Arsip:

Prestasi

Lagi, Pertukaran Mahasiswa dan Dosen dengan Hogskolan I Boras, Swedia di Tahun 2013

Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada pada tahun ajaran 2012/2013 kembali menjalin kerjasama dengan Faculty of Behavioral and Educational Science Hogskolan I Borås, Swedia. Bentuk kerjasama tersebut berupa pertukaran mahasiswa dan dosen.

Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada mengirimkan dua mahasiswa, Regisda Machdy Fuadhy dan Azizah Suli pada 15 Januari 2013. Serta  Dr. Neila Ramdhani, M.Si., M.Ed. sebagai staf pengajar berada di Boras sejak 22 Februari 2013.

Duta mahasiswa Hogskolan I Borås, Emilie Hedman dan Karolina Karhunen telah belajar lebih dulu di Fakultas Psikologi UGM pada 25 Oktober 2012. Mereka belajar di Indonesia hingga awal Januari 2013. Sementara duta pengajar diwakili oleh Prof. Lillemor Adrianson, perintis kerjasama internasional ini. Prof. Lillemor telah berada di kampus biru sejak awal Maret 2013. read more

Mahasiswa Psikologi UGM Ikuti AISEF di Chiang Mai

Sebagai generasi muda Indonesia yang peduli dengan budaya, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada mengikuti Arts Immersion and Students Exchange Fieldtrip (AISEF) di Chiang Mai, Thailand. Mereka adalah Triadi Imron Rosyadi, Adelia Khrisna Putri,dan Raden Ghina Atmaniwedhana. AISEF merupakan program untuk membangun persahabatan antara pemuda Indonesia dengan pemuda Thailand, sekaligus saling mengenal kebudayaan kedua negara.

AISEF tahun 2013 ini berkat kerjasama ASEAN Youth Friendship Network dengan Language Institute of Chiang Mai University. Program utama selama 4-10 Februari 2012 yakni language and culture, social working, lecturing, discussing, dan adventure trip. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta dari berbagai universitas di Indonesia dan Thailand.

Delegasi konferensi dari Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada berperan aktif mengemukakan pendapat dan opini mengenai kebudayaan dari perspektif disiplin ilmu psikologi dan kajian seni. read more

Lagi, Tiga Mahasiswa Psikologi UGM Terbang Ke Luar Negeri!

Perselisihan budaya, ras dan etnis tak kan menjadi suatu hal yang mengancam jika memandang keberagaman sebagai fondasi yang kuat dalam kebersatuan. Berangkat dari sebuah misi itulah empat mahasiswa fakultas Psikologi UGM terbang ke Sarawak, Malaysia. Dalam International Youth Cultural Conference (IYCC) inilah para mahasiswa membuka matanya bahwa perbedaan adalah sebuah jembata menuju kesatuan global, tepat seperti tema yang diusung, yakni Culture As A Bridge To Global Unity. Program ini menawarkan para pemuda untuk membuka mata bahwa perbedaan tidak selayaknya menjadi kelemahan, namun menjadi jalan adanya kebersatuan. Berkaca pada apa yang telah ada di Sarawak, dengan kultur yang beragam, tetap menimbulkan kerukunan dan kesatuan. Program yang berbentuk konferensi ini di selenggarakan pada 28-30 november lalu. konferensi yang mendatangkan pembicara international ternama, yakni seorang duta pemuda dari UNESCO –Natasha Shokri, dengan topik presentasi The Role of Youth in Global Paece Making. Mendatangkan pula seorang Ikon Pemuda Sarawak International, Zee Avi yang membahas mengenai Aspirations of Youth, dan masih banyak lagi pembicara intrnational yang menarik.

