sembarangan. Semoga harapan untuk mengenalkan dan menyebarluaskan Psikologi Islam bisa tercapai,” ujar Juwita.