Arsip:

Liputan/Berita

Mengenal Body Size Misperception Bersama Dr. Ian Stephen

Dunia maya merupakan salah satu tempat favorit bagi sebagian besar masyarakat untuk mengaktualisasikan diri melalui unggahan foto. Biasanya mereka memajang foto-foto yang menampilkan tubuh ideal yang langsing maupun berotot di akun sosial media. Lantas muncul pertanyaan, apakah paparan terus menerus foto-foto tubuh ideal di dunia maya berpengaruh terhadap persepsi seseorang tentang tubuhnya?

Fakultas Psikologi UGM menghadirkan Dr. Ian Stephen, seorang pengajar dan peneliti dari Macquarie University Australia dalam acara Knowledge Sharing Session (13/11) yang bertajuk “Perceptual Mechanisms behind Body Size Misperception. Pada acara yang yang berlangsung di Ruang A-203, Dr. Ian Stephen memaparkan hasil penelitiannya mengenai body size misperception, yaitu kesalahan yang dialami oleh seseorang dalam mempersepsi ukuran tubuhnya. Ia menjelaskan bahwa seseorang yang mengalami body size misperception percaya bahwa tubuhnya lebih kurus daripada ukuran sebenarnya atau lebih gemuk dari ukuran sebenarnya. read more

Fakultas Psikologi Raih Prestasi di PORSENIGAMA

Pekan Olahraga dan Seni Universitas Gadjah Mada (PORSENIGAMA) menjadi salah satu acara rutin mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Pada tahun ini, PORSENIGAMA diadakan kembali pada tanggal 21 Oktober  sampai 2 Desember 2017. Pertandingan tiap cabang olahraganya selalu diadakan tiap hari Senin sampai Jumat pukul 15.00-21.30 WIB dan hari Sabtu sampai Minggu pukul 07.00-21.30 WIB.  Tempat pelaksanan PORSENIGAMA di Gelanggang Mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, PORSENIGAMA mengadakan 2 cabang yakni cabang seni dan olahraga. Pada cabang olahraga, PORSENIGAMA melangsungkan 21 cabang olahraga seperti atletik, bulutangkis, taekwondo, sepakbola, dan lain sebagainya. Sementara itu, cabang seni yang dihadirkan di PORSENIGAMA ada 6 yakni Band, Tari Tradisional, Fotografi, Paduan Suara Mahasiswa, Seni Rupa, Nasyid, dan Teater Gadjah Mada (Monolog). read more

Raih 20 Medali, Fakultas Psikologi UGM Lagi-Lagi Juara Umum Olimpiade Psikologi Indonesia

Pada 27 – 28 Oktober 2017 yang lalu HIMPSI (Himpunan Psikologi Indonesia) bekerja sama dengan 10 Fakultas Psikologi di D.I Yogyakarta menyelenggarakan Olimpiade Psikologi Indonesia (OPI) ke – 4. Olimpiade Psikologi Indonesia merupakan suatu kegiatan scientific gathering berskala nasional yang melibatkan mahasiswa Psikologi se-Indonesia dan diadakan sekali dalam dua tahun. Tema yang diusung pada Olimpiade Psikologi Indonesia (OPI) ke – 4 ini adalah “Harmony in Diversity” dan terdapat sebelas cabang yang dilombakan. read more

Fakultas Psikologi Mengulas Korupsi dalam Sisi Ilmiah

Korupsi adalah salah satu bentuk perilaku curang yang menjadi momok bagi bangsa Indonesia saat ini. Tindakan korupsi sudah memunculkan banyak gerakan antikorupsi di Indonesia maupun Internasional, namun korupsi tidak hanya dilihat sebagai bagian gerakan politik saja. Korupsi juga menjadi topik yang sedang didalami oleh berbagai praktisi ilmu pengetahuan. Sebagai bagian dari pengembangan dunia pengetahuan, Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada mengadakan serangkaian acara bertema korupsi. Acara tersebut berupa International Short Course on Psychology (ISCP) dengan mengangkat tema “Corruption, Culture, and Moral Psychology: From Research to Policy”. read more

Fakultas Psikologi Bahas Kebijakan Bebas Pasung dan Isu Kesehatan Jiwa

Masalah kesehatan jiwa masih menjadi salah satu permasalahan pelik di berbagai belahan dunia. Berdasarkan data WHO, jumlah penderita gangguan jiwa umum mencapai 350 juta jiwa, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan prevalensi kanker di seluruh dunia yang mencapai angka 74,1 juta jiwa. Sedangkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kemenkes tahun 2013, sekitar 14 juta orang penduduk Indonesia yang berusia 15 tahun ke atas mengalami gangguan mental emosional yang ditunjukkan dengan gejala depresi dan kecemasan. Ironisnya, di Indonesia masalah kesehatan jiwa belum menjadi prioritas. Pada tahun 2015, treatment gap untuk masalah kesehatan jiwa di Indonesia mencapai lebih dari 90%. Selain itu, kurangnya SDM yang bergerak dalam advokasi kesehatan jiwa serta tidak memadainya perlindungan HAM untuk ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa). Dalam rangka mengembangkan sistem kesehatan jiwa yang integratif, dibutuhkan upaya advokasi untuk mengangkat kepedulian dan mengusahakan diprioritaskannya isu-isu kesehatan jiwa yang terjadi di masyarakat. read more