Arsip:

Prestasi

Mahasiswa Fakultas Psikologi UGM Budayakan Kebiasaan Mendongeng di Code

Bukanlah hal yang mengherankan apabila masalah moralitas, kenakalan remaja, serta berbagai hal terkait perkembangan dan pendidikan anak menjadi kumpulan permasalahan utama yang muncul di wilayah slum area dan padat penduduk. Seperti yang terjadi dan mengancam anak-anak di bantaran kali Code, saat beberapa mahasiswa Psikologi UGM berkunjung ke wilayah tersebut. Pendidikan moral, kepribadian, dan kedisiplinan nampaknya tidak menjadi titik tekan dalam interaksi anak dan orang tua. Orang tua cenderung fokus bekerja dan anak dibiarkan bebasa dalam interaksinya dengan lingkungan sekitarnya. Apabila terdapat fasilitas pendidikan pun, orangtua justru menggantungkan pendidikan dan perkembangannya pada lembaga tersebut, misalnya PAUD. Keprihatinan akan hal ini mendorong lima orang mahasiswa Fakultas Psikologi UGM yang terdiri dari Siti Muthia Dinni, Niken Rarasati, Isnan Hidayat, Banyu Wicaksono, dan Taufik Akbar Rizki Yunanto membuat program mendongeng lewat kegiatan bernama Dongeng di Minggu Sore.

Program dongeng ini dipilih karena dongeng merupakan sebuah metode yang genuine bagi anak. Perkembangan sosio-emosional anak dapat dikembangkan secara optimal melalui pemberian cerita naratif seperti dongeng seperti yang dikemukakan oleh Subyantoro (2006) dalam aplikasi ancangan psikolinguistik. Selain itu dongeng merupakan satu hal yang akrab, menyenangkan, dan bisa melibatkan potensi anak secara komprehensif, mulai dari sisi kognitif, afektif, psikomotorik, dan perkembangan sosialnya. Oleh karena itu, untuk menanggulangi permasalahan kompleks yang terjadi di kawasan kali Code, sosialisasi pentingnya dongen ini menjadi pioneer program yang diimplementasikan oleh tim mahasiswa Fakultas Psikologi UGM yang bekerja sama dengan pengelola PAUD Cokrodirjan dan Rumah Dongeng Indonesia. read more

Didik Anak Tertib Lalu Lintas, Mahasiswa Psikologi UGM Buat Permainan Komputer

Tingginya angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas di Kota Yogyakarta selama dua tahun terakhir telah mendorong sekelompok mahasiswa UGM untuk merancang permainan komputer tentang tertib lalu lintas. Mereka adalah Ardias Nugraheni, Diany Ufieta Syafitri, Azizah Kartika Nugraheni (mahasiswa Jurusan Psikologi), Firdaus Ismail Sholeh dan Rifauddin Tsalitsy (mahasiswa Jurusan Ilmu Komputer dan Elektronika Fakultas MIPA).  Permainan komputer "Jagoan Lalu Lintas" di bawah bimbingan Sylvi Dewajani, Psi., PhD. ini  didesain sesuai dengan tahap kognisi dan sensitivitas perkembangan moral anak. Diharapkan, permainan ini mampu menjadi media edukasi sekaligus internalisasi nilai tertib lalu lintas pada anak, khususnya pada usia 8-11 tahun. Program permainan yang menekankan konsep belajar menyenangkan (fun learning) ini pertama kali diterapkan di SD Muhammadyah Condong Catur Sleman.

"Game ini membuat saya penasaran untuk terus memainkannya, padahal biasanya saya akan marah jika anak saya bermain game", tutur salah seorang guru peserta seminar setelah melakukan trial Permainan Jagoan Lalu Lintas.

Disampaikan pula oleh Sri Wahyuni, Kepala Unit Dikyasa Satlantas Yogyakarta bahwa adanya permainan ini bisa menjadi cara baru bagi Satlantas untuk mensosialisasikan aturan tertib lalu lintas ke sekolah-sekolah. Begitu pula dengan Sugeng Mulyo Subono selaku Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan TK Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta yang mengatakan bahwa Permainan Jagoan Lalu Lintas ini sangat relevan dengan kurikulum pendidikan karakter di Sekolah Dasar. Saat ini, kelompok yang tergabung dalam Tim PKM-M ini dalam proses penandatanganan MoU dengan pihak Kasatlantas Polresta Kota Yogyakarta dan Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta untuk menindaklanjuti kerjasama penggunaan serta penyebarluasan Program Permainan Jagoan Lalu Lintas sebagai sarana edukasi tertib lalu lintas. Menjawab tantangan efektivitas Program Permainan Jagoan Lalu Lintas dalam kontribusinya menurunkan tingginya angka kecelakaan dan pelanggaran aturan lalu lintas di Kota Yogyakarta, Azizah Kartika Nugraheni menjawab, "Kalau dilihat dari proses selama pengabdian di SD Muhammadiyah Condong Catur, kami mencatat adanya penambahan pengetahuan mengenai aturan berkendara dan berlalulintas pada anak. Sedangkan kontribusinya untuk menurunkan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas di Kota Yogyakarta baru bisa kita lihat hasilnya enam atau tujuh tahun dari sekarang, sekitar tahun 2018, di mana saat itu, anak-anak yang menjadi sasaran permainan ini sudah berusia 17 tahun dan legal mengendarai motor." Permainan Jagoan Lalu Lintas sendiri terdiri dari 4 level dengan muatan edukasi yang bertingkat. Permainan di level 1 memuat pengetahuan perlengkapan berkendara, cara membonceng yang baik, serta pengetahuan standar keselamatan kendaraan bermotor. Di level 2 anak-anak diberikan pengetahuan tentang marka dan lampu lalu lintas serta pengetahuan tentang konsekuensi jika melanggar marka dan lampu lalu lintas. Permainan di level 3 merupakan perluasan dari level 2 ditambah dengan pengetahuan tentang 4 jenis rambu lalu lintas dan penggunaannya serta pengetahuan tentang konsekuensi jika melanggar rambu tersebut. Di level terakhir, anak-anak diberikan studi kasus dari realitas dan dikombinasikan dengan pengetahuan-pengetahuan di level sebelumnya.

Mahasiswa Psikologi UGM Belajar Kesehatan Mental di Norwegia

Setiap aspek dari diri manusia selalu dipengaruhi oleh kesehatan, baik kesehatan fisik maupun kesehatan mental. Kesehatan adalah sumber daya individual yang berharga yang dimiliki oleh setiap manusia. Dengan ini, kesehatan juga merupakan sumberdaya bagi komunitas lokal, negara maupun komunitas dunia. Kesehatan global mempengaruhi dan dipengaruhi oleh beberapa kondisi internasional – politik, keamanan, ekonomi dan kebudayaan. Kesehatan global dalam berbagai perspektif, itulah yang menjadi tema besar pada International Student Festival in Trondheim (ISFiT) 2011 yang diselanggarakan pada tanggal 11-20 Februari 2011. Pada kesempatan ini Fakultas Psikologi mengirimkan salah satu mahasiswanya, Banyu Wicaksono, mahasiswa psikologi angkatan 2009 untuk menghadiri workshop kesehatan mental. Selama 10 hari, peserta workshop kesehatan mental diberikan materi-materi yang erat kaitannya dengan psikologi seperti psikologi positif, strategi coping terhadap peristiwa traumatik, serta kesehatan mental dalam sudut pandang kultural yang dipandu oleh dosen-dosen dari Universitas terkemuka di Norwegia seperti Oslo University dan NTNU. Tidak hanya materi, peserta juga diajak untuk diskusi interkultural mengenai pengaruh kultur budaya terhadap kesehatan mental. Peserta yang berasal dari latar belakang negara, etnis dan budaya yang beragam sangat antusias ketika mengikuti sesi diskusi ini. Disela hari-hari workshop, peserta diajak untuk refreshing dengan mengikuti ski day dan berjalan-jalan dihutan. Suhu yang ekstrim tidak menyurutkan peserta untuk bermain ski dan menembus hutan pinus norwegia yang masih asri dan terawat. ISFiT adalah festival pelajar dua tahunan terbesar di Dunia dengan fokus tematik yang menarik. ISFiT diselenggarakan di Kota Trondheim, Sør-Trondelag, Norwegia. Pada pelaksanaan tahun 2011 ini, sekitar 450 mahasiswa dari seluruh penjuru dunia berkumpul di Trondheim untuk bersama-sama selama 10 hari mendiskusikan masalah kesehatan dari berbagai perspektif yang terbagi dalam 17 workshop yang terdiri mulai dari workshop politik, kesehatan mental, hingga seni dan teater. Selain workshop, peserta juga diajak untuk mendengarkan ceramah dari tokoh-tokoh yang dikenal dunia seperti Putra Mahkota Kerajaan Norwegia, Pangeran Haakon, Dr. Hans Rosling, Dr. Sima Samar, dan pakar-pakar kebijakan dan kesehatan lainnya.

Lagi, Mahasiswa Psikologi Go International

Bukan mahasiswa Psikologi UGM bila tak cerdas juga kreatif. Tak salah pula bila saat ini kedua hal tersebut dihubungkan dengan prestasi luar biasa, salah satunya menempuh pendidikan di negara maju. Fakultas Psikologi UGM tak pernah berhenti untuk terus memacu mahasiswanya untuk go international.

Dimulai dengan Dian Anggita dan Louisa Olivia yang mencicipi perkuliahan di University of Boras, Swedia. Kemudian disusul oleh Monica Yanuardi dan Tanti Kosmiyati pada tahun 2010 masih di universitas yang sama. Dan saat ini, Fauziah Nur Wahdani dan Rahmadhani Nur Isnaini tengah berjuang untuk mengharumkan nama Fakultas Psikologi UGM di negara yang terkenal dengan musim dingin yang panjang tersebut. read more