| BERANDA | TENTANG KAMI | SIT / AKADEMIK | ALUMNI | FORUM DISKUSI | KONTAK KAMI |

lustrum
kas
tkda
PAPs
jurnal
neuropsychology
Buku
Magister Psikologi
Magister Profesi Psikologi
Doktor Psikologi
Tracer Study
UKP UGM
SIAP UGM
CICP
paud
cpmh
03-05-2013 11:35:25
Lembaga Pemasyarakatan Butuh Sistem Layanan Kesehatan Mental
photo
Berdasarkan rapid assessment dan pendampingan psikologis yang dilakukan Tim CPMH Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada terhadap 31 orang tahanan di Lapas Cebongan diketahui bahwa pasca penyerangan tersebut, sebagian besar tahanan mengalami gejala trauma.

"Permasalahan yang ada di LP Cebongan tidak sendirian, namun pada skala yang bermacam-macam terjadi di LP se-Indonesia. Seandainya Pak Wamen (Wakil Menteri Hukum dan HAM, Prof. Dr. Denny Indrayana, S.H.,LL.M), beliau bisa terketuk bahwa LP itu seyogyanya menghadirkan psikolog untuk membantu Bapak/Ibu sekalian yang ada di sana paling tidak permasalahan psikologis", tutur Supra Wimbarti, M.Sc, Ph.D, Dekan Fakultas Psikologi UGM saat membuka workshop sehari "Membangun Sistem Layanan Kesehatan Mental di Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia" (1/5/2013).

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Sleman, Drs. B. Sukamto Harto, Bc.IP mengatakan banyaknya permasalahan psikologis yang terjadi di lapas. Mereka yang mendapatkan suatu tindakan penahanan apalagi terpidana akan mengalami gangguan psikologis terutama mengubah lingkungan hidup. Mereka yang biasanya hidup bersama keluarga harus hidup di lingkungan penjara. Persepsi mereka sebelum masuk saja sudah macam-macam, nanti diborgol, hidup bersama preman-preman apakah akan diperas atau dipukuli. "Saya di sini menyampaikan secara umum gangguan psikologis yang terjadi di lembaga pemasyarakatan diantaranya rasa takut, cemas, malu, merasa bersalah, kecewa, dendam, hilang kepercayaan diri, frustasi, dan sebagainya", ungkap Sukamto.

Di ruang auditorium Fakultas Psikologi UGM, Dra. Reni Kusumowardhani, M.Psi pada kesempatan yang sama di depan para pejabat lapas menyatakan dukungan adanya sistem layanan kesehatan mental di lembaga pemasyarakatan di Indonesia."Libatkan kami psikologi secara komprehensif dari hulu ke hilir, jadi jangan ujug-ujug ke lapasnya. Karena proses dan masalah itu dimulai dari sebelum mereka masuk ke lapas. Sehingga pra lapas, saat di lapas, pasca lapas, psikologi bisa berperan di dalamnya",ujar Psikolog RSUD Cilacap dan Konsultan Psikologi Kusumowardhani.

"Kami menyambut uluran tangan kalau ada yang membantu menangani permasalahan-permasalahan yang ada di lapas. Sudah kami tangani, namun tidak semua hal bisa kami tangani sendiri di LP", sambut Wakil Menteri Hukum dan HAM, Prof. Dr. Denny Indrayana, S.H.,LL.M.

Kondisi lapas per 30 April 2013, jumlah penghuni lapas 157.684 orang, kapasitas hunian lapas/rutan seluruh Indonesia untuk 104.864 orang. Prosentasi over kapasitas 150,37%. Jumlah petugas pemasyarakatan seluruh Indonesia 30.181 orang. Ini laboratorium psikologis luar biasa kalau ingin mengeksplor, mengaplikasikan ilmu-ilmu psikologis. "Harusnya ini sistem yang menjadi bagian sistem pemasyarakatan yang sekarang masih lepas. Kami akan sangat-sangat terbuka untuk menerima apapun bentuk kerja sama bagi pola pembinaan di pemasyarakatan", pungkas Denny.