| BERANDA | TENTANG KAMI | SIT / AKADEMIK | ALUMNI | FORUM DISKUSI | KONTAK KAMI |

SIAP UGM
IUP
Buku
neuropsychology
PAPs
jurnal
Magister Psikologi
Magister Profesi Psikologi
Doktor Psikologi
Tracer Study
UKP UGM
CICP
paud
cpmh
04-04-2013 08:34:40
Kolaborasi Riset Internasional: Inter-University Partnership Program Tri Hayuning Tyas, M.A berkolaborasi dengan para peneliti di Harvard Medical School, USA.
photo
Tri Hayuning Tyas, M.A, tenaga pendidik Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada berkesempatan mengikuti program Research Fellowship di Department of Global Health and Social Medicine, Harvard Medical School, Harvard University, Massachusetts USA. Kegiatan ini merupakan salah satu keluaran program kerjasama penelitian kolaborasi internasional, yaitu Inter-University Partnership Program (IUPP) antara Universitas Gadjah Mada (Fakultas Psikologi)-Harvard University (Harvard Medical School) dan Universitas Syiah Kuala (Prodi Psikologi Fakultas Kedokteran) dengan dukungan dana dari USAID.

Tri Hayuning Tyas, M.A berangkat ke Negeri Paman Sam sejak 4 Februari 2013. Selama 4 bulan di Harvard, ia mengikuti berbagai kegiatan akademis. Diantaranya mengikuti kelas-kelas yang diampu oleh para doktor dan profesor bidang ilmu medis, psikologi, global health, social medicine, dan medical anthropology.

Sebut kelas Psychological Approaches to the Anthropology of Subjectivity yang diampu Prof. Byron Good (medical anthropologist) dan Dr. Alasdair seorang psikoanalis. Kelas ini sangat menggelitik karena berbagai fenomena subjektif dapat ditelaah kritis baik dari perspektif klinisi (Dr Alasdair) dan perspektif keilmuan (Prof Byron). Kelas intensif Mixed Method Research dengan dosen Dr. John Creswell, penulis buku Designing and Conducting Mixed Method Research memberi kesempatan untuk berdialog akademis secara langsung dengan salah satu research methodologist terkemuka tingkat dunia.

Kelas lain seperti Introduction to Global Medicine: Bioscience, Technologies, Disparities, Strategies yang menghadirkan berbagai dosen tamu dengan latar belakang medis namun memiliki daya juang untuk perubahan ala aktivis memberi gambaran tentang bagaimana para dokter dan health scientist di Amerika (Boston) memperoleh wacana yang komprehensif dan kaya perspektif tentang dunia kesehatan di negara berpendapatan tinggi, sedang dan rendah dan bagaimana secara efektif dapat membantu dan mengurangi penderitaan secara bertanggungjawab.

Sementara di kelas Design Implementation and Evaluation Research untuk program Master in Global Health and Social Medicine, dosen tamu yang dihadirkan adalah para peneliti dan sekaligus klinisi yang bekerja di berbagai penjuru dunia dengan berbagai konteks .

Oleh karena majunya profesi kesehatan di Amerika, hampir seluruh staf di Harvard Medical School adalah akademisi sekaligus praktisi. Pun mereka yang tidak bergelar praktisi terlibat dalam penelitian di health research center yang terletak satu area (bahkan satu gedung) dengan rumah sakit. Harvard Mecial School sendiri terletak di wilayah yang disebut Longwood Medical Area, dimana beragam rumah sakit yang berafiliasi dengan HMS (Boston Children Hospital, Brigham Women Hospital, dll) dan health research center (Dana Faber Cancer Institute, Joslin Diabetic Center, dll) terletak saling berdekatan dan memiliki sistem komunikasi dan komuting yang terintegrasi.

"Selain itu setiap hari jumat saya mengikuti Friday Morning Seminar, dimana berbagai topik terkait Global Health and Social Justice dipresentasikan oleh para peneliti dari berbagai penjuru dunia. Kegiatan ini sangat intellectually stimulating alias menggelitik secara akademis", ungkapnya di media papperles office (PLO) kampus.

"Dari Indonesia, selain saya, juga akan berangkat Dr. Syahrial bin Marwan dari RSJ Banda Aceh-Universitas Syiah Kuala. Tahun depan akan ada sekitar 2-4 kandidat fellow yang akan berangkat ke US untuk mengikuti program yang sama. Selalu ada kesempatan untuk scholar Indonesia (ASH center) yang dipublikasikan melalui http://www.ash.harvard.edu/ash/Home/Students-Education/Fellowships/Indonesia-Research-Fellows", imbuh penulis buku Pasung: Family experience of dealing with "the deviant" in Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia.

"Saya sungguh berbahagia dan bersyukur memperoleh kesempatan untuk belajar dan mengalami sejenak keunggulan universitas tingkat dunia. Oleh karena itu, untuk seluruh sivitas akademika Fakultas Psikologi UGM, mohon untuk dapat diterima rasa terimakasih saya atas dukungan dan penyemangatannya. Semoga ketika kembali nanti, saya dapat berkontribusi dan memberi dampak positif bagi kemajuan kita bersama baik secara akademis maupun praktis", pungkas dosen lulusan Universiteit van Amsterdam, Belanda ini.