Kesan dan pembelajaran yang mendalam pun dirasakan oleh para peserta konferensi tersebut.”Konferensi 3 hari di Malaysia begitu berkesan di mata saya, hal ini dikarenakan saya diperkenalkan  Konsep yang unik mengenai "unity" di SARAWAK (di Sarawak terdapat banyak etnis yang saling membaur dan bangga akan keberagaman mereka), Membuat kami menjadi terbuka akan keberagaman dan toleransi antar budaya. Selain itu, konferensi ini membuka mata para pemuda internasional bahwa keberagaman adalah sebuah keindahan, bukan alat untuk saling membedakan satu sama lain. Saya harap Indonesia bisa menyelenggarakan konferensi semacam ini untuk pemuda-pemudanya, agar perpecahan antar budaya yang terjadi baru-baru ini dapat diminimalisir.” ungkap Isna –satu dari tiga mahasiswa Psikologi (Isna, Sarah, dan Chandra ) UGM peserta konferensi IYCC. read more

2 Mahasiswa Psikologi Ikuti Program Bilateral Student Leaders’ Adventure Camp (BiSAC)

Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada kembali mengirimkan putera terbaiknya dalam perhelatan internasional. kali ini 2 orang mahasiswa Fakultas Psikologi UGM yang bernama Karinindya Noorsani (angkatan 2009) dan Adelia Khrisna Putri (angkatan 2010) berangkat menuju Ho Chi Minh City, Vietnam. Mereka menjadi duta bangsa selama seminggu dalam rangka Student Exhange dengan nama Program Bilateral Student Leaders’ Adventure Camp (BiSAC).  Program ini diselenggarakan oleh organisasi ASEAN Youth Friendship Network (AYFN) dan diikuti oleh 25 mahasiswa sebagai delegasi dari Indonesia dari berbagai daerah.

Kegiatan ini merupakan sebuah program untuk membangun persahabatan antara pemuda Indonesia dan Vietnam. Selain itu salah satu tujuan program ini adalah sebagai sarana pengenalan kebudayaan masing-masing negara, melatih kepemimpinan dan saling pengertian dalam membentuk hubungan antar pemuda Indonesia dengan Vietnam. Program ini merupakan upaya people-to-people contact yang merupakan bagian dari soft power diplomacy, meningkatkan pemahaman akan Indonesia dan Vietnam dalam menuju ASEAN Community 2015. Disana, kedua mahasiswi ini mengajarkan Bahasa Indonesia pada mahasiswa University of Social Sciences and Humanities (USSH) di Fakultas Bahasa Indonesia, melakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan mahasiswa Vietnam, bertemu dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Ho Chi Minh City yakni Bapak Bambang Tarsanto, mengadakan pertunjukkan seni serta kunjungan ke panti asuhan. read more

Mahasiswa Profesi Psikologi UGM Mendapatkan Beasiswa Seni Budaya Indonesia Kemenlu RI

Seorang mahasiswa Magister Profesi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Gadjah Mada mendapatkan Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI) dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI. Andrian Liem bersama 12 orang muda dari Singapura, Malaysia, Thailand, Laos, Filipina, Vietnam, Myanmar, Australia, Selandia Baru, Kepulauan Fiji, dan 2 orang muda lainnya dari Indonesia mengikuti Program Future Faith Leaders 2012 (FFL). Andrian Liem saat ini aktif dalam sebuah forum pemuda bernama Youth Interfaith Forum on Sexuality (YIFoS) yang kegiatan utamanya adalah berdialog. Para peserta mendapatkan orientasi di Jakarta tanggal 21 Mei 2012 dan disambut oleh Kusuma Habir, Direktur Diplomasi Publik di Kemenlu RI. Kusuma menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memperkenalkan dialog lintas agama di kalangan calon pemimpin agama di kawasan Asia Pasifik. Beasiswa ini merupakan pelaksanaan dari Semarang Action Plan hasil Regional Interfaith Dialogue ke-6 yang diselenggarakan di Semarang pada 11-15 Maret 2012 oleh 14 negara. Mereka adalah sepuluh anggota ASEAN bersama Australia, Selandia Baru, Fiji, dan Timor Leste.

Azis Nurwahyudi, Kepala Sub Direktorat Sosial Budaya, menjelaskan bahwa Program BSBI FFL merupakan kerjasama Kemenlu RI dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Selama 7 minggu para peserta akan diberi kesempatan belajar dan tinggal di universitas tersebut. Beasiswa ini akan diakhiri dengan kegiatan Indonesian Channel yang akan diselenggarakan di Solo pada 14 Juli 2012. Mereka akan bergabung dengan peserta program BSBI Reguler yang diikuti 50 orang muda dari 37 negara dan saat ini tengah berlangsung di Bandung, Solo, Surabaya, Denpasar serta Makassar. read